Tanda Hati Yang Mendapat Petunjuk

Pada suatu hari Rasulullah Saw membacakan ayat barikut (QS. Az Zumar, 39:22),

“Maka Apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az Zumar, 39:22)

Maka kami (para sahabat) berkata: Wahai Rasulullah! Bagaimanakah caranya mengetahui hati dilapangkan atau dibuka oleh Allah? Beliau menjawab: “Bila hati seseorang sudah masuk Nur (cahaya Iman) maka dia akan menjadi lapang dan terbuka.” Mereka (para Sahabat) bertanya: “Apakah tandanya hati yang terbuka dan lapang itu ya Rasulullah.” Beliau menjawab: “Fokus (pusat) perhatiannya sangat kuat terhadap kehidupan yang kekal dan abadi di akhirat, dan tumbuh kesadaran yang tinggi terhadap tipu daya kehidupan dunia sekarang ini, lalu dia berkerja keras mempersiapkan bekalan menghadapi mati sebelum datangnya mati itu.” (HR. Ibnu jarir)
Pada suatu hari Rasulullah Saw membacakan ayat barikut (QS. Az Zumar, 39:22),

“Maka Apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az Zumar, 39:22)

Maka kami (para sahabat) berkata: Wahai Rasulullah! Bagaimanakah caranya mengetahui hati dilapangkan atau dibuka oleh Allah? Beliau menjawab: “Bila hati seseorang sudah masuk Nur (cahaya Iman) maka dia akan menjadi lapang dan terbuka.” Mereka (para Sahabat) bertanya: “Apakah tandanya hati yang terbuka dan lapang itu ya Rasulullah.” Beliau menjawab: “Fokus (pusat) perhatiannya sangat kuat terhadap kehidupan yang kekal dan abadi di akhirat, dan tumbuh kesadaran yang tinggi terhadap tipu daya kehidupan dunia sekarang ini, lalu dia berkerja keras mempersiapkan bekalan menghadapi mati sebelum datangnya mati itu.” (HR. Ibnu jarir)

Check Also

Keutamaan Shalat Dhuha

Abu Dzar meriwayatkan sebuah hadis. Rasulullah SAW bersabda, ‘‘Bagi tiap-tiap ruas anggota tubuh kalian hendaklah dikeluarkan sedekah baginya setiap pagi. Satu kali membaca tasbih (subhanallah) adalah sedekah, satu kali membaca tahmid (alhamdulillah) adalah sedekah, satu kali membaca takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh berbuat baik adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan, semua itu bisa diganti dengan dua rakaat shalat Dhuha.’’ (HR. Muslim)

3 comments

  1. fitri binti mahmud

    assalamu’alaikum, ustadz. banyak orang yg ktika dsampaikan sbuah kwajiban mreka mjawab “saya blm mlaksanakannya krn blm dpt hidayah dr Allah”. prtanyaannya apakah hidayah itu datang dg sndirinya (spt sistem random) sesuai khendak Allah ataukah Allah mbrikan hidayah tsb kpd seseorang krn sdh ada benih2 keimanan dlm hatinya? mohon djelaskan y ustadz. jazakumullah..assalamu’alaikum

    • Waalaikumsalam Wr. Wb.
      Ukhti fitri,hidayah tidak akan datang dengan sendirinya apabila kita tidak berusaha dengan sepenuhnya (bersungguh2) untuk mendapatkannya. Apabila seseorang itu sudah berusaha dengan sekuat tenaganya,insya Allah hidayah dari Allah akan diraih olehnya,dan apabila ternyata dia belum mendapatkannya,dia harus sabar,ketahuilah bahwa Allah sedang mengujinya dalam melaksanakan Amal Ibadah yang sedang dia lakukan.

      firman Allah:

      “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka.” (QS Ar Ra’d, 13:11)

      Jika itu pernyataanya bahwa orang tersebut belum dapat hidayah, maka perlu ditanyakan Hidayah yang mana, yang dimaksudkan ? sebab hidayah terbagi menjadi 2. ( sebagian yang lain ada yang mengatakan 4 (*), tapi keempatnya merujuk kepada yang 2, yang akan disebutkan nanti) yaitu :
      1. Hidayah Al bayan
      2. Hidayah At Taufiq.

      Penjelasan,
      1. Hidayah Bayan artinya Hidayah berupa keterangan atau berupa petunjuk hidup. maka petunjuk hidup bagi seorang muslim adalah Al Quran dan As Sunnah yang Shahih.
      2. Hidayah Taufiq artinya Hidayah berupa keteguhan, hidayah yang inilah yang merupakan Hak prerogatif Allah, diberikan kepada yang di kehendaki Nya, selama dia menjalani hidayah bayan.

      Maka jangan katakan ” saya belum dapat hidayah taufiq dari Allah ?” tapi dia sendir tidak pernah menjalani apa yang telah tersurat dan tersirat dalam hidayah bayan (Al Quran dan As Sunnah). Ini sama halnya dengan orang yang minta duit upahan tapi dia belum mengerjakan / kerja apa-apa (arggghh aneh banget orang seperti ini)

      Oleh karena itulah, Allah mewajibkan muslimin dan muslimat untuk menuntut ilmu agama ini, agar tidak ada alasan lagi bahwa hidayah belum ada atau belum datang.

      *sebagian orang mengatakan bahwa hidayah itu dibagi menjadi 4 yaitu
      1.Hidayah berupa insting ( hidayah yang Allah berikan kepada manusia sejak lahir, dan fitrah insting ini selalu cenderung mencari kebenaran)
      2.Hidayah berupa indrawi ( hidayah yang Allah berikan kepada manusia sejak lahir)
      3.Hidayah berupa akal ( idem )
      4.Hidayah dien yang terbagi menjadi 2 yang telah disebutkan diatas.

      Wallahu’alam bis showab…

  2. abu ubaidillah

    ustadz, terkait dg hidayah lalu bagaimana kita memahami dan mensikapi hadits semacam berikut ini:

    Hadis riwayat Abdullah bin Masud ??? ???? ???, ia berkata:Rasulullah ??? ???? ???? ???? sebagai orang yang jujur dan dipercaya bercerita kepada kami: Sesungguhnya setiap individu kamu mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah). Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia. Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang dari kamu telah melakukan amalan penghuni surga sampai ketika jarak antara dia dan surga tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga ia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah ia ke dalam neraka. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kamu telah melakukan perbuatan ahli neraka sampai ketika jarak antara dia dan neraka tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.

    mohon penjelasannya. terimakasih

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.