<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Abu Jibriel</title>
	<atom:link href="http://www.abujibriel.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.abujibriel.com</link>
	<description>Al Qur&#039;an Sebagai Pedoman, Pedang Sebagai Pengawal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Mar 2010 15:11:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hadirilah Kuliah Umum: Gurita Yahudi Dalam Kehidupan Umat Islam</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/hadirilah-kuliah-umum-gurita-yahudi-dalam-kehidupan-umat-islam/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/hadirilah-kuliah-umum-gurita-yahudi-dalam-kehidupan-umat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 15:11:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jadwal Kegiatan Ar Royyan]]></category>
		<category><![CDATA[ar-royyan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/?p=696</guid>
		<description><![CDATA[Tema:
Gurita Yahudi Dalam Kehidupan Umat Islam
Pembicara:

Ust. Reza M. Syarief
Ust. Amman Abdurrahman
Ust. Abu Muhammad Jibriel AR.

Waktu:
Jam 08.30 s/d selesai
Sabtu, 6 Maret 2010
Tempat:
Masjid Al Munawwarah, Witana Harja, Pamulang Barat
Cp:
Ikhwan: Bpk Irawan 0813 80616477
Akhwat: Tanamice 0813 14050380
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><strong>Tema:</strong></strong></p>
<p>Gurita Yahudi Dalam Kehidupan Umat Islam</p>
<p><strong>Pembicara:</strong></p>
<ol>
<li>Ust. Reza M. Syarief</li>
<li>Ust. Amman Abdurrahman</li>
<li>Ust. Abu Muhammad Jibriel AR.</li>
</ol>
<p><strong>Waktu:</strong></p>
<p>Jam 08.30 s/d selesai</p>
<p>Sabtu, 6 Maret 2010</p>
<p><strong>Tempat:</strong></p>
<p>Masjid Al Munawwarah, Witana Harja, Pamulang Barat</p>
<p><strong>Cp:</strong></p>
<p>Ikhwan: Bpk Irawan 0813 80616477</p>
<p>Akhwat: Tanamice 0813 14050380</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/hadirilah-kuliah-umum-gurita-yahudi-dalam-kehidupan-umat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadirilah Deklarasi Majelis Mujahidin LPW Jabodetabek, Tabligh Akbar &amp; Seminar</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/hadirilah-deklarasi-majelis-mujahidin-lpw-jabdetabek-tabligh-akbar-seminar/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/hadirilah-deklarasi-majelis-mujahidin-lpw-jabdetabek-tabligh-akbar-seminar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 01:21:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[deklarasi]]></category>
		<category><![CDATA[jabodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[majelis mujahidin]]></category>
		<category><![CDATA[mmi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/?p=686</guid>
		<description><![CDATA[HADIRILAH&#8230;!
DEKLARASI MAJELIS MUJAHIDIN LPW JABODETABEK, TABLIGH AKBAR DAN SEMINAR
TEMA SEMINAR:
&#8220;KOREKSI &#38; SOLUSI SYARIAT ISLAM MEMBANGUN AKHLAK BERNEGARA&#8221;
WAKTU:

DEKLARASI: 09.00 &#8211; 10.00 WIB
TABLIGH AKBAR: 10.10 &#8211; 11.00 WIB
SEMINAR: 11.10 &#8211; 14.45 WIB

TEMPAT:
GOR BEKASI, JLN. A. YANI, BEKASI BARAT.
PEMBICARA TABLIGH AKBAR:

Ust. Abu Muhammad Jibriel Abdul Rahman (Wakil Amir Majelis Mujahidin)
Ust. Sulaiman Zakhaweruz (Pembina Majelis Ta&#8217;lim Al Itqon)

PEMBICARA SEMINAR:

Ust. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>HADIRILAH&#8230;!</strong></p>
<h2 style="text-align: center;">DEKLARASI MAJELIS MUJAHIDIN LPW JABODETABEK, TABLIGH AKBAR DAN SEMINAR</h2>
<p><strong>TEMA SEMINAR:</strong></p>
<p>&#8220;KOREKSI &amp; SOLUSI SYARIAT ISLAM MEMBANGUN AKHLAK BERNEGARA&#8221;</p>
<p><strong>WAKTU:</strong></p>
<ul>
<li><strong>DEKLARASI:</strong> 09.00 &#8211; 10.00 WIB</li>
<li><strong>TABLIGH AKBAR:</strong> 10.10 &#8211; 11.00 WIB</li>
<li><strong>SEMINAR</strong>: 11.10 &#8211; 14.45 WIB</li>
</ul>
<p><strong>TEMPAT:</strong></p>
<p>GOR BEKASI, JLN. A. YANI, BEKASI BARAT.</p>
<p><strong>PEMBICARA TABLIGH AKBAR:</strong></p>
<ol>
<li>Ust. Abu Muhammad Jibriel Abdul Rahman (Wakil Amir Majelis Mujahidin)</li>
<li>Ust. Sulaiman Zakhaweruz (Pembina Majelis Ta&#8217;lim Al Itqon)</li>
</ol>
<p><strong>PEMBICARA SEMINAR:</strong></p>
<ol>
<li>Ust. Drs. Muhammad Thalib (Amir Majelis Mujahidin)</li>
<li>Prof. Dr. Jawahir Tantowi (Kepala CLDS &amp; Dosen UII Jogjakarta)</li>
<li>DR. Ali Mochtar Ngabalin (Kepala BKPRMI, mantan anggota DPR RI)</li>
</ol>
<p><strong>CONTACT PERSON:</strong></p>
<ol>
<li><strong>Abu Miqdam</strong> (0813 8061 6477)</li>
<li><strong>Muhammad</strong> (0817 913 1946)</li>
</ol>
<p><strong>MEDIA PARTNER:</strong></p>
<p>Ar Rahmah Media Network</p>
<p><a href="http://www.arrahmah.com" target="_blank">http://www.arrahmah.com</a></p>
<p><strong>NB :</strong></p>
<ul>
<li>Akan diadakan launching Buku Daurah Syar’iyyah Majelis Mujahidin, tebal buku 650 hal.</li>
<li>Diharapkan setiap mujahid/mujahidah dan simpatisan yang ingin memiliki buku tersebut infak minimal Rp. 50.000,- untuk cetak ulang.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/hadirilah-deklarasi-majelis-mujahidin-lpw-jabdetabek-tabligh-akbar-seminar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membongkar Kaki Tangan Zionis Indonesia</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/membongkar-kaki-tangan-zionis-indonesia/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/membongkar-kaki-tangan-zionis-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 14:51:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Acara]]></category>
		<category><![CDATA[abu jibriel]]></category>
		<category><![CDATA[munarman]]></category>
		<category><![CDATA[zionis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/?p=680</guid>
		<description><![CDATA[Pamulang (Arrahmah.com) &#8211; Sabtu 6 Februari 2010, Majelis Ilmu Ar Royyan menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk &#8220;Membongkar Kaki Tangan Zionis Indonesia&#8221; di Masjid Al Munawwarah. Selaku nara sumber yaitu Munarman, SH dan Ustadz Abu M. Jibriel Abdul Rahman.
