in ,

Terorisme Pesanan Atau Agenda Orang Asing ?

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Para ikhwan dan akhawat Mujahidin/ah dimana saja berada. Diskusi kita kali ini adalah “TERORISME PESANAN ATAU AGENDA  ORANG ASING”. Topik ini mungkin ada yang kurang setuju, itu sudah dapat dipastikan, namun paling tidak ada tangggapan yang dapat kita telaah bersama. Karena  Terorisme  nampaknya masih menjadi barang dagangan yang sangat laku di Indonesia. Tiap-tiap kali ada perubahan situasi dan suasana politik, harganya langsung melonjak tinggi. Pengalihan isu politik kepada barang akomodasi ini seakan-akan tidak ada yang dapat menandinginya.

Semenjak pemerintahan SBY, issu Terorisme ini benar-benar telah mencapai puncaknya. Dari data dan informasi, sebanyak 541 orang tertuduh Teroris di jebloskan kepenjara dan puluhan orang dibantai dan ditembak ditempat dengan berbagai aksi brutal Densus 88.

Menurut Mantan Presiden Amerika, J.W Bush, laknatullah’alaihi, mengatakan dipermulaan dihembuskannya issu terorisme ini: “War on Terror” adalah” Perang Salib Gaya Baru”. Arahnya jelas, membantai ummat Islam dan membunuh semangat jihad ummat Islam yang berjihad menegakkan Syari’ah Allah dimuka bumi. Perang melawan teroris adalah perang melawan umat Islam yang berjihad dijalan Allah.

Maka tidak mengherankan jika Densus 88 yang beragama kristen sangat bersemangat untuk tidak membiarkan hidup para tersangka (yang dikatakan) teroris untuk ditangkap. Sebenarnya menangkap mereka sangat memungkinkan tanpa harus menembak dan membunuhnya, tapi balasan dan ganjaran tinggi dari sang sponsor terlalu tinggi dan memikat hati, untuk apa membiarkan mereka harus hidup lebih lama? Naudzubillah…

Tiap kali aksi pembantaian dan pembunuhan kaum Muslimin yang dituduh teroris, maka saat itu juga terdengar kucuran dana yang sangat banyak dari luar negeri kepada pelaku dan petugas (algojo) yang haus darah itu. Anehnya aksi itu terjadi apabila pimpinan atau pembesar-pembesar pemerintah Amerika datang berkunjung ke Indonesia, seakan-akan pembantaian itu menjadi sesajen istimewa untuk sang dewa kesurupan. Jadi pembantaian terhadap kaum Muslimin yang terkait atau dikaitkan sebagai teroris adalah bagian dari rekayasa internasional sebagai balas dendam terhadap kematian tentera kuffar di medan perang yang berlaku sejak perang salib dahulu sehingga peperangan terbuka dengan dunia Islam pada hari ini.

Undang-undang anti  teroris dan terorisme adalah undang-undang legal formal yang dibuat zionis dan imperialis kuffar kemudian dihembuskan kenegara-negarara jajahannya untuk membantai dan membunuh ummat Islam tanpa peperangan. Dalam suasana aman dan damai dipihak mereka, dengan undang-undang anti teror tersebut mampu membunuh ratusan hingga ribuan ummat Islam diseluruh dunia tanpa ada korban  yang berarti dipihak mereka atau jika ada sangat sedikit dibandingkan jika terjadi perang terbuka antara ummat Islam dan kaum kuffar dimedan  laga.

Sepertinya undang-undang anti teror ini sangat berkesan untuk  membunuh dan membantai kaum muslimin tanpa peperangan, dan kenyataannya ummat Islam belum mampu menghentikan dan melawannya sehingga sekarang. Walau demikian, kita bersyukur sudah mulai ada usaha sebagian kaum  Muslimin mendatangi Mabes Polri, Komisi III DPR, Komnasham, Kompolnas agar ada  tinjuaan kembali tentang undang-undang tersebut atau penghentian segera aksi brutal dan biadab itu atau undang-undang itu dibubarkan karena merugikan kaum Muslimin.

Istilah teroris dan terorisme seakan-akan  hanya diperuntukkan kepada islam dan umat Islam  sedang kafir dan kekafiran  digunakan istilah sparatis dan sparatisme. Hati-hatilah wahai para algojo, Allah Swt senantiasa mengawasi.

Allah Swt berfirman:

“Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.” (QS Al Angkabut, 29: 4)

“Dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS An Nisa’, 4: 93)

Wallahu a’lam bis shawab…

What do you think?

Written by Ukasyah (Admin)

Comments

Leave a Reply
  1. ketawalah kalian di dunia ini wahai densus 88, kelak di akhirat kalian tak akan pernah bisa tertawa…. adzab kalian sangatlah pediih. tunggu saja adzab dari Allah SWT untuk kalian.

  2. jangan kamu mengira para mujahid yang lain akan diam saja atas kezolimzn mu wahai densus laknatullah.kami bersumpa akan mengintai mu dimanapun saja kamu berada,kamu tdk akan merasakan ketenangan sebelu para penega syareaat ini tenang,kami akan menghabisimu demi tauhid yg kami emban

  3. Koran dan mes media kita umat islam harus punya dan kuat agar kita tidak menerima info yang sesat, peperangan info kini lagi giat, maka jika kita punya sendiri sumber informasi dan media informasi maka kita akan kuat amien

    Ya Alloh Kutkanlah Umat Islam dimanapun berada, kami ingin terus menegakkan syariatmu di muka bumi ini amien.

  4. tenang saja….sudah datang zaman kemenangan Islam. si salep 88 gk ada apa2 nya itu…blm terbukti jago di medan perang. jangan2 cuma jagi di tv. kyk mbahnya tentara hollywood. ha ha ha….

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Urgensi Penegakan Syari’at Islam Di Indonesia

Gurita Yahudi Dalam Kehidupan Ummat Islam