<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>abujibriel.com &#187; bencana</title>
	<atom:link href="http://www.abujibriel.com/tag/bencana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.abujibriel.com</link>
	<description>Al Qur&#039;an Sebagai Pedoman, Pedang Sebagai Pengawal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Aug 2010 17:37:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Musibah &amp; Bala Bencana Adalah Teguran Dari Allah</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/musibah-bala-bencana-adalah-teguran-dari-allah/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/musibah-bala-bencana-adalah-teguran-dari-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 14:42:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Syakhsiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[azab]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[teguran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[Dari berbagai rangkaian musibah, ujian dan bala bencana yang menimpa manusia, khususnya negeri ini, adalah karena perbuatan maksiat dan dosa mereka kepada Allah Swt dan RasulNya dalam merespon dakwah para Nabi dan Rasul-rasul Allah Swt. Selain itu mereka juga mendustakan ayat-ayat Allah, mengkufuri nikmat-nikmatNya dan menukarkan kenikmatan itu dengan kekafiran, serta para penguasa dan pembesar-pembesarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari berbagai rangkaian musibah, ujian dan bala bencana yang menimpa manusia, khususnya negeri ini, adalah karena perbuatan maksiat dan dosa mereka kepada Allah Swt dan RasulNya dalam merespon dakwah para Nabi dan Rasul-rasul Allah Swt. Selain itu mereka juga mendustakan ayat-ayat Allah, mengkufuri nikmat-nikmatNya dan menukarkan kenikmatan itu dengan kekafiran, serta para penguasa dan pembesar-pembesarnya menukar hukum Allah dengan hukum jahiliyah dan kecenderungan masyarakat memilih serta mengikuti tradisi nenek moyang dengan ajaran sesatnya yang bertolak belakang dari hidayah dan Sunnah Rasulullah Saw.</p>
<p>Al Qur&#8217;an menjelaskan, membenarkan hal tersebut, Allah Swt berfirman:</p>
<blockquote><p><em>“Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.”</em> <strong>(QS. Al Qhashash, 28 : 59)</strong><span id="more-576"></span></p></blockquote>
<p>FirmanNya lagi:</p>
<blockquote><p><em>“Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.”</em> <strong>(QS. Hud : 117)</strong></p></blockquote>
<p>FirmanNya lagi:</p>
<blockquote><p><em>“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” </em><strong>(QS. An Nisaa : 147)</strong></p></blockquote>
<p>FirmanNya lagi:</p>
<blockquote><p><em>“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.&#8221; </em><strong>(QS. Al Isra, 17 : 16)</strong></p></blockquote>
<p>FirmanNya lagi:</p>
<blockquote><p><em>“Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).” </em><strong>(QS. Al Isra, 17 : 58)</strong></p></blockquote>
<p>FirmanNya lagi:</p>
<blockquote><p><em>“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kamu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari dosa-dosamu.” </em><strong>(QS. As Syura, 42 : 30)</strong></p></blockquote>
<p>FirmanNya lagi:</p>
<blockquote><p><em>“Dan Allah Telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” </em><strong>(QS. An-Nahl, 16 : 112)</strong></p></blockquote>
<p>FirmanNya lagi:</p>
<blockquote><p><em>“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? Yaitu neraka Jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan Itulah seburuk-buruk tempat kediaman.”</em> <strong>(QS. Ibrahim, 14 : 28-29)</strong></p></blockquote>
<p>FirmanNya lagi:</p>
<blockquote><p><em>“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan dimuka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat yang diderita oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih kuat dri merka,mereka telah mengolah bumi dan memakmurkannya lebih banyak dari apa yang mereka makmurkan.Dan telah datang kepada mereka Rasul-rasul mereka dengan membawa keterangan dan bukti-bukti yang nyata.Maka Allah sekali-kali berlaku dzalim kepada mereka ,tetapi merekalah yang berlaku dzalim terhadap dir mereka.Kemudian akibat orang-orang yang melakukan kedurhakaan dan kejahatan adalah azab siksa yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-olok.”</em> <strong>(QS. Rum, 30 : 9-10).</strong></p></blockquote>
<p>Dan firmanNya lagi:</p>