Di awal acara, Ust Syawal selaku MC membuka acara dengan pembacaan ayat suci Alquran beserta sari tilawahnya.
Masuk sesi utama, Munarman mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pamulang (Arrahmah.com)</strong> &#8211; Sabtu 6 Februari 2010, <a title="Majelis Ilmu Ar Royyan" href="http://ar-royyan.com/" target="_blank">Majelis Ilmu Ar Royyan</a> menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk &#8220;Membongkar Kaki Tangan Zionis Indonesia&#8221; di Masjid Al Munawwarah. Selaku nara sumber yaitu Munarman, SH dan Ustadz Abu M. Jibriel Abdul Rahman.</p>
<p>Di awal acara, Ust Syawal selaku MC membuka acara dengan pembacaan ayat suci Alquran beserta sari tilawahnya.</p>
<p>Masuk sesi utama, Munarman mulai membongkar seluk beluk zionis. Istilah &#8220;Zionisme&#8221; berasal dari akar kata <em>Zion</em> atau <em>Sion</em> yang pada masa awal sejarah Yahudi merupakan sinonim dari perkataan Yerussalem. <em>Zion</em> berasal dari bahasa Inggris, dan bahasa Ibraninya adalah <em>Tsyon</em>. Arti dari istilah  ini adalah &#8220;bukit&#8221; yaitu bukit suci -Jerussalem Surgawi- juga berarti Theokrasi Yahudi. <em>Zion</em>merupakan nama bukit yang dijadikan ibu kota Israel pada masa kekuasaan Raja Daud.</p>
<p><strong>Freemansory</strong></p>
<p>Terkait dengan zionis, ada yang disebut dengan Freemansory, yaitu organisasi Yahudi Internasional, sekaligus gerakan rahasia paling besar dan paling berpengaruh di seluruh dunia. Freemansory terdiri dari dua kata yang di satukan. Free artinya bebas atau merdeka, sedangkan Mason adalah juru bangun atau pembangun.</p>
<p>Maka gerakan ini membangun kebebasan dalam segala hal, termasuk bebas dari perintah Allah SWT, bebas dari aturan-aturan agama yang sangat mengikat. Tujuan akhir dari gerakan ini adalah membangun kembali cita-cita khayalan mereka, yakni mendirikan Haikal Sulaiman atau Solomon Temple.</p>
<p>Freemason berdiri di Inggris secara resmi pada tahun 1717. Tapi tampaknya, sebelum tahun itu pun, Freemasonry telah eksis. Bahkan sejak abad sebelumnya. Beberapa anggota Freemason meyakini, mereka ada sejak zaman Fir&#8217;aun. Itu pula yang menjelaskan mengapa mereka mengenakan simbol-simbol Mesir Kuno dalam tradisi dan aktivitas ritual mereka, seperti penggunaan simbol Dewa Horus, Piramida, Matahari, dsb.</p>
<p><strong>Illuminati</strong></p>
<p>Illuminati adalah sebuah persaudaraan kuno yang pernah ada dan diyakini masih tetap ada sampai sekarang, walaupun tidak ada bukti nyata keberadaan persaudaraan ini. Illuminati berarti pencerahan baru. Penganut illuminati disebut Illuminatus yang berarti Yang Tercerahkan. Illuminati sebelumnya bernama Perfectibilists didirikan oleh Adam Weishaupt (1748-1811) seorang keturunan Yahudi.</p>
<p>Illuminatus adalah orang-orang yang mencari jawaban apa yang disebut agama sebagai misteri Tuhan. Menurut mereka dengan ilmu pengetahuan tidak ada lagi misteris Tuhan, semua ada jawabannya.</p>
<p><strong> Orientantalisme</strong></p>
<p>Orientaslisme adalah gelombang pemikiran yang mencerminkan berbagai studi ketimuran yang Islami. Gelombang pemikiran ini telah memberikan andil besar dalam membentuk persepsi Barat terhadap Islam dan dunia Islam. Caranya dengan mengungkapkan kemunduran pola pikir dunia Islam dalam rangka pertarungan peradaban antara Timur dengan Barat.</p>
<p>Orientalisme bermula dari zaman daulah Islamiyah di Andalusia. Sebagian lain mengatakan awal mula organisasi ini adalah ketika perang salib. Sasaran gerakan ini adalah; menumbuhkan keragu-raguan terhadap keyakinan umat atas kerasulan Muhammad SAW, menumbuhkan keraguan terhadap kebenaran Al Quran dan memutarbalikannya.</p>
<p>Sasaran lainnya ialah; memperkecil nilai fikih Islam dan menganggapnya sebagai adopsi dari hukum Romawi, memojokkan bahasa Arab dan menjauhkannya dari ilmu pengetahuan yang semakin berkembang, menampilkan Islam kepada sumber Yahudi dan Nasrani, dan mengkristenkan umat Islam.</p>
<p>Dalam bidang ekonomi mereka menjajah Lembaga-lembaga keuangan perusahaan raksasa. Dalam politik mereka melemahkan semangat ukhuwah Islamiyah dan memecah-belah umat agar mudah dikuasai.</p>
<p><strong>Contoh Fakta Zionis Indonesia</strong></p>
<p>Zionis berusaha menggerogoti Islam dari pinggir yaitu dari arah timur lalu akhirnya ke pusat jazirah arab. Di Indonesia sendiri ada fakta yang menunjukkan zionis sudah ada sejak zaman kerajaan.</p>
<p>Kerajaan Majapahit pada abad 12, ditemukan bukti sejarah bahwa kerajaan ini telah menggunakan tulisan Arab. Tapi sejarah ditutupi dan diarahkan bahwa kerajaan ini adalah bersifat Hindu.</p>
<p>Fakta lain, Gerakan Boedi Oetomo pun ternyata didirikan oleh orang yang dididik oleh Yahudi Internasional Freemason. Mereka mendirikan sekolah-sekolah dan perpustakaan di seluruh Indonesia</p>
