<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Memilih Pemimpin Syari&#039;ah</title>
	<atom:link href="http://www.abujibriel.com/memilih-pemimpin-syariah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.abujibriel.com/memilih-pemimpin-syariah/</link>
	<description>Al Qur&#039;an Sebagai Pedoman, Pedang Sebagai Pengawal</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 23:33:13 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: Pulsa Elektrik</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/memilih-pemimpin-syariah/comment-page-1/#comment-517</link>
		<dc:creator>Pulsa Elektrik</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 20:22:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=493#comment-517</guid>
		<description>Bagaimana Sikap Ustadz terhadap pemimpin negeri ini?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana Sikap Ustadz terhadap pemimpin negeri ini?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: syaikulannam</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/memilih-pemimpin-syariah/comment-page-1/#comment-467</link>
		<dc:creator>syaikulannam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 14:31:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=493#comment-467</guid>
		<description>ass wr wb,ustsd abu, saya pendatang baru,hampir 7th saya mengamati berita para ihwan dan para ustad di indonesia,harga diri mereka di injak2 dan kehormatan mereka di tindas di zolimi oleh parah densus yg biadap harga diri mereka tdk ada harganya,di bunuh di siksa hati ini menjerit menangis melihat mereka,apa yang harus kita lakukan untuk membela mereka?tolong jawabanya ustads.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass wr wb,ustsd abu, saya pendatang baru,hampir 7th saya mengamati berita para ihwan dan para ustad di indonesia,harga diri mereka di injak2 dan kehormatan mereka di tindas di zolimi oleh parah densus yg biadap harga diri mereka tdk ada harganya,di bunuh di siksa hati ini menjerit menangis melihat mereka,apa yang harus kita lakukan untuk membela mereka?tolong jawabanya ustads.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/memilih-pemimpin-syariah/comment-page-1/#comment-365</link>
		<dc:creator>abu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 05:57:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=493#comment-365</guid>
		<description>assalamu alaikum wr wb ust bolehkah ana bertanya sebelum nya ana minta maaf kalau pertanyaan ana kurang berbobot, tapi ana pengen tahu yg sesungguh nya karena dalam perasaan ana merasa bimbang dan ragu, apa kah uang yg ana dapat kan ini haram atau nggak soalnya ana bekerja di pabrik nya orang amerika, tolong ust ana di kasih penjelasan dan pencerahan yg sejelas2x nya biar ana nggak bimmbang dalam mencari rezki,sebelum nya banyak2x terima kasih ust.

waalaikum salam wr wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu alaikum wr wb ust bolehkah ana bertanya sebelum nya ana minta maaf kalau pertanyaan ana kurang berbobot, tapi ana pengen tahu yg sesungguh nya karena dalam perasaan ana merasa bimbang dan ragu, apa kah uang yg ana dapat kan ini haram atau nggak soalnya ana bekerja di pabrik nya orang amerika, tolong ust ana di kasih penjelasan dan pencerahan yg sejelas2x nya biar ana nggak bimmbang dalam mencari rezki,sebelum nya banyak2x terima kasih ust.</p>
<p>waalaikum salam wr wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/memilih-pemimpin-syariah/comment-page-1/#comment-364</link>
		<dc:creator>abu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 05:46:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=493#comment-364</guid>
		<description>allohu akbar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>allohu akbar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Qsembilan</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/memilih-pemimpin-syariah/comment-page-1/#comment-211</link>
		<dc:creator>Qsembilan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 07:27:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=493#comment-211</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaykum, Ustad Abu, ijinkan sy sumbang jawaban kpd pertanyaan Abdullah. Bro Abdullah, perlu difahami bahwa berpartai dlm demokrasi yg kita kenal, itu artinya bergabung, berkecimpung, mendukung demokrasi tsb, sedangkan demokrasi tsb adalah cara hidup kufur. Kenapa cara hidup kufur? Karena demokrasi yg kita kenal tsb melawan ketentuan Allah, saya beri dua alasan saja, sbb:
1. Dalam demokrasi, orang memilih orang untuk membuat hukum halal dan haram. Contoh: peserta pemilu mencoblos untuk pilih anggota legislatif yg nantinya mrk membuat undang-undang untuk ditaati org.
Dalam Islam, hak membuat dan menetapkan hukum halal dan haram hanya milik Allah. Rasulullah SAW sabda bhw mentaati ketentuan halal &amp; haram yg dibuat orang sama dengan menyembah orang tsb, artinya syirik. Demokrasi melembagakan kesyirikan.