<blockquote><p><em>“(ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: &#8220;Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya&#8221;. (Allah berfirman): &#8220;Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, Maka Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana&#8221;. Kalau kamu melihat ketika Para Malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): &#8220;Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar&#8221;, (tentulah kamu akan merasa ngeri), demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya, (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir&#8217;aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi amat keras siksaan-Nya, (siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri [Allah tidak mencabut nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada sesuatu kaum, selama kaum itu tetap taat dan bersyukur kepada Allah.], dan sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui, (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir&#8217;aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya, maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir&#8217;aun dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim. Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.” </em><strong>(QS. Al An fal, 8 : 49-55)</strong></p></blockquote>
<p>Demikianlah di antara ayat-ayat Allah yang menerangkan sebab-sebab datangnya musibah dan bala bencana.</p>
<p>Rasulullah Saw juga menerangkan akan sebab-sebab musibah dalam haditsnya:</p>
<p>Berkata Ummu Salamah, istri Rasulullah Saw, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda:</p>
<blockquote><p><em>“Jika timbul maksiat pada ummatku, maka Allah akan menyebarkan azab-siksa kepada mereka.”</em> Aku berkata : Wahai Rasulullah, apakah pada waktu itu tidak ada orang-orang shalih? Beliau menjawab: <em>“ada!”</em>. Aku berkata lagi: Apa yang akan Allah perbuat kepada mereka? Beliau menjawab: <em>“Allah akan menimpakan kepada mereka azab sebagaimana yang ditimpakan kepada orang-orang yang berbuat maksiat, kemudian mereka akan mendapatkan keampunan dan keredhaan dari dari Rabbnya.” </em><strong>(HR. Imam Ahmad)</strong></p></blockquote>
<p><strong>Lima Sebab Datangnya Azab dan Siksa Allah.</strong></p>
<p>Rasulullah Saw bersabda:</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Bagaimana kalian apabila terjadi lima perkara, dan aku berlindung kepada Allah mudah-mudahan lima perkara itu tidak terjadi pada kamu atau kamu tidak menjumpainya, yaitu,<br />
</em></p>
<ol>
<li><em>Tidaklah perbuatan zina itu tampak pada suatu kaum, dikerjakan secara terang-terangan, melainkan tampak dalam mereka penyakit ta&#8217;un dan kelaparan yang tidak pernah dijumpai oleh nenek moyang dahulu.</em></li>
<li><em>Dan tidaklah kaum itu menahan zakat, melainkan mereka ditahan oleh Allah turunnya hujan dari langit, andai kata tidak ada binatang ternak tentu mereka tidak akan dihujani.</em></li>
<li><em>Dan tidaklah kaum itu mengurangi takaran dan timbangan, melainkan mereka disiksa oleh Allah dengan kesengsaraan bertahun-tahun dan sulitnya kebutuhan hidup dan nyelewengnya penguasa.</em></li>
<li><em>Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka itu menghukumi dengan selain kitab yang diturunkan oleh Allah, melainkan mereka akan dikuasai oleh musuh yang merampas sebagian kekuasaan mereka.</em></li>
<li><em>Dan tidaklah mereka itu menyia-nyiakan kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya, melainkan Allah menjadikan bahaya di antara mereka sendiri.”</em> <strong>(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)</strong></li>
</ol>
</blockquote>
<p><strong>Lima Belas Perkara Mendatangkan Musibah &amp; Bala Bencana.</strong></p>
<p>Dari Ali bin Abi Thalib Ra berkata: Rasulullah Saw bersabda: <em></em></p>
<blockquote><p><em>&#8220;Apabila umatku telah melakukan lima belas perkara, maka halal baginya (layaklah) ditimpakan kepada mereka bencana.” </em></p></blockquote>
<p>Ditanyakan, apakah lima belas perkara itu wahai Rasulullah?</p>
<p>Rasulullah Saw bersabda: <em> </em></p>
<blockquote><p><em>&#8220;Apabila…</em></p>
<ol>
<li><em>Harta rampasan perang (maghnam) dianggap sebagai milik pribadi,</em></li>
<li><em>Amanah (barang amanah) dijadikan sebagai harta rampasan,</em></li>
<li><em>Zakat dianggap sebagai cukai (denda),</em></li>
<li><em>Suami menjadi budak istrinya (sampai dia),</em></li>
<li><em>Mendurhakai ibunya,</em></li>
<li><em>Mengutamakan sahabatnya (sampai dia),</em></li>
<li><em>Berbuat zalim kepada ayahnya,</em></li>
<li><em>Terjadi kebisingan (suara kuat) dan keributan di dalam masjid (yang bertentangan dengan syari&#8217;ah),</em></li>
<li><em>Orang-orang hina, rendah, dan bejat moralnya menjadi pemimpin umat (masyarakat),</em></li>