<p>Contoh lagi, Gedung Bappenas, terletak di Taman Surapati, gedung ini merupakan salah satu aset kawasan Menteng, kota taman pertama di Indonesia. Gedung ini pernah dijadikan pusat pertemuan dan ritual penyembahan berhala Yahudi.</p>
<p>Baru-baru ini pemerintah Israel meluncurkan situs mereka dalam Bahasa Indonesia. Situs ini dibuat dan dikelola oleh Kedutaan Besar Israel di Singapura, sangat jelas bagaimana pemerintah Israel berusaha merebut hati orang Indonesia agar bisa diakui oleh bangsa Indonesia.</p>
<p>Satu lagi yang perlu diwaspadai ialah Israel sangat ahli dalam bidang intelijen, maka intelijen Indonesia dididik untuk memusuhi umat Islam. Apabila intel Indonesia memiliki hati nurani tidak mungkin termakan oleh mereka.</p>
<p><strong>Protokol Yahudi</strong></p>
<p>Ustadz Abu M. Jibriel Abdul Rahman sebagai pembicara kedua kembali membongkar zionis. Protokol Yahudi ialah doktrin-doktrin Yahudi Israel yang ditujukan kepada para gentile (non-yahudi) untuk mencapai tujuannya dengan berbagai cara dan tipu daya jahat, menghalalkan segala cara.</p>
<p>Beberapa protokol mereka ialah; mendorong masyarakat dunia menjadi pecandu miras dan narkoba agar pola pikir masyarakat menjadi bejat, menterapkan politik adu domba antara punguasa dan rakyat agar mudah menguasai negara tersebut, membelokkan pandangan kepada Allah SWT dan agama kepada pemikiran materi hingga sibuk memikirkan dunia daripada memikirkan agama.</p>
<p>Ustadz Abu Jibriel melanjutkan, protokol lain ialah dengan menghancurkan otoritas petinggi agama, menekan negara-negara eropa untuk membantu menebar fitnah dengan benua lain, menguasai infrastruktur sarana dan prasarana publik agar mudah mempola kehidupan negara itu, menguasai seluruh media massa sehingga berita yang dirilis sesuai dengan misi Yahudi.</p>
<p>Dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 120: <em>Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)&#8221;. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.</em></p>
<p><strong>Karakter Jahat Yahudi</strong></p>
<p>Karekter jahat Yahudi menurut Al Quran di antaranya; merubah ayat-ayat kitab Allah SWT, menulis Alkitab dengan tangan mereka lalu mengatakan ini dari Allah SWT, mencampur adukkan Al Haq dan Al Bathil, membuat dan menyembah patung sapi saat ditinggalkan Nabi Musa AS, bangsa yang keras dan pembantah karena tidak mau beriman kecuali melihat Allah SWT.</p>
<p>Hal lainnya yaitu; Yahudi adalah manusia penghianat dan ingkar janji, pemalas tapi ingin hidup mewah, pembunuh para nabi, enggan melaksanakan Taurat, menuduh Allah SWT faqir dan mereka yang kaya, menyuruh Nabi Musa dan Tuhannya berperang untuk mereka, melanggar perjanjian hari sabtu hingga mereka berubah menjadi kera.</p>
<p>Lebih sadis lagi; mereka haus darah peperangan dan pembunuhan, pembenci Nabi Muhammad SAW dan ummatnya, biang kejahatan dan kemungkaran, bangsa terlaknat karena menuduh Allah SWT mempunyai anak, pelaku terorisme, penuhan materi dan pemakan harta haram.</p>
<p><strong>Strategi Yahudi Menghancurkan Masyarakat Dunia</strong></p>
<p>Jalan pertama untuk mewujudkan cita-cita agung bahsa Yahudi ialah; menghancurkan agama dan sistem keyakinan yang ada di muka bumi. Bangsa Yahudi meletakkan agama sebagai musuh nomor satu, sebab agama adalah soko guru akhlak dan moralitas kehidupan sosial yang sehat. Ketika moral hancur maka kebejatan moral satu bangsa pasti rusak.</p>
<p>Di antara cara Yahudi merusak dan menghacurkan masyarakat dunia dan strategi zionisme untuk mencapai cita-citanya ialah; Seks bebas (bisnis utama israel adalah pelacuran), Perilaku seks sejenis (penyakit kelainan ini dipropaganda dengan dalih kebebasan hak individu atau HAM), Sastra dan Seni (mayoritas film bertajuk hedonisme, terorisme, dan porno adalah produk Yahudi), Ghazwul Fikri (perang pemikiran).</p>
<p><strong>Mengenal Musuh Islam</strong></p>
<p>Kembalikan Islam sebagai sebuah sistem, jangan jadikan Islam hanya sekedar agama. Apabila Islam hanya agama maka Yahudi bergembira, karena aktivitas Islam hanya di masjid saja, sehingga mudah di hancurkan.</p>
<p>Strategi yang digunakan oleh kaum zionis adalah dengan mempelajari musuhnya. Sedangkan kelemahan kaum muslimin adalah tidak mempelajari musuh-musuh Islam, bahkan tidak ingat siapa musuhnya. Maka sekarang kita pelajari siapa musuh Islam? Apa ide mereka? Isi kitab suci mereka? Bagaimana konsep mereka?</p>
<p><em>Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu Hanya semata-mata untuk Allah. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), Maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.</em> (QS. Al Baqarah, 2:193).</p>
