Ibadatilah Allah Saja dan Jauhi Thaghut

Seseorang bertanya: “AKU HARUS BAGAIMANA? AKU BINGUNG. TOLONGLAH AKU USTADZ.”

Sepintas pertanyaan ini kelihatan remeh dan sepele. Pertanyaan ini juga sedang berputar-putar dalam benak, perasaan dan fikiran sebagian kaum Muslimin yang dihadapkan kepada satu delema menggunakan hak pilih dalam pesta demokrasi mendatang .”Ustadz, saya telah paham bahwa demokrasi itu adalah hukum thaghut jahiliyah dan wajib dijauhi berdasarkan firman Allah: “SEMBAHLAH ALLAH SAJA DAN JAUHILAH THOGHUT ITU” (QS. An Nahl 16 : 36). Tetapi kalau kaum Muslimin tidak menggunakan hak pilihnya nanti Dewan legeslatif (DPR) dan Exekutif (MPR) dipenuhi oleh orang-orang musyrik, kafir, ateis dan lain-lain, tidakkah berarti kita serahkan negara ini kepada kaum kafir? Lalu bagaimana kalau mereka mempersulit urusan kaum Muslimin” Lanjutnya (penanya).

Jawaban: Jika pertanyaan ini dibebabankan kepada diri kita untuk menjawabnya, memang terasa sangat berat. Tetapi jika kita kembali kepada panduan dan pedoman hidup yang diturunkan Allah Swt kepada kita, maka jawabannya akan menjadi ringan dan sederhana. Apalagi jika kembali kepada hadits Rasulullah Saw.

Suatu ketika Rasulullah Saw pernah bersabda yang berarti:

“Barangsiapa beramal dengan suatu amalan dan tidak ada contoh dari kami atau perintah dari kami maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim)

Adalah Rasulullah dan para sahabat-sahabat beliau tidak pernah terlibat dalam pesta demokrasi menentukan pemimpin bangsa. Ketika Rasulullah Saw dan para sahabatnya masih lemah dikota suci Makkah, sedangkan kekuasaan thaghut musyrikin pimpinan Abu Jahal  yang terorgnisir dalam parlemen Darun Nadawa (Parlemen Musyrikin makkah), beliau dan para sahabatnya tidak mengambil bagian sedikitpun, meskipun Rasululullah ditawari kepemimpinan yang tertinggi oleh mereka. Pemimimpin Quraisy telah datang kepada Abu Thalib dan bertanya tentang tujuan dan misi dakwah beliau.

Mereka berkata wahai Abu Thalib, sebenarnya apakah tujuan dari seruan (dakwah) Muhammad itu? Belum lagi Abu Thalib menjawab, Abu Jahal telah memberikan tawaran-tawaran yang menggiurkan berupa kekuasaan tertinggi, harta yang banyak dan wanita-wanita yang cantik. Namun tidak satupun dari semua tawaran itu yang Rasulullah Saw terima bahkan beliau berkata: Demi Allah wahai paman,sekiranya mereka letakkan matahari dikananku, bulan dikiriku agar aku menghentikan dakwah ini, maka sekali-kali tidak atau tinggalkan sehingga dia tegak berdiri atau aku hancur bersamanya.

Demikianlah sunnah Nabi Muhammad Saw, yang sama sekali tidak mentolerir kekuasaan demokrasi jahiliyah, beliau tidak mendekatinya, tidak membantu dan menyokongnya apalagi masuk kedalamnya untuk bersama-sama duduk dengan anggota-anggota parlemen toghut. Bahkan Allah Swt berfirman kepada beliau mengingatkan supaya tidak duduk dengan orang-orang itu:

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), Maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. karena Sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.” (QS. An Nisa’ 4:140)

“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, Maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), Maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).” (QS. Al An’am 6:68)

Dalam ayat yang lain diterangkan bahwa tidak mungkin duduk bersama antara kebenaran dan kebatilan, yang akibatnya pembawa kebenaran tidak akan berani berterus terang dengan kebenaran. Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah 2:42)