<li><em>Seseorang dihormati karena semata-mata takut dengan kejahatannya,</em></li>
<li><em>Minuman keras (khamar) tersebar merata dan menjadi kebiasaan,</em></li>
<li><em>Laki-laki telah memakai pakaian sutera,</em></li>
<li><em>Penyanyi dan penari wanita bermunculan dan dianjurkan,</em></li>
<li><em>Alat-alat musik merajalela dan menjadi kebanggaan atau kesukaan,</em></li>
<li><em>Generasi akhir umat ini mencela dan mencerca generasi pendahulunya;</em></li>
</ol>
<p><em>Apabila telah berlaku perkara-perkara tersebut, maka tunggulah datangnya malapetaka berupa; taufan merah (kebakaran), tenggelamnya bumi dan apa yang diatasnya ke dalam bumi (gempa bumi dan tananh longsor), dan perubahan-perubahan atau penjelmaan-penjelmaan dari satu bentuk kepada bentuk yang lain.”</em> <strong>(HR. Tirmidzi, 2136)</strong></p></blockquote>
<p>Itulah perkara-perkara yang menyebabkan suatu negeri mengalami kekacauan, kehancuran, kesempitan, kemelaratan, perseteruan, dan perpecahan satu sama lainnya, antara rakyat dengan rakyat dan rakyat dengan penguasa. Korupsi dan ketidakadilan merajalela, segala macam penyakit bermunculan menimpa manusia, yang benar-benar menyulitkan dan membinasakan kehidupan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan.</p>
<p>Oleh sebab itulah, Rasulullah Saw berdoa agar sahabat-sahabatnya tidak menjumpai keadaan yang demikian dahsyat dan terpuruknya. Dari semua perkara yang menyebabkan datangnya siksa dan azab itu. Insya Allah akan berakhir jika manusia dan kaum Muslimin khususnya kembali kepada Allah dan Rasul Nya, berpegang teguh kepada Dinullah (Islam yang sebenar-benarnya, menurut Al Qur’an dan As Sunnah) mengikut petunjuk Rasulnya.</p>
<p>Sebagai penutup, renungkanlah firman Allah Swt berikut serbagai introfeksi kita semua:</p>
<blockquote><p><em>”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri <strong>Beriman dan Bertakwa</strong>, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”</em> <strong>(QS. Al A&#8217;raf, 7: 96)</strong></p></blockquote>
<p><em>Wallahu’alam bis showab&#8230;</em></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Download makalah asli klik link berikut:</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a title="MUSIBAH &amp; BALA BENCANA ADALAH TEGURAN DARI ALLAH" href="http://www.mediafire.com/file/mm1m2ttmo5a/MUSIBAH &amp; BALA BENCANA ADALAH TEGURAN DARI ALLAH (www.abujibriel.com).pdf" target="_blank">PDF</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/musibah-bala-bencana-adalah-teguran-dari-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musibah, Ketika Allah Murka!</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/musibah-ketika-allah-murka/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/musibah-ketika-allah-murka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 15:09:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[cobaan]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abujibriel.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Musibah jebolnya tanggul Situ Gintung menyisakan banyak pertanyaan. Sebagian masyarakat menyalahkan kelalaian pemerintah akibat tidak melakukan pemeliharaan tanggul Situ Gintung yang sudah tua tersebut. Sebagian mempertanyakan sikap dan perilaku masyarakat (juga pemerintah) yang tidak &#8216;bersahabat&#8217; dengan alam, sehingga alam murka dan datanglah musibah. Mengapa tidak pernah ditanyakan apa sebabnya alam bisa murka ? Siapa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Musibah jebolnya tanggul Situ Gintung menyisakan banyak pertanyaan. Sebagian masyarakat menyalahkan kelalaian pemerintah akibat tidak melakukan pemeliharaan tanggul Situ Gintung yang sudah tua tersebut. Sebagian mempertanyakan sikap dan perilaku masyarakat (juga pemerintah) yang tidak &#8216;bersahabat&#8217; dengan alam, sehingga alam murka dan datanglah musibah. Mengapa tidak pernah ditanyakan apa sebabnya alam bisa murka ? Siapa yang menciptakan alam dan memerintahkannya untuk murka ? Perbuatan atau maksiat apa yang dilakukan masyarakat sehingga Allah murka ?</p>
<p><strong>Alam Marah Atau Allah Murka ?</strong><br />
Hingga saat ini masih banyak manusia meyakini bahwa semua musibah-musibah yang terjadi di dunia, apakah gempa, tsunami, longsor, banjir bah, angin topan, dan sebagainya adalah karena alam yang marah atau murka kepada manusia. Manusia dianggap telah merusak lingkungan, maka marahlah alam. Betulkah demikian ?</p>
<p>Rasulullah Saw bersabda :<br />