<p>(M. Arifin Sholeh/arrahmah.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/membongkar-kaki-tangan-zionis-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyongsong Harapan Kejayaan Islam</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/menyongsong-harapan-kejayaan-islam/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/menyongsong-harapan-kejayaan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 05:55:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Syakhsiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=678</guid>
		<description><![CDATA[Kaum Muslimin sangat merindukan kembalinya kejayaan Islam, agar dapat menciptakan dunia yang penuh kedamaian, kesejahteraan, kasih sayang, keadilan dan persatuan bagi segenap umat manusia. Harapan ini merupakan missi Islam yang diproklamirkan oleh Rasulullah Saw sejak beliau memulai dakwahnya di Makkah yang dikenal dengan misi Rahmatan lil Alamin.
Upaya melanjutkan misi ini, merupakan amanah yang menjadi tanggung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kaum Muslimin sangat merindukan kembalinya kejayaan Islam, agar dapat menciptakan dunia yang penuh kedamaian, kesejahteraan, kasih sayang, keadilan dan persatuan bagi segenap umat manusia. Harapan ini merupakan missi Islam yang diproklamirkan oleh Rasulullah Saw sejak beliau memulai dakwahnya di Makkah yang dikenal dengan misi Rahmatan lil Alamin.</p>
<p>Upaya melanjutkan misi ini, merupakan amanah yang menjadi tanggung jawab umat Islam. Sesungguhnya problema terbesar kaum MusIimin di seluruh dunia, adalah belum berlakunya Syari’ah Islam. Hampir seluruh tragedi politik dan kemanusiaan yang datang bertubi-tubi menimpa kaum Muslimin, sebenarnya berpangkal pada masalah ini. Problema ini diperparah lagi dengan kenyataan, bahwa kaum Muslimin dewasa ini belum memiliki tata kepemimpinan ummat yang berfungsi secara efektif dan berkualitas untuk menghantarkan serta memberdayakan ummat pada tingkat kehidupan yang beradab dan bermartabat sebagaimana arahan pesan-pesan wahyu llahy.</p>
<p>Disadari bahwa pengentasan secara menyeluruh atas segenap persoalan tersebut tidak bisa lain kecuali dengan terbangunnya suatu kekuatan bersama antar komponen ummat Islam, serta terciptanya ayunan langkah yang teratur ke arah tujuan yang jelas dan bermakna. Kabut gelap malapetaka, insya Allah akan sirna manakala benih-benih permusuhan di antara ummat Islam yang mendukung berlakunya Syari’ah Islam dan ummat Islam yang belum siap menerima formalisasi Syari’ah Islam dapat dilumatkan sehingga terbentanglah jembatan emas bagi terselesaikannya persoalan ummat yang lainnya, dan pada gilirannya terbitlah fajar keselarasan dan keterpaduan gerak perjuangan di antara komponen ummat Islam.</p>
<p>Dalam kaitan inilah, maka perlu adanya kekuatan sinergis seluruh kaum Muslim, dengan berbagai macam wadah kegiatan dan perjuangannya untuk menyatukan seluruh potensinya, memikul beban bersama, langkah dan upaya membangun kejayaan kembali Islam.</p>
<p>Namun di kalangan kaum Muslimin muncul fenomena jahiliyah, bahwa menegakkan kehidupan berbasis Islam seakan ancaman bagi eksistensi serta keselamatan dirinya di tengah arus globalisasi dewasa ini. Hal ini tercermin pada keengganan umat Islam untuk berterus terang dengan kebenaran agamanya, dan menerima stigmatisasi musuh-musuh Islam, seolah-oleh Islam adalah agama yang telah kehilangan relevansi untuk terus dipertahankan di era globalisasi ini.</p>
<p>Stigmatisasi negatif ini dirasakan teramat berat oleh sebagian tokoh-tokoh Islam, terutama para politisinya, yang menyebabkan mereka enggan mengibarkan bendera syaria’at Islam secara jujur dan terus terang. Kondisi demikian menciptakan hubungan yang tegang, saling mencurigai di antara komunitas Muslim sendiri, sehingga muncul kategorisasi Islam radikal versus Islam moderat, sikap inklusif versus eksklusif, ideologi nasional versus transnasional, dan lain sebagainya.</p>
<p>Kategorisasi berbau konflik ini, merupakan rekayasa provokatif  musuh-musuh Islam, dengan maksud memandulkan kekuatan Islam melalui politik devide at impera, sesuai program mereka. Akibatnya,  tidak sedikit dari kalangan aktivis Islam yang terinfeksi perasaan tertindas, tertekan, teraniaya, dan “gara-gara berjuang, hidup saya jadi sengsara”.</p>
<p>Kecewa terhadap Islam, lalu memosisikan perjuangan penegakan syari’at Islam sebagai penyebab kegagalan dan kesengsaraan hidupnya,    jelas merupakan kondisi mental abnormal. Dalam agenda hidup para mujahid, mentalitas demikian sungguh tercela, karena menjadikan agama Allah sebagai kambing hitam atas ironi oportunisme serta ketidak berdayaannya.  Dalam hal ini,  Allah Swt mengingatkan, bahwa Islam datang bukan untuk menyengsarakan manusia,  tidak juga membuat susa. Dalam Qur’an surat Thaha ayat 2 dinyatakan:</p>
<p>“Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah; tetapi sebagai peringatan bagi orangyang takut kepada Allah.”</p>