Demokrasi adalah syirik dan kafir akbar, barangsiapa yang tidak mencampurkan antara iman dan syirik atau kafir maka Allah akan berikan jaminan keamanan hidupnya didunia dan akhirat. Allah berfirman:

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al An’am 6:82)

Dari itu kaum Muslimin-Mukminin seluruhnya diserukan agar tidak menjadikan ajang pesta kemusyrikan sebagai media untuk menentukan dan memilih pemimpin mereka. Allah berfirman:

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. Katakanlah: “Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At Taubah 9:23-24)

Kalaulah orang tua dan saudara kandung tidak boleh dipilih jadi pemimpin karena mengutamakan kekafiran atas keimanan apalagi yang lain. Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu Termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al Maidah 5:51)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil Jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu Jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (QS. Al Maidah 5:57)

Semoga dengan penjelasan ringkas ini ada sedikit pencerahan yang dapat menghilangkan kebingungan dan keragu-raguan. Perjuangan Al Haq tidak mungkin dengan kebatilan, karena berbeda misi dan fisinya, berbeda nilai dan ukurannya, berbeda tempat berpijak dan berbeda pula akhir tujuannya. Islam berjuang untuk membumikan wahyu Allah sedang demokrasi berjuang untuk menghancurkan dan membinasakan kebenaran wahyu Allah. Anda dihadapkan dengan satu pilihan saja, ambil Islam dan tolak thaghut 100 % atau terima thaghut dan tolak Islam 100 %. Tidak ada titik temu antara keduanya. Barangsiapa mencampurkan al haq dan al bathil, sedikit atau banyak, maka dia kafir, dhalim, fasik, munafiq dan ancamannya Neraka Jahannam, mereka kekal didalamnya.

“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang Munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. mereka telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.” (QS. At Taubah 9:67-68)

Wallahu A’lam.

Check Also

Tawakkal Itu Penting

(Abujibriel.com) – Ya ikhwani wa akhwatifillah… Banyak kita mendengar kata-kata tawakkal dalam keseharian kita, entah …

21 comments

  1. Assw, Ustadz mohon dijelaskan mengenai benturan pemahaman kebanyakan ummat ‘fattaqallah mastato’tum = bertaqwalah semampumu’ sehingga seorang muslim seakan tidak peduli dengan syariat Alloh, karena merasa belum mampu mengerjakannya. Apakah dalam islam ada istilah tahapan tahapan keimanan ? Syukron.

    • Wa’alaikumussalam wr wb.Maafkan ,karena baru sekarang dapat menjawab pertanyaannya.Ketahuilah bahwa amal ibadah atau kewajiban yang dibebankan keatas orang-orang yang beriman adalah :yang bersifat ‘amal fardi (pribadi =bisa diamalkan sendiri) dan amal jam’ie (amal yang dikerjakan dengan berjama’ah).Misalnya seorang Muslimah yang telah melaksanakan solat,puasa,zakat bahkan hajji dan umrah.Pada waktu yang sama dia berkata :Saya tidak mampu memakai jilbab ,karena saya seorang pegawai negeri atau saya sedang bekerja diperusahaanasing yang melarang berjilbab dan lain-lain lagi.Lalu dia bertanya kepada seorang ustaz ttg dirinya, lalu ustaz menjawab :Bertaqwalah semampumu…….(QS Attaghabun 64:16). Jawaban seperti ini kurang pas. Wajib atas seorang memperioritaskan kewajiban nya kepada Allah swt dengan segala daya dan kekuatan,tidak boleh lemah dan menyerah kalah (QS Ali Imran 3:139) .Dia hars berjuang terlebih dahulu sebelum dia menyerahkan urusannya kpd dalil Al Qur’an tersebut.Karena seseorang tidak boleh melegalkankan perbuatan jahatnya dengan alasan ayat diatas,karena hal itu berarti mempolitisir ayat atas nama kelemahan dan tidak berkemampuan ,dan ini hukumnya berdosa besar. Sekiranya setelah dia bener-benar berjuang sungguh-sungguh ,lalu keadaan tidak berubah kearah yang dibenarkan oleh syari’ah maka baru berlaku fattaqullaha mastatha’tum.Dan berpakaian jilbab dalam contoh diatas adalah kewajiban mutlaq,tidak boleh melepaskan atau meninggalkannya karena urusan dunia,seperti bekerja atau takut kepada majikan.Barangsiapa meninggalkan kewajiban karena makhluq maka dia telah musyrik disisi Allah.Allah berfirman dalam Al Qur’an Surah An Nisa 4:36:Sembahlah Allah ,dan jangan kamu menyekutukannya dengan sesuatu. Dalam contoh diatas yang menjadi sekutu Allah ialah pekerjaannya. Didalam Islam kewajiban itu tidak boleh ditawar-tawar,berbeda dengan perkara sunnat merupakan pilihan.Misalanya setelah solat wajib yang lima ditunaikan,kemudian dia tersa berat melakukan qiyamullail maka boleh menggunakan dalil diatas.Wallahu a’lam.