2. Demokrasi yg kita kenal ini menyamakan hak seorang mukmin dg seorang kafir. Contoh: Dlm pemilu, tiap peserta pemilu (kafir atau mukmin) memiliki hak coblos satu suara. Padahal Allaah SWT firmankan bhw tidak sama org mukmin dan orang kafir, baik hidupnya atau matinya. Cara hidup voting dlm demokrasi ini, yg mana pemberi suara adalah kafirin dan mukmin dan mukmin disamakan hak suaranya dg kafirin, akan hasilkan produk dan penegakan hukum, aturan, undang-undang yg tidak memihak kpd Islam, tp memihak kpd pemilik suara terbanyak. Dg turut dlm demokrasi tsb, seolah seorg muslim siap menerima konsekuensi hasil dan produk demokrasi, seolah siap menerima undang2 dan penegakan hukum yg tidak sesuai bahkan bertentangan dg hukum Allah.

Setelah kita tahu bhw demokrasi itu bertentangan dg Islam, bahkan termasuk ideologi syirik karena di dalamnya dilegalkan kesyirikan yaitu pembuatan hukum oleh selain Allah, maka berkecimpung di dalamnya tentu saja haram, syirik.

Allaah perintahkan kita berlepas diri dari, bahkan membenci dan memusuhi, pelaku kekafiran (kesyirikan) dan perbuatannya. Silakan baca dlm alQuran surat 60:AlMumtahanah ayat 4. Merujuk kpd ayat al Quran ini, maka anda harus mengingatkan ustad yg berpolitik tadi, dan jika tidak bersedia diingatkan untuk kembali kpd jalan yg benar, anda harus berlepas diri, menunjukkan kebencian dan permusuhan kepadanya, sampai dia kembal kpd iman (dg meninggalkan demokrasi).

Wassalaamu&#039;alaykum wrwb
Qsembilan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaykum, Ustad Abu, ijinkan sy sumbang jawaban kpd pertanyaan Abdullah. Bro Abdullah, perlu difahami bahwa berpartai dlm demokrasi yg kita kenal, itu artinya bergabung, berkecimpung, mendukung demokrasi tsb, sedangkan demokrasi tsb adalah cara hidup kufur. Kenapa cara hidup kufur? Karena demokrasi yg kita kenal tsb melawan ketentuan Allah, saya beri dua alasan saja, sbb:<br />
1. Dalam demokrasi, orang memilih orang untuk membuat hukum halal dan haram. Contoh: peserta pemilu mencoblos untuk pilih anggota legislatif yg nantinya mrk membuat undang-undang untuk ditaati org.<br />
Dalam Islam, hak membuat dan menetapkan hukum halal dan haram hanya milik Allah. Rasulullah SAW sabda bhw mentaati ketentuan halal &amp; haram yg dibuat orang sama dengan menyembah orang tsb, artinya syirik. Demokrasi melembagakan kesyirikan.</p>
<p>2. Demokrasi yg kita kenal ini menyamakan hak seorang mukmin dg seorang kafir. Contoh: Dlm pemilu, tiap peserta pemilu (kafir atau mukmin) memiliki hak coblos satu suara. Padahal Allaah SWT firmankan bhw tidak sama org mukmin dan orang kafir, baik hidupnya atau matinya. Cara hidup voting dlm demokrasi ini, yg mana pemberi suara adalah kafirin dan mukmin dan mukmin disamakan hak suaranya dg kafirin, akan hasilkan produk dan penegakan hukum, aturan, undang-undang yg tidak memihak kpd Islam, tp memihak kpd pemilik suara terbanyak. Dg turut dlm demokrasi tsb, seolah seorg muslim siap menerima konsekuensi hasil dan produk demokrasi, seolah siap menerima undang2 dan penegakan hukum yg tidak sesuai bahkan bertentangan dg hukum Allah.</p>
<p>Setelah kita tahu bhw demokrasi itu bertentangan dg Islam, bahkan termasuk ideologi syirik karena di dalamnya dilegalkan kesyirikan yaitu pembuatan hukum oleh selain Allah, maka berkecimpung di dalamnya tentu saja haram, syirik.</p>