<em>“Umat ini akan mengalami khasaf (tanah runtuh), masakh (dirubah bentuknya), dan pembunuhan, jika alat musik dan khamr (minuman keras) merajalela.”</em> <strong>(Musnad Abu Ya’la)</strong><span id="more-201"></span></p>
<p>Badai, banjir, adalah termasuk pasukan Allah I, yang dikirim kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Ketika sebuah musibah atau bencana terjadi, maka seharusnya kita berfikir dan merenung, kemaksiatan apa yang telah kita lakukan sehingga Allah mengirimkan bencananya kepada kita. Larangan-larangan apa saja yang kita kerjakan sehingga Allah murka dan mengirim-kan pasukannya berupa air bah dan sebagainya.</p>
<p>Syekh Muhammad Rowi, seorang ulama dari Kairo, Mesir, mengatakan :<br />
Saya ingin mengingatkan, bahwa gempa dapat terjadi dimana saja. Maka itu adalah peringatan bagi seluruh makhluk agar mereka sadar bahwa bumi yang telah Allah jadikan sebagai tempat tinggal mereka tunduk terhadap perintah Allah.</p>
<p>Demikianlah Allah I mengingatkan orang-orang yang lalai, dengan mendatangkan tanda-tanda dan peringatan-Nya.</p>
<p><em>“&#8230;Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.”</em> <strong>(QS. Al Isra’ : 59)</strong></p>
<p><em>“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?” </em><strong>(QS. Al A’raf : 7)</strong></p>
<p><em>“Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu dhuha ketika mereka sedang bermain?”</em><strong> (QS. Al A’raf : 98)</strong></p>
<p><em>“Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah, tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi.”</em><strong> (QS. Al A’raf : 99)</strong></p>
<p>Hal paling penting dari musibah yang terjadi adalah mengambil pelajaran dari bencana-bencana ini. Setiap bencana yang terjadi bisa jadi itu merupakan peringatan bagi manusia bahwa mereka lemah dan tidak mampu menolak bencana seperti ini, atau mereka telah berjalan jauh menyimpang dari syari&#8217;at Allah. Lalu dengan bencana ini Allah ingin meluruskan kembali jalan manusia dan menjadikan mereka kembali pada-Nya.</p>
<p><strong>Hikmah Musibah.</strong></p>
<p><strong>Ibnu Qayyim</strong> berkata:<br />
“Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusanNya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah. Namun akal kita sangat terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia dibawah sinar matahari. Dan ini pun hanya kira-kira, yang sebenarnya tentu lebih dari sekedar gambaran ini.”</p>
<p><strong>Diantara beberapa hikmah yang bisa kami kutip diantaranya:</strong><br />
1. Sabar sebagai konsekuensi menghadapi kesulitan dan kesusahan. Allah berfirman: <em>“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan&#8230;”</em><strong> (QS. Al-Baqarah : 155-157)</strong></p>
<p>2. Menghapuskan dosa dan kesalahan. Allah berfirman:<em> “&#8230;dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan-mu).” </em><strong>(QS. Asy-Syura : 30)</strong></p>
<p>Dari Sahabat Abu Hurairah dan Abu Sa&#8217;id Ra : Rasulullah Saw bersabda:<em> “Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah gulanaan hingga duri yang menusuknya melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya.”</em> <strong>(HR. Bukhari)</strong></p>
<p>3. Dicatat sebagai kebaikan dan derajat ditinggikan. <em>“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya.” </em><strong>(HR. Muslim)</strong></p>
<p>4. Jalan menuju syurga. Allah berfirman dalam sebuah hadist qudsi: <em>“Tidaklah ada suatu balasan (yang lebih pantas di sisiKu bagi hambaKu yang beriman, jika Aku telah mencabut nyawa kesayangannya dari penduduk dunia kemudian dia bersabar atas kehilangan orang kesayanagnnya itu, melainkan Surga.” </em><strong>(HR. Bukhari)</strong></p>
<p>5. Membawa keselamatan dari api neraka. <em>“Janganlah kamu mencacimaki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi”</em> <strong>(HR. Muslim)</strong></p>
<p>6. Mengembalikan hamba kepada Rabb-nya dan mengingat kelalaiannya. Allah berfirman:<em> “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami timpa mereka dengan kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk dan merendahkan diri.”</em><strong> (QS. Al-An&#8217;am : 42)</strong></p>
<p>7. Mensucikan hati. Ibnu Qayyim radiallahuanhu berkata:<br />
<em>“Hati dan ruh bisa mengambil manfaat dari penderitaan dan penyakit yang merupakan urusan yang tidak bisa dirasakan kecuali jika di dalamnya ada kehidupan. Kebersihan hati dan ruh tergantung kepada penderitaan badan dan kesulitannya.”</em><strong> (Tuhfatul Mariidh hal 25) </strong></p>
<p><em>Wallahu&#8217;alam bis showab!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/musibah-ketika-allah-murka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