  2. Assalamu’alaikum ust…tak bosan ana bertanya nich… begini ust…ana barusan pulang pengajian, ust yangv berceramah itu mengatakan bahwa qur’an dan sunnah itu adalah peta dan kompas….dan kita pun jika memegang itu harus tahu posisi kita sekrang itu dimana menurut quran dan sunnah.
    pertanyaan ana kali ini, dimanakah letak kita sebagai kaum muslimin saat ini ust?? kalo melihat perjalanan rasul?? mohon jawabannya ??? untuk penjelasan kepada ikhwan & akhwat semua….agar kita tahu apa yang harus kita lakukan sekarang…….dan apakah benar, kewajiban berperang fisik itu hanya berlaku kalo diantara umat mukmin dan kafir sudah ada garis pemisah…??? mohon penerangannya…
    Wassalamu’alaikum wr,wb

    Irhaby_22
    [email protected]

    • Wa’alaikum salam wr wb. Ummat Islam sepanjang masa senantiasa berada dalam dua kondisi.Pertama :Sebagai Hakim (Penguasa atau yang memegang kekuasaan).Kedua:Mahkum “alaih (Yang dikuasai).Contoh Rasulullah saw sebelum berkuasa ,beliau menggunakan seluruh waktu untuk berdakwah kepada Allah dan menjauhi Thagut,tidak kompromi dengan nya dan tidak membantu orang yang mujrim (berdosa) dan orang-orang kafir dan Dzalim dan disuruh berjihad menentang mereka.1.Buka QS An Nahl 16:36 (Sembahlah Allah saja dan jauhilah taghut).2.QS Al Furqan 25:52( Janganlah kamu mentaati orang-orang yang kafir itu dan bejihadlah kamu melawan mereka dengan Al Qur’an).3.QS Hud 11;113 (Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang dzalim itu yang menyebabkan kamu disentuh oleh api neraka. Siapakah orang yang kafir dan dzalim itu ? Al Qur’an menjelaskan :Barangsiapa tidak menghukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah adalah Kafir,dzalim dan fasik (Qs A Maidah :44,45,47).Selama Rasulullah saw di kota Makkah,beliau dan sahabat-sahabatnya gagah dan perkasa menghadapi toghut tanpa kompromi meskipun thoghut memberi tekanan hebat kepada rasusulullah saw dan menyiksa para sahabat nya bahkan ada yang dibunuh seperti Yasir dan isterinya.Beliau tidak mau kerja sama dengan sistem demorasi jahiliyah kaum Musyrikin,beliau keras dan tegas dalam masalah aqidah dan Syari’ah. (Baca QS Al Fatah 48:29). Ketika tekanan demikian kuatnya dari kafir musyrik,Allah swt mmemberi tahu rencana jahat mereka dengan turunnya QS Al anfal 8:30,beliau mendapat izin utk berhijrah ke Madinah,sebelumnya beliau memerintahkan sahabatnya hijrah keThaif. Setelah sampai Madinah beliau dan sahabat-sahabatnya mendirikan masjid Quba,selanjutnya mempersaudarakan anaara Muhajirin dan Anshar,dan setelah beberapa waktu turunlah perintah persiapan untuk berjihad dan berperang .