<p>Allaah perintahkan kita berlepas diri dari, bahkan membenci dan memusuhi, pelaku kekafiran (kesyirikan) dan perbuatannya. Silakan baca dlm alQuran surat 60:AlMumtahanah ayat 4. Merujuk kpd ayat al Quran ini, maka anda harus mengingatkan ustad yg berpolitik tadi, dan jika tidak bersedia diingatkan untuk kembali kpd jalan yg benar, anda harus berlepas diri, menunjukkan kebencian dan permusuhan kepadanya, sampai dia kembal kpd iman (dg meninggalkan demokrasi).</p>
<p>Wassalaamu&#8217;alaykum wrwb<br />
Qsembilan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ust. Abu Jibriel</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/memilih-pemimpin-syariah/comment-page-1/#comment-210</link>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 01:57:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=493#comment-210</guid>
		<description>Wa&#039;alaikumussalam wr wb.Pertanyaan anda sangat baik dan luas sekali.Jika dijawab dengan dalil-dali Qur;an dan Sunnah akan mengambil waktu yang banyak sekali dan penjelasa yang sangat panjang. Secara ringkas saja ,bahwa pemimpin yang disyari&#039;atkan oleh Al Qur&#039;an ialah minimal ciri-cirinya yang terdapat didalam qs Al Maidah 5:55 ;&quot;Sesungguhnya pemimpin kamu ialah:Allah ,Rasul Nya dan orang-orang yang beriman Yang mendirikin solat,mengeluarkan zakat dan mereka tunduk dan patuh kepada  Allah (syari&#039;at Allah swt)&quot;Dan dilarang memilih pemimpin yang mempunyai ciri yang terdapat dalam surah Al Maidah 5:51-57. Maafkan agak sibuk shg belum dapat jawab semua.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wa&#8217;alaikumussalam wr wb.Pertanyaan anda sangat baik dan luas sekali.Jika dijawab dengan dalil-dali Qur;an dan Sunnah akan mengambil waktu yang banyak sekali dan penjelasa yang sangat panjang. Secara ringkas saja ,bahwa pemimpin yang disyari&#8217;atkan oleh Al Qur&#8217;an ialah minimal ciri-cirinya yang terdapat didalam qs Al Maidah 5:55 ;&#8221;Sesungguhnya pemimpin kamu ialah:Allah ,Rasul Nya dan orang-orang yang beriman Yang mendirikin solat,mengeluarkan zakat dan mereka tunduk dan patuh kepada  Allah (syari&#8217;at Allah swt)&#8221;Dan dilarang memilih pemimpin yang mempunyai ciri yang terdapat dalam surah Al Maidah 5:51-57. Maafkan agak sibuk shg belum dapat jawab semua.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nurul</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/memilih-pemimpin-syariah/comment-page-1/#comment-209</link>
		<dc:creator>Nurul</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 09:44:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=493#comment-209</guid>
		<description>Ass.Wr.Wb.
Moho diperkenankan untuk bertanya Ustadz.
a. Bagaimana mengukur calon pemimpin yang benar-benar akan menegakan Syari&#039;ah apakah hanya cukup dari pernyataan, sikap atau programnya
b. Bagaimana memilih pemimpin di sebuah negara yang berbentuk kerajaan seperti Arab Saudi ?
C. Bagaimana  cara memilih  (teknisnya)pemimpin menurut hukum syar&#039;i?
D. Sistim negara yang sesuai dengan hukum syar&#039;i itu bagaimana ? (Malaysia kerajaan, Arab Saudi,Kuwait, Qatar kerajaan, Iran Presidensil,Afganistan saat dibawah Taliban parlementer, Afganistan  sekarang, presidensil, Pakistan Mulai dulu hingga kini parlementer pdahl mereka semua menyebut menegakan syar&#039;i.
