in

Dimanakah Letak (posisi) Kita Sebagai Kaum Muslimin Saat Ini?

Q : Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz, tak bosan ana bertanya nich… begini Ust…ana barusan pulang pengajian, Ust. yang berceramah itu mengatakan bahwa qur’an dan sunnah itu adalah peta dan kompas….dan kita pun jika memegang itu harus tahu posisi kita sekrang itu dimana menurut quran dan sunnah.

Pertanyaan ana kali ini, dimanakah letak (posisi) kita sebagai kaum muslimin saat ini ust?? kalo melihat perjalanan Rasul?? mohon jawabannya ??? untuk penjelasan kepada ikhwan & akhwat semua….agar kita tahu apa yang harus kita lakukan sekarang…….dan apakah benar, kewajiban berperang fisik itu hanya berlaku kalo diantara umat mukmin dan kafir sudah ada garis pemisah…??? mohon penerangannya…

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Irhaby_22
[email protected]

A : Wa’alaikum salam Wr. Wb.

Ummat Islam sepanjang masa senantiasa berada dalam dua kondisi :

Pertama : Sebagai Hakim (Penguasa atau yang memegang kekuasaan).

Kedua : Mahkum ‘alaih (Yang dikuasai).

Contoh Rasulullah Saw sebelum berkuasa, beliau menggunakan seluruh waktu untuk berdakwah kepada Allah dan menjauhi Thagut, tidak kompromi dengan nya dan tidak membantu orang yang mujrim (berdosa) dan orang-orang kafir dan Dzalim dan disuruh berjihad menentang mereka.

Dalil :

  1. QS. An Nahl 16:36 (Sembahlah Allah saja dan jauhilah taghut).
  2. QS. Al Furqan 25:52 (Janganlah kamu mentaati orang-orang yang kafir itu dan bejihadlah kamu melawan mereka dengan Al Qur’an).
  3. QS. Hud 11;113 (Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang dzalim itu yang menyebabkan kamu disentuh oleh api neraka. Siapakah orang yang kafir dan dzalim itu ? Al Qur’an menjelaskan: Barangsiapa tidak menghukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah adalah Kafir,dzalim dan fasik (Qs A Maidah :44,45,47)

Selama Rasulullah Saw di kota Makkah, beliau dan sahabat-sahabatnya gagah dan perkasa menghadapi toghut tanpa kompromi meskipun thoghut memberi tekanan hebat kepada Rasulullah Saw dan menyiksa para sahabat nya bahkan ada yang dibunuh seperti Yasir dan isterinya. Beliau tidak mau kerja sama dengan sistem demorasi jahiliyah kaum Musyrikin, beliau keras dan tegas dalam masalah aqidah dan Syari’ah. (Baca QS Al Fatah 48:29).

Ketika tekanan demikian kuatnya dari kafir musyrik, Allah Swt memberi tahu rencana jahat mereka dengan turunnya QS Al anfal 8:30, beliau mendapat izin utk berhijrah ke Madinah, sebelumnya beliau memerintahkan sahabatnya hijrah keThaif. Setelah sampai Madinah beliau dan sahabat-sahabatnya mendirikan masjid Quba,selanjutnya mempersaudarakan anaara Muhajirin dan Anshar, dan setelah beberapa waktu turunlah perintah persiapan untuk berjihad dan berperang . (baca QS al Anfal 8:60). Maka berlakulah Perang Badar, perang Uhud, Perang Khandaq, Perjanjian hudaibiyah dsb. Setelah itu terjadi Futuh makkah, maka berkuasalah Rasulullah atas semenanjung Arab dan tegaklah Daulah Islamiyah Madinah dan Makkah. Itulah sirah ringkas perjalanan dakwah dan jihad Rasulullah dan para Sahabatnya.

Maka jika dilihat sirah ini, Rasulullah Saw mendapatkan kekuasaan dengan dakwah dan jihad bukan dengan demokrasi dan pemilihan umum. Setelah beliau wafat, kekuasaan diteruskan oleh para khalifah dari sahabat-sahabt beliau, kemudian tabi’un dan tabiut Tabiin, kemudian runtuhlah kekhalifahan Islam pada 3 Maret 1924 M. Maka dengan demikan kedudukan kaum Muslimin pada hari ini ialah sebagai mahkumun ‘Alaih (Orang-orang dikuasai dan diperintah) oleh sistem kafir jahiliyah. Maka kewajiban kaum Muslimin ialah terus berdakwah dan berjihad untuk tegaknya syari’ah Islam dan khilafatul muslimin dengan sistem dakwah dan jihad, bukan dengan sistem demokkrasi thagut kafirin. Dan barangsiapa kaum Muslimin yang tidak mengikuti Sunnah Rasulullah saw didalam dakwah dan perjuangannya bahkan mereka mengikuti jalan nya orang yang tidak beriman, maka allah ancam dengan nereka jahannam.

Al Qur’an menerangkan: ”Barang siapa yang mendurhakai Rasul setelah jelas petunjuk baginya, maka Allah biarkan dia bergelimang dosa dalam kesesatannya dan kemudian Allah akan seret kedalam neraka jahannam, dan itulah tempat kembali yang paling jelek (QS An Nisa 4:115).

Semoga bermanfaat penjelasan ringkas ini, dan silikan baca buku Rajulun Soleh (Lelaki sholeh) untuk menambah wawasan. Alhamdulillah. Wallahu’alam bishowab…

What do you think?

Written by Ukasyah (Admin)

Comments

Leave a Reply
  1. syukran atas pencerahnnya ust…Alhamdulilah…..Semoga kebaikan ust. dicatat oleh Alloh SWT, amiiiiiiiin

  2. tanya ust; bagaimana dengan posisi seorang PNS, apakah sebaiknya ia tetep pada posisinya atau meninggalkannya?

    karena pemerintahan ini tidak berhukum dengan hukum ALLAH

  3. Assalamu’alaikum ust…semoga ust selalu ada dalam lindungan Alloh amiin…
    begini ust, saat ini ana sedang dilanda kebingungan. ana sekarang mendirikan perusahaan berbentuk CV, nah cv ini bergerak dalam usaha perdagangan umum..yang notabene perusahaan ini banyak bekerjsama dengan instansi pemerintah dalam pengadaan ATK, pengadaan barang lainnya….
    yang jadi pertanyaan, bagaimana nilai usaha ana ini ust?? apakah masih sesuai dengan syari’at atau sudah keluar dari jalur syari’at….mohon penjelasan ust…syukran

    • Ya ikhwan,bermuamalah itu bagian dari syari’ah Islam dengan siapapun meskipun dengan orang kapir. Qaidahnya adalah sebuah hadits yang berbunyi: LAA DHARARA WALAA DHIRARAartinya jangan memudaratkan dan jangn dimudaratkan. maka muamlah dasarnya adalah jujur dan tidak menipu serta tidk berbohong.oleh karena itu tidak mengapa dengan usaha yang dijalankan sekarang.

  4. ust,ana masih kurang faham masalah penafsiran orang yang tidah mau berhukum dengan hukum ALLAH kan ia disbt kafir ,dhzalim.fasik.3 macam ini langsung mensifati orang nya ta,sebab ada orang yang bilang sama ana tergantung orang nya dimana posisi mereka waktu mengingkari hukum tersebut.syukron.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Bolehkah Seorang Wanita Ikut Shalat Jum’at ?

Tanda Hati Yang Mendapat Petunjuk