(baca QS al Anfal 8:60). Maka berlakulah Perang Badar,perang Uhud,Perang Khandaq,Perjanjian hudaibiyah dsb. Setelah itu terjadi Futuh makkah ,maka berkuasalah Rasulullah atas semenanjung Arab dan tegaklah Daulah Islamiyah Madinah dan Makkah. Itulah sirah ringkas perjalanan dakwah dan jihad Rasulullah dan para Sahabatnya.Maka jika dilihat sirah ini,Rasulullah saw mendapatkan kekuasaan dengan dakwah dan jihad bukan dengan demokrasi dan pemilihan umum.Setelah beliau wafat,kekuasaan diteruskan oleh para khalifah dari sahabat-sahabt beliau,kemudian tabi’un dan tabiut Tabiin,kemudian runtuhlah kekhalifahan Islam sampai 3 Maret 1924 M. Maka dengan demikan kedudukan kaum Muslimin pada hari ini ialah sebagai mahkumun Alaih (Orang-orang dikuasai dan diperintah ) oleh sistem kafir jahiliyah. Maka kewajiban kaum Muslimin ialah terus berdakwah dan berjihad untuk tegaknya syari’ah Islam dan khilafatul muslimin dengan sistem dakwah dan jihad,bukan dengan sistem demokkrasi thagut kafirin. Dan barang siapa kaum Muslimin yang tidak mengikuti Sunnah Rasulullah saw didalam dakwah dan perjuangannya bahkan mereka mengikuti jalan nya orang yang tidak beriman,maka allah ancam dengan nereka jahannam. Al Qur’an menerangkan:”Barang siapa yang mendurhakai Rasul setelah jelas petunjuk baginya,maka Allah biarkan dia bergelimang dosa dalam kesesatannya dan kemudian Allah akan seret kedalam neraka jahannam,dan itulah tempat kembali yang paling jelek (QS An Nisa 4:115). Semoga bermanfaat penjelasan ringkas ini,dan silikan baca buku Rajulun Soleh ( Lelaki sholeh) untuk menambah wawasan. Alhamdulillah.

  3. Assalamu’alaikum abah
    Gmana dengan amalah bid”ah? karena ada penceramah yang mengatakan bidah ada berapa jenis ada yang khasanah ada yang dolalah. Padahal Rasul bilang wakulu bidah dolaalah.
    Mereka berpatokan ada amalan seperti tulisan alquan yang pada awalnya belum di beri baris, itu mereka sebut bidah khasanah. Bahkan Motor dan Mobil mereka masukan pada yang kahasa. Tanggapan Abah gmana.> ? Makasih banyak atas jwabannya abah.

    • Wa’alaikumussalam ww.Bid’ah adalah suatu perkara yang dianggap ibadah, dengan melaksanakannya mengharapkan pahala dari Allah swt.Maka dia termasuk bagian Addin (urusan agama).Didalam Islam segala permasalahan dapat ditinjau dari dua segi yaitu Perkara dunia atau Perkara Addin (baca Agama). Rasulullah saw bersabda:”Jika suatu perkara agama maka kembalikanlah kepadaku,dan jika perkara dunia maka kamu lebih tau tentang urusan duniamu (HR Ahmad). Sekarang kita lihat masalahnya,masalah tulisan dan cetak mencetak al Qur’an, bikin mobil,motor,kapal terbang dasbnya apakah itu termasuk masalah dunia atau masalah agama.Kalau masalah dunia boleh-boleh saja,dan tidak ada masalah.tapi jika masalah agama tanyakan kepada Rasulullah saw,apakah ada nash Al Qur’an atau al hadits ? Kita tidak boleh melampaui kedua sumber rujukan tersebut. Hadits yang berbunyi:Semua bid’ah adalah sesat,dan semua kesesatan didalam neraka. (HR Ahmad,Tirmizi dll) Hadits ini sahih. Maka jika ada yang berkata ada bid’ah hasanah berarti menolk hadits yang shahih ini. Imam Malik berkata: Barangsiapa membuat bid’ah didalam Islam dan beranggapan bid’ah itu hasanah (baik) maka dia tielah menuduh bahwa Nabi Muhammad saw telah mengkhianati Risalah Allah. Semoga mencukupi penjelasan singkat ini.Salam kepada ikhwan wal akhawat.