Demikian, terima kasih. Mohon maaf apabila ada yang kurang sopan pertanyaan saya. Saya adalah keluarga mualaf yang sedang mempelajari Islam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.Wr.Wb.<br />
Moho diperkenankan untuk bertanya Ustadz.<br />
a. Bagaimana mengukur calon pemimpin yang benar-benar akan menegakan Syari&#8217;ah apakah hanya cukup dari pernyataan, sikap atau programnya<br />
b. Bagaimana memilih pemimpin di sebuah negara yang berbentuk kerajaan seperti Arab Saudi ?<br />
C. Bagaimana  cara memilih  (teknisnya)pemimpin menurut hukum syar&#8217;i?<br />
D. Sistim negara yang sesuai dengan hukum syar&#8217;i itu bagaimana ? (Malaysia kerajaan, Arab Saudi,Kuwait, Qatar kerajaan, Iran Presidensil,Afganistan saat dibawah Taliban parlementer, Afganistan  sekarang, presidensil, Pakistan Mulai dulu hingga kini parlementer pdahl mereka semua menyebut menegakan syar&#8217;i.<br />
Demikian, terima kasih. Mohon maaf apabila ada yang kurang sopan pertanyaan saya. Saya adalah keluarga mualaf yang sedang mempelajari Islam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ust. Abu Jibriel</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/memilih-pemimpin-syariah/comment-page-1/#comment-208</link>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 01:44:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=493#comment-208</guid>
		<description>Ya statment itu harus satu paket,yaitu jika senang dengan syareat Islam maka harus juga senang dengan partai dan politik yang syar&#039;ie yang benar-benar penegak syari&#039;ah.Karena partai itu hanya dua saja.yaitu partai Allah dan Partai syetan.Partai Allah disebut Hizbullah dan Partai syetan disebut  Hizbussyaitahan. Lihat Qur&#039;an surat Al Mujadilah ayat 22.Terus buka ayatnya sekarang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya statment itu harus satu paket,yaitu jika senang dengan syareat Islam maka harus juga senang dengan partai dan politik yang syar&#8217;ie yang benar-benar penegak syari&#8217;ah.Karena partai itu hanya dua saja.yaitu partai Allah dan Partai syetan.Partai Allah disebut Hizbullah dan Partai syetan disebut  Hizbussyaitahan. Lihat Qur&#8217;an surat Al Mujadilah ayat 22.Terus buka ayatnya sekarang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ma'ruf Al Farisi</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/memilih-pemimpin-syariah/comment-page-1/#comment-207</link>
		<dc:creator>Ma'ruf Al Farisi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 03:11:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=493#comment-207</guid>
		<description>Syariat Islam Yes, Politik Yes, Partai No...
menurut Ustadz atas statment tersebut, mhon tanggapan dari Ustadz</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syariat Islam Yes, Politik Yes, Partai No&#8230;<br />
menurut Ustadz atas statment tersebut, mhon tanggapan dari Ustadz</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ust. Abu Jibriel</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/memilih-pemimpin-syariah/comment-page-1/#comment-206</link>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 01:23:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=493#comment-206</guid>
		<description>Wa&#039;alaikumussalam ww.Afwan ya sdr Abdullah,agak sibuk sehinbgga tidak langsung dijawab pertanyaannya.Tentang majelis ta&#039;lim yang gurunya orang partai politik,kita harus kritisi.Jika ustaznya adalah seorang yang jujur dalam ilmu (tidak menyimpang dari al Qur&#039;an dan sunnah),maka tidak mengapa mendengar tausiah yang berdasarkan Al Qur&#039;an dan Sunnah.Tetapi apabila ustasnya menyimpang dari Al Qur&#039;an dan sunnah,apakah berada dalam partai atau diluar partai maka jauhi dia karena akan menyesatkan dari kebenaran.Adapun ust yang berada dalam partai ,mungkin saja dia belum ada wadah yang benar-benar bersih,dan keberadaannya disana hanyalah untuk berdakwah bukan tujuan cari kursi dan kuasa dan dia tau itu suatu kebatilan maka nialainya berbeda dengan yang beriman kepada demokrasi. Semoga suatu hari dia bertaubat.Mencari nya ialah dengan sering kemasjid solat berjama&#039;ah dan mendengar majelis ta&#039;lim,maka nanti akan diketahui siapa ustaz partai dan non partai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wa&#8217;alaikumussalam ww.Afwan ya sdr Abdullah,agak sibuk sehinbgga tidak langsung dijawab pertanyaannya.Tentang majelis ta&#8217;lim yang gurunya orang partai politik,kita harus kritisi.Jika ustaznya adalah seorang yang jujur dalam ilmu (tidak menyimpang dari al Qur&#8217;an dan sunnah),maka tidak mengapa mendengar tausiah yang berdasarkan Al Qur&#8217;an dan Sunnah.Tetapi apabila ustasnya menyimpang dari Al Qur&#8217;an dan sunnah,apakah berada dalam partai atau diluar partai maka jauhi dia karena akan menyesatkan dari kebenaran.Adapun ust yang berada dalam partai ,mungkin saja dia belum ada wadah yang benar-benar bersih,dan keberadaannya disana hanyalah untuk berdakwah bukan tujuan cari kursi dan kuasa dan dia tau itu suatu kebatilan maka nialainya berbeda dengan yang beriman kepada demokrasi. Semoga suatu hari dia bertaubat.Mencari nya ialah dengan sering kemasjid solat berjama&#8217;ah dan mendengar majelis ta&#8217;lim,maka nanti akan diketahui siapa ustaz partai dan non partai.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