<p>Al-Qur’an diturunkan bukan untuk menjadikan manusia hidup dalam tatanan yang membawa kesengsaraan, kemiskinan, penderitaan dan saling menindas. Tetapi untuk memberikan tatanan hidup yang dapat membangun kasih sayang, berbuat kebajikan, perdamaian, persaudaraan, dan saling menghormati martabat manusia satu dengan lainnya. Dan untuk menegakkan tatanan ideal seperti ini, sepintas terasa berat dan sulit bahkan menjadi sasaran permusuhan orang-orang bermental jahat seperti para penyembah berhala bangsa Quraisy.</p>
<p>Ketika suatu komunitas merasa hidupnya tertekan, pasti memunculkan berbagai ketegangan antara kelompok yang satu dengan yang lain dalam komunitas tersebut. Pada saat demikian amat sulit suatu umat dapat menyatukan diri karena adanya ganjalan, berupa rendahnya tingkat saling mempercayai sesama mereka.</p>
<p><strong>Hilangnya Kepercayaan Sesama Muslim:</strong> Umat Islam dewasa ini terbelenggu dalam situasi saling mencurigai. Kelompok yang merasa dirinya sebagai moderat dan toleran, apriori menyikapi kelompok yang dikategorikan radikal dan ekstrem. Bila kelompok yang disebut eksterim mencoba mencairkan suasana dengan ajakan berdialog, serta merta diabaikan ajakannya, karena khawatir ancaman orang-orang kafir menimpa komunitasnya di kemudian hari. Bahkan kelompok moderat ini dengan enteng menyebarluaskan pandangannya secara sinis terhadap kelompok radikal atau militan dengan berbagai label absurd. Misalnya, anggapan bahwa, “tuntutan formalisasi syari’at Islam sebagai tidak taktis, pendek akal, beragama hitam putih, dan tuduhan negatif tanpa dasar kebenaran.</p>
<p>Kondisi seperti ini jelas merupakan rintangan bagi sesama Muslim untuk menciptakan perdamaian. Oleh karena itu menjadi tanggungjawab umat Islam semuanya, agar berani menyingkirkan rasa saling tidak percaya secara total, kemudian secara ikhlas dan jujur membangun persatuan secara total juga, di bawah naungan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullkah Saw.</p>
<p><strong>Terikat Program Sendiri:</strong> Dampak negatif dari buruk sangka, apriori, akibat mentalitas saling mencurigai sesama Muslim, adalah munculnya kelompok Islam yang bangga terhadap program perjuangan kelompoknya, dan secara sepihak menjadikan sikap dan faham kelompoknya sebagai tolak ukur kebenaran dari otentisitas perjuangan Islam. Sebagai akibatnya, perjuangan yang dilakukan oleh kelompok Islam lainnya dianggap sebagai penyimpangan dan perintang bagi perjuangan dakwah kelompoknya. Bahkan segala kebajikan yang diserukan kelompok lain, tidak mengikat mereka yang merasa berbeda dengan komunitas Islam lain itu. Bukan karena kelompok lain itu salah dari sudut pandang Al-Qur’an, melainkan karena sikap tegas membela kebenaran dan melawan kekafiran, melalui dakwah dan jihad fie sabilillah.</p>
<p>Maka terjadilah apa yang semestinya dihindari, yaitu “ rela bermusuhan dengan sesama Muslim, sebaliknya merasa <em>happy</em> bermesraan dengan musuh-musuh Islam.” Mereka merasa enjoi bekerjasama dengan musuh Islam asalkan eksistensi diri dan kelompoknya dapat dipertahankan. Akibat selanjutnya, ketika saudara Muslimnya ditindas dan dizalimi penguasa kafir, mereka tidak merasa berkewajiban membela serta menunjukkan solidaritas Islamnya.</p>
<p>Kenyataan ini tentu saja mempersulit upaya menyatukan barisan umat Islam. Untuk kepentingan ukhuwah Islamiyah, gerakan Islam harus berani mengavaluasi diri sendiri, apakah kita menjadi bagian dari orang-orang yang jujur dalam beragama, ataukah orang-orang yang memanfaatkan Islam sebagai komoditas mencari kesenangan duniawi. Selama suasana batin dari tiap-tiap umat Islam, terutama ulama dan pemimpinnya masih diliputi oleh semangat mencari kesenangan duniawi dengan mengorbankan agamanya, sudah dapat dipastikan stagnasi hubungan sesama Muslim akan kian sulit dicarikan solusinya.</p>
<p><strong>Stagnasi Komunikasi Sesama Muslim:</strong> Ketika stagnasi komunikasi sesame Muslim menjadi dasar dalam interaksi sosial umat Islam maka yang muncul adalah saling menuduh, saling menyalahkan, saling berlomba menjadi agen musuh Islam untuk menghancurkan kekuatan kelompok Islam yang berbeda pendapat dengan kelompoknya. Kenyataan itulah yang menimpa saudara Muslim di Irak, Afghanistan, dan Pakistan. Hal ini terjadi karena tiap kelompok merasa terancam dengan adanya kelompok Islam yang lain, lalu menggunakan kekuatan musuh untuk memperkuat dirinya menghadapi kelompok Muslim lainnya. <em>Subhanallah!</em></p>
<p>Al-Qur’anul Karim mengungkapkan hal ini dengan sangat jelas.</p>
<p>“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. jika kamu (hai Para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (Qs. Al-Anfal, 8:73)</p>
<p>Apa yang terungkap di dalam Qur’an ini sudah menjadi realitas di zaman kita sekarang. Lalu apa langkah yang bisa dilakukan ketika kita menghendaki terbentuknya persatuan umat Islam, baik skala nasional maupun internasional? Maukah berbagai komunitas, organisasi, partai, dan jama’ah Islam di Indonesia sekarang menaggalkan egosentrisnya dan meleburkan diri secara total menjadi Muslim ansich tanpa atribut lain? Mungkinkah hal ini dapat direalisasikan, dan dengan cara bagaimana melakukannya?</p>