  4. Assalamu’alaikum abah

    Semoga selalu dalam keadaan sehat selalu. ada pertanyaan nech bah. Mohon sudi kirannya tuk di jawab. Membca surat al maidah 44, 45 dan 47, Kapan seseorang itu dikatakan kafir, zholim dan fasik.

    Berikutnya bah, di alquran dan injil di sebutkan Nama ” ahmad ” . Di hubungkan dengan sahadat menggunakan nama muhammad

    Terimkasih bah. wasaalamuaalaikum

  5. Assalamu’alaikum ust………ana mo bertanya ;
    menyikapi maklumat yang dikeluarkan oleh FPI dalam situsnya http://www.fpi.or.id/…..tentang PILPRES 2009…
    bagaimanakah sikap kita sebagai seorang muslim yang benar ??? bukankah pemilu itu adalah syirik….?? sebagai orang yang masih mencari , ana minta penjelasan dari ust….sekian pertanyaan ana. syukran atas waktunya ust…

    Irhaby_22

    mohon jawabannya dikirim lewat email : [email protected]

    • W.s Wr wb.Menghadapi kondisi sekarang ini,memamang banyak kaum Muslimin yang masih bingung.Adanya beberapa organisasi atau jama’ah kaum Muslimin yang bersikap mendukung salah satu calaon dengan beberapa sebab,kiranya sikap yang paling baik ialah berlapang dada dan saling menghormati ,agar tidak terjadi kondisi perpecahan yang lebih parah. yang sudah faham bahwa demokrasi adalah haram,syrik dan kafir akbar,maka tetaplah kosekwen sampe akhir hayat.Do’akanlah saudara Muslimin yang masih tolerann dan mendukung demokrasi supaya mendapat hidayah allah separti anda.Ok ?

  6. asalamualaikum ustadz., tadz ana mau menanyakan bagaimana hukumnya menimba ilmu di fakultas hukum thagut???
    Begini ustadz ana seorang mahasiswa fakultas hukum thagut ana telah belajar selama 3 tahun, Alhamdulilah ana diberikan hidayah oleh Allah SWT sekitar 1 tahun lalu, dan sekarang ana sedikit paham hakikat bathilnya hukum thagut ini.
    Setelah ana tahu batilnya hukum thagut ini ana sudah ingin cepat keluar/ lulus dari fakultas ini, karena ana takut termasuk kedalam perbuatan (tawaliy) kepada hukum thagut ini, tetapi bertentangan (karena masih awam) dengan orang tua yang menginginkan agar menyelesaikannya.
    semenjak itu saya niatkan kuliah ini agar cepat lulus untuk menyenangkan orangtua.

    ana mohon saran & nasihatnya

    jazakumullah khair

    asalamualaikum wr.wb

    • Wa’alaikumusalam wr wb.Ingatlah bahwa melakukan pekerjaan yang tidak memberi manfaat untuk menambah iman,ilmu dan amal shaleh disebut perbuatan lagha (pebuatan sia-sia).Dan diantara ciri dan sifat orng mukmin yang sukses ialah menjauhi perbuatan yang lagha.Lihat firman Allah QS al Mukminun qs 23:3.Oleh karena itu yang terbaik adalah mentaati firman Allah yaitu menjauhi perbuatan yang sia-sia,meskipun keluarga tidak menyetujuainya. Wallahu a’lam.