<p><strong>Lemahnya Motivasi Ishlah:</strong> Umat Islam sekarang berada dalam situasi problematis karena dua factor. Pertama, faktor ulama, sebagai penyuluh bagi umat untuk beragama dengan cara yang benar. Tetapi terbukti, tidak sedikit di kalangan para ulama ini yang menggunakan predikat keulamaannya untuk mengejar gemerlap duniawi, menjadi pendamping bagi penguasa zalim, mencarikan dalil-dalil yang memuaskan hati orang-orang kaya untuk terus melanggengkan sistem ekonomi ribawi, bahkan dengan terang-terangan memelintir ayat-ayat Al Qur’an demi kepentingan nafsunya.</p>
<p>Bukti faktual berkenaan dengan prilaku tidak terpuji ini, adalah pemelintiran ayat-ayat jihad. Ada ulama yang menyatakan, jihad berarti  amal shalih, sedangkan yang lainnya bukan jihad. Ketika ditanyakan tentang jenis-jenis jihad sebagaimana disebutkan oleh Imam Malik dalam kitab <em>Almudawwantul Kubra</em>, bahwa jihad mencakup: amal shalih, membela hak yang dirampas orang lain, amar ma’ruf nahyu mungkar, dan perang dengan senjata. Ternyata mereka tidak memberikan komentar apapun. Selain menunjukkan kelemahan, juga merusak citra syari’at jihad yang dapat menyesatkan pemahaman umat.</p>
<p>Mengapa ulama memiliki motivasi yang lemah untuk memperjuangkan Islam? Karena mereka telah menjadikan dunia ini seakan alam akhirat, sebelum alam akhirat yang sebenarnya datang. Yaitu, <em>“hubbud dunya wa karahiyatul maut</em> -cinta dunia dan takut mati.” Mereka tidak sabar menghadapi derita dan sengsara di dunia ini unruk kelak memperoleh surga di akhirat.</p>
<p>Inilah yang disebutkan oleh Rasulullah Saw sebagai <em>qurraun fasaqatun</em> (ulama fasek). Karena ulamanya fasek, maka ummat pun tidak mendapatkan pencerahan mengenai ajaran Islam yang sebenarnya. Ummat hanya dijejali dengan pendapat syeikh ini dan ulama itu, sehingga mereka jauh dari Al Qur’an dan hadits shahih. Dampak buruknya, sekalipun umat rajin beribadah, namun ketekunan beribadah ternyata tidak berpengaruh dominan dalam menggerakkan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik umat Islam di muka bumi ini.</p>
<p>Selain itu, sebagian ummat Islam malah alergi menerapkan syariat Islam dalam kehidupan politik, bahkan beranggapan antara Islam dan politik, Islam dan Negara, adalah dua hal yang berbeda, dan tidak boleh dicampur adukkan. “Politik merupakan hal yang kotor, sedang agama merupakan hal yang suci, karena itu agama tidak boleh dicampur adukkan dengan politik,” ujar mereka.</p>
<p>Retorika tanpa logika syar’iyah melahirkan sikap ambivalen, sama sekali tidak membantu meningkatkan iman dan amal shalih. Ibarat rinso dan baju kotor. Rinso adalah alat pencuci, sedangkan baju terkena lumpur adalah barang kotor. Apakah anda akan mengatakan bahwa baju kotor ini jangan dicuci dengan rinso, karena rinso pembersih tidak boleh dicampur dengan baju yang kotor? Ataukah anda akan mengatakan, “bila baju kotor harus dipakai terus dan tidak boleh dicuci dengan rinso pembersih, bukankah menyebabkan pemakainya terkena penyakit?” Jika anda tidak mau memakai baju kotor karena khawatir terjangkit penyakit, maka seharusnya logika waras anda berkata: “Jangan menggunakan politik untuk mengatur Negara, karena politik itu kotor.” Konsekuensinya, anda harus mengganti politik itu dengan syariat Islam agar manusia seantero dunia menjadi sehat dan tidak berpenyakit.</p>
<p>Oleh karena itu, ulama yang jujur akan dapat menjadi penyuluh bagi ummat dan memberikan pencerahan bagi para penguasa. Adanya ulama yang shalih, jujur dan pemberani menegakkan kalimatul haq di hadapan penguasa yang zalim merupakan kebutuhan mutlak dalam kehidupan modern ini. Tanpa adanya ulama berkarakter ulama mujahid, sulitlah bagi dunia Islam untuk membangun kembali kejayaannya, dengan mempersatukan barisan dan menyelamatan ummat dari jebakan para pecundang agama.</p>
<p>Bagaimana melahirkan ulama yang dapat menjadi guru bagi ummat dan penyuluh bagi penguasa guna menyongsong kejayaan Islam di masa depan? Seorang ulama iharuslah berkarakter, sehingga berada di garis terdepan dalam mengibarkan panji-panji penegakan syari’at Islam. Seorang ulama adalah manusia yang paling takut menyalahi syariat Allah dan RasulNya dalam segala urusan; dan paling berani mengingatkan ummat dan penguasanya untuk kembali ke jalan Allah.</p>
<p>Dewasa ini, apakah unsur pendorong terciptanya persatuan umat itu lebih dominan atau sebaliknya unsur perpecahan yang lebih besar?  Dalam ilmu fisika dikenal adanya hukum pendorong dan penahan. Bila kekuatan penahan lebih lemah dari kekuatan pendorong, maka kekuatan pendorong akan masuk ke areal tujuan. Bila kekuatan penahan lebih kuat maka pendorong akan tersingkir.</p>
<p>Hukum fisika ini juga bisa berlaku dalam perjuangan agama dan ideologi. Bila kekuatan pendorong yang terdapat di dalam diri orang- orang yang memperjuangkan Islam, untuk membangun kekuatan Islam lebih kuat daripada semangat perpecahan yang terdapat pada diri masing-masing tokoh, pasti persatuan akan segera diraih.</p>
<p>Lalu, bagaimana menumbuhkan semangat persatuan di kalangan  umat Islam? Jawabannya terdapat dalam firman Allah surat Ali Imram ayat 103, yang merupakan hukum fisika bagi alam, dan hukum mental bagi manusia.</p>
<p>“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”</p>
<p>Ayat ini secara aksiomatis menegaskan bahwa tidak ada jalan lain yang jadi pijakan ummat Islam untuk bersatu, selain ummat Islam konsisten berpegang pada syari’at Islam secara utuh, sebagaimana termaktub dalam Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad Saw. Sedangkan cara lain, justru akan menghancurkan kekuatan umat Islam itu.</p>
<p>Analisis yang banyak dikemukan sarjana Muslim lulusan Barat dengan tinjauan sosiologis, politis, dan psykologis berkenaan dengan perpecahan umat Islam dan sulitnya untuk bersatu, hanyalah sebuah imajinasi dan halusinasi yang tidak memili landasan wahyu Ilahy.</p>
<p>Oleh karena itu, umat Islam harus jujur terhadap dirinya sendiri, bersedia untuk i’tisham (berpegang teguh) pada Quran dan sunnah secara konsisten; atau sebaliknya dengan resiko terus menerus berpecah belah ala jahiliyah. Untuk itu Majelis Mujahidin menyerukan pada seluruh komponen dan pimpinan umat Islam untuk melakukan dialog secara terbuka, membicakan segala sisi keterpurukan dan kelemahan umat Islam sekarang, guna merumuskan langkah-langkah kongkrit menuju kebangkitan dan kejayaan umat Islam di era globalisasi ini.</p>
<p>Seruan ini sekaligus merupakan bentuk pertanggungan jawab Majelis Mujahidin kepada Allah dan umat Islam, sedangkan pihak atau kelompok ummat Islam lainnya diharapkan juga berbuat hal yang sama. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya pada kita.</p>
<p>Kita harus mengakhiri kondisi stagnasi, merasa serba lemah, dan tidak berdaya menghadapi musibah yang membebani ummat Islam selama lebih dari satu abad. Yaitu, sejak khilafah Utsmaniyah kendalinya berada di tangan kaum nasionalis sekuler dua abad lalu. Dengan pertolongan Allah muncul kesadaran pada segenap komponen umat Islam seluruh dunia untuk bersama-sama membangun kembali tali silaturrahim dan merajut benang yang terputus di antara sesama Muslim, karena provokasi ideologi nasionalis sekuler di berbagai negeri Islam.</p>
<p>Kesadaran akan pentingnya persatuan dalam rangka menegakkan syari’at Islam harus senantiasa dikumandangkan agar menjadi kekuatan yang dapat dipergunakan untuk membangun dunia yang diamanatkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad Saw. Yaitu dunia yang penuh dengan rahmat Allah bagi segenap umat manusia apapun agama, bangsa dan asal usulnya. Bahkan juga menjadi rahmat bagi segenap makhluk di jagat raya ini, karena Islam melindungi hak hidup flora dan fauna sebagai makhluk Allah juga. Alangkah indahnya jagat raya yang dinaungi oleh syariat Islam, dan alangkah damainya hati setiap manusia yang merasakan sentuhan rahmat Ilahy.</p>
<p>Dalam kaitan ini, Majelis Mujahidin mengingatkan kepada seluruh kaum Muslimin atas pesan Khalifah Abu Bakar: “Tidak ada persatuan tanpa mengikuti sunnah Nabi Saw.”</p>
<p>Demikian pula pesan Khalifah Umar bin Khathab: “Kebenaranlah yang membuat kamu menjadi kuat, dan bukan kekuatan kamu yang membuat jayanya kebenaran.” Dengan heroisme yang sma ditunjukkan oleh Khalifah Utsman bin Affan yang berpesan: “Kejayaan ummat ini akan terpelihara selama Al Qur’an berdampingan dengan kekuatan. Bilamana kekuatan tanpa Qur’an akan menjadi anarkhis, dan bilamana Qur’an tanpa kekuatan tidak bermakna bagi kehidupan.” <em></em></p>
<p><em>Wallahu a’lam bis shawab!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/menyongsong-harapan-kejayaan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadirilah Kuliah Umum : Membongkar Kaki Tangan Zionis Indonesia</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/kuliah-umum-membongkar-kaki-tangan-zionis-indonesia/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/kuliah-umum-membongkar-kaki-tangan-zionis-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 08:14:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jadwal Kegiatan Ar Royyan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=671</guid>
		<description><![CDATA[Hadirilah Kuliah Umum
Majelis Ilmu Ar Royyan Februari 2010
Pembicara: Ust. Abu Muhammad Jibriel Abdul Rahman &#038; Munarman, SH
Tema: Membongkar Kaki Tangan Zionis Indonesia
Waktu: Sabtu, 6 Februari 2010 Pukul 09.00 WIB s/d selesai.
Tempat: Masjid Al Munawwarah, Witana Harja Pamulang.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hadirilah Kuliah Umum</p>
<p>Majelis Ilmu Ar Royyan Februari 2010</strong></p>
<p><strong>Pembicara:</strong> Ust. Abu Muhammad Jibriel Abdul Rahman &#038; Munarman, SH</p>
<p><strong>Tema:</strong> Membongkar Kaki Tangan Zionis Indonesia</p>
<p><strong>Waktu:</strong> Sabtu, 6 Februari 2010 Pukul 09.00 WIB s/d selesai.</p>
<p><strong>Tempat:</strong> Masjid Al Munawwarah, Witana Harja Pamulang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/kuliah-umum-membongkar-kaki-tangan-zionis-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bermakmum di Belakang Imam Yang Fasik atau Dzalim?</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/bermakmum-di-belakang-imam-yang-fasik-atau-dzalim/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/bermakmum-di-belakang-imam-yang-fasik-atau-dzalim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 11:20:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Q & A]]></category>
		<category><![CDATA[Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[dzalim]]></category>
		<category><![CDATA[fasiq]]></category>
		<category><![CDATA[makmum]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan:
Ustadz, Saya ingin menyanyakan tentang bermakmum kepada imam yang fasik atau dzalim, yang jelas menolak syari’at Islam. Apakah boleh kita bermakmum kepada mereka?
Jawaban:
Jazakumullahu khairan atas pertanyaan yang anda ajukan. Sebenarnya pertanyaan yang seperti ini bukanlah kali pertama, dan mungkin juga bukan kali terakhir. Untuk klarifikasi dan penjelasan marilah kita ambil pelajaran dari hadits-hadits berikut.
Dari Jabir, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignright size-medium wp-image-620" title="shalatjamaah" src="http://abujibriel.com/ajib/wp-content/uploads/2010/01/shalatjamaah-300x225.jpg" alt="shalatjamaah" width="300" height="225" />Pertanyaan:</strong></p>
<p>Ustadz, Saya ingin menyanyakan tentang bermakmum kepada imam yang fasik atau dzalim, yang jelas menolak syari’at Islam. Apakah boleh kita bermakmum kepada mereka?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Jazakumullahu khairan </em>atas pertanyaan yang anda ajukan. Sebenarnya pertanyaan yang seperti ini bukanlah kali pertama, dan mungkin juga bukan kali terakhir. Untuk klarifikasi dan penjelasan marilah kita ambil pelajaran dari hadits-hadits berikut.</p>
<p>Dari Jabir, dari Navi Saw beliau bersabda: <em>“Janganlah sekali-kali seorang perempuan mengimam laki-laki; dan jangan seorang baduwy (mengimami) muhajir; dan janganlah sekali-kali seorang pendurhaka mengimami orang mukmin, kecuali karena paksaan dari penguasa yang ditakuti cambukan atau pedangnya.” </em><strong>(HR. Ibnu Majah</strong><strong>)</strong></p>
<p>Dan dari Ibnu Abbas ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: <em>“Pilihlah imam-imam kamu dari orang-orang dari orang-orang baik kamu, karana sesungguhnya mereka itu duta kamu, tentang apa-apa yang antara kamu dengan Rabbkamu.”</em><strong>(HR. Daraquthnie)</strong></p>
<p>Dan dari Makh-hul, dari Abu Hurairah, ia barkata: Rasulullah Saw bersabda: <em>“Berjihad itu wajib atas kamu bersama setiap pemimpin, apakah dia pemimpn yang baik atau yang durhaka; dan shalat itu wajib atas kamu di belakang setiap muslim, apakah dia itu orang yang baik atau yang durhaka, sekali pun dia melakukan dosa-dosa besar.” </em><strong>(HR. Abu Daud)</strong></p>
<p>Dan dari Abdul Kariem Al Bakkaie, ia berkata: <em>“Aku menjumpai sepuluh orang sahabat Nabi yang semua itu sholat di belakang imam-imam yang durhaka.” </em><strong>(HR. Bukhari, di dalam Tarikhnya)</strong></p>
<p><strong>Penjelasan:</strong></p>
<p><strong><span style="font-weight: normal;"><strong>1. </strong><strong>Syarih (penyarah kitab Nailul Authar) berkata</strong>: Telah terjadi ijma’ fi’lie dari kalangan sahabat yang masih hidup, bersama tabi’in, yang mendekati sebagai ijma’ qaulie: bahwa mereka shalat di belakang imam durhaka. Karena para penguasa pada masa itu, adalah juga sebagai imam shalat yang lima waktu. Jadi orang-orang pada waktu itu, imamnya tidak lain adalah para penguasa, di setiap daerah yang ada penguasanya. Negara disaat itu di bawah dinasti Bani Umayyah, dan keadaan mereka dan para penguasanya sudah bukan rahasia.</span></strong></p>
<p>Selanjutnya Syarih berkata: Walhasil, pada dasarnya tidak ada persyaratan (bagi imam itu) harus adil. Dan setiap orang yang sudah sah shalatnya untuk dirinya, sah pula untuk orang lain.</p>
<p>Ketahuilah, bahwa letak perselishannya, hanya dalam sahnya berjama’ah, di belakang seorang imam yang tidak adil. Adapun tentang kemakruhannya tidak menjadi perselisihan lagi.</p>
<p>Perkataan: “Janganlah sekali-kali seorang perempuan mengimam laki-laki; dan jangan seorang baduwy (mengimami) muhajir;” itu, Syarih berkata: Maksudnya, bahwa orang baduwy yang tidak berhjrah, tidak boleh mengmami orang yang pernah berhijrah. Bahwa orang yang berhijrah lebih dahulu itu, lebih diutamakan (menjadi imam) daripada