  7. Assalamualaikum. wr.wb. pak Uztadz

    saya mau tanya ini soal Haq dan Bathil.
    ada suatu partai politik yg mengaku berazas Islam dan berniat memerangi thaghut tapi mereka ikut didalam sistem nya.

    saya kutip:
    “Dalam konteks kekuasaan sebagai bagian dari sarana dakwah Islam, Nabi Yusuf as sangat layak untuk dijadikan contoh nyata bahwa kekuasaan yang dimiliki seorang da’i akan memuluskan kerja dan tujuan dakwah. Al-Qur’an menyebutkan permintaan Nabi Yusuf as kepada raja Mesir, “Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (Yusuf : 55).
    Permintaan ini disampaikan manakala raja menawarkan jabatan kepadanya, “Dan raja berkata: “Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku.” Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata: “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami.” (Yusuf : 54).”

    pertanyaannya apakah ini relevan untuk dijadikan dasar dijaman memerangin thaghut sekarang ini dengan bergabung denganya dan memperbaiki dari dalam?

    terima kasih.
    Wassalamualaikum. wr.wb

  8. assalamu’alikum wr wb
    ustadz,amal saya masih serampangan,punya niat jihad fie sabilillah..dan saya merasakan orang 2 yg mengaku islam menurut pengamatan mereka kok malah seolah mengkaburkan makna jihad tsb.
    selain memohon pd ALLAH,bagaimana sikap kt u bisa semakin kuat dalam niat tsb..dan gmn sikap thdp mrk yg mengkaburkan makna jihad itu

    • Wa’alaikumussalam warahmatullahi wb.Jihad fiesabilillah merupakan amalan yang mulia dan paling berat didalam ajaran Islam,maka setiap Orang yang hendak berjihad haruslah melengkapkan dirinya dengan segala potensi yang dimiliki.Mula-mula niatnya harus betul,ikhlas karena Allah untuk menegakkan kalimatullah,kemudian dia harus bersama denganorang-orang shaleh yang berjihad sebab semangat keimananya akan terus naik jika selalu bersama orang yang sedang berjihad.Dan hindari bergaul dengan orang-orang yang anti dan menentang jihad,karena akan menurunkan semangat keimanan utk berjihad. Allah berfirman :Hai orang-orang yang beriman.,bertaqwalah kamu kepada Allah ,dan hendaklah kamu menjadi dan beserta orang-orang yang siddiq (QS Attaubah 9:119).Adapun orang yang Shadiqien itu ialah yang tersebut dalam Surah Al Hujurat (49:15)

  9. Pratama Husnu

    Assalaamu’alaykum WRWB
    Ustad Abu, saya bekerja di perusahaan kafir / asing, yg menambang barang tambang di indonesia. pekerjaan saya adalah sebagai pihak yang memberikan penilaian strategi dan operasional perusahaan agar selalu berada pada posisi yg paling menguntungkan bagi pemilik modal. Laporan2 saya diserahkan kepada atasan saya yang non-muslim. Akhir2 ini saya membaca buku mengenai penjelasan ekonomi Islam, yg menjelaskan bahwa sektor tambang itu dimiliki daulah yg tidak boleh diambil oleh pribadi, apalagi oleh pihak non-muslim. Saya membaca pula buku tentang konsep loyalitas dan anti-loyalitas dalam Islam. saya menjadi seolah berada dlm suatu dilema.
    Saya mohon tausyiah Ustad:
    1. Apakah kiprah saya di perusahaan ini yang kapitalis (bahan tambang oleh kafir) batil / haram?
    2. Apakah saya harus keluar dari pekerjaan saya dan mencari sumber ma’isyah lain? Adakah udzur buat saya tetap bekerja di perusahaan ini?
    Wassalaam.
    Pra

    • wa’alaikumussalam WW. Pada dasarnya syari’ah Islam tidak melarang bermuamalah seperti bekerja dengan orang kafir atau perusahaan asing.Dengan beberapa persyaratan,Antara lain:Di tempat kerja tidak bergaul bebas dengan sebebas-bebasnya dengan kaum wanita(baik kafir maupun Muslimah), tidak mengganggu iman dan ibadah,tidak bersentuhan dengan benda yang haram,dan tidak bekerja di tempat kafir yang terang-terangan memusuhi Islam dan ummatnya. Maka jika suatu perusahan yang jelas memusuhi Islam dan ummatnya atau bekerja ditempat musuh Islam maka hukumnya haram.Karena haram hukumnya membantu orang orang kafir dalam memusuhi islam dan umatnya meskipun hanya sebatang pensil ( Qaulul ulama’)..Maka anda perhatikan apakah usaha anda bekerja disana membantu kelancaran kaum kafir memerangi islam dan umatnya ? jika benar begitu maka bekerja disana hukumnya haram dan wajib keluar dan mencari pekerjaan yang halal.

  10. pratama husnu

    Assalaamu’alaykum wrwb
    Ustad Abu, terimakasih atas jawabannya. Ijinkan saya bertanya lagi, untuk lebih menegaskan, maklum saya bodoh sekali.

    1. Perusahaan tempat saya bekerja mempekerjakan wanita sebanyak laki2, baik kafir ataupun muslim, dg pergaulan / interaksi laki-perempuan di tempat kerja yg sudah kita mafhum bersama. Apakah ini termasuk ditempat bekerja bergaul dg sebebas2nya dengan wanita dilarang tsb?

    2. Perusahaan ini membayar pajak dan royalti kepada negara kita ini, dan juga memberikan penghasilan kepada perusahaan jepang (pemilik saham) yg tentunya perusahaan jepang tsb akan membayar pajak kpd negaranya (jepang), dan kita tahu baik negara ini maupun jepang sama2 memerangi Islam dan umat Islam (mrk memerangi mujahidin di Iraq & afghan dan koalisi dg amerika & sekutunya). Apakah kiprah saya, kalau demikian, dikatakan lebih besar dari menyumbang sebatang pensil?

    3. Perusahaan sy melakukan pinjaman uang ber-riba untuk mendanai program2 investasi dan pengembangan usahanya. Apakah hal ini termasuk yg disebut “bersentuhan dg barang haram” yg mana berkiprah di perusahaan ini menjadi makruh atau haram?

    Jazaakallaah khoir sebelumnya.
    Wassalaamu’alaykum wrwb
    Pratama

    • Wa’alaikumussalam wr wb. Al hamdululillah,pemahaman anda terhadap Islam dalam perkara ini cukup baik,terutama bermuamalah dengan orang kafir.Seorang muslim dalam segala aspek hidupnya mestilah kembali kepada kitab Allah dan Sunnah Nabi.Jika kita telah mengetahui bahwa segolongan manusia termasuk didalam nya satu perusahaan kafir yang jelas memerangi Islam dan umatnya maka kita tidak berada disitu,karena keberadaan disitu sebagai pekerja berarti membantu kelancaran perusahaan mereka,sedang hal itu dilarang oleh Al Qur’an. Perhatikan firman Allah:”Bertolong-tolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa,dan janganlah kamu bertlg-tlgan dam perbuatan dosa dan permusuhan (QS Al Maidah 5:2).Orang-orang kafir selalu memusuhi orang Islam dan memeranginya baik secara langsung atau tidak langsung sehingga orang-orang Islam itu murtad dari agamanya. (QS Al Baqarah 2:217). Dengan keterangan ayat diatas,anda dapat mengambil sikap yang jelas dan tegas.Untuk itu mohonlah hidayah kepada Allah dengan melakukan shalat istiharah dua rakat,insya Allah akan diberi kemudahan. Selamat menbaca ayat-ayat yang ditun jukkan itu.

  11. terima kasih ustadz. blog ini sangat bermanfaat

  12. Assalamualaikum
    Ustadz terima kasih bnyak atas tulisannya
    saya ingin belajar agama lebih dalam dan ingin bergabung di Majelis mujahidin, karena Lajnah majelis mujahidin yg berada di dekat jalan panjang cidodol sudah pindah sekarang..
    mohon bantuannya..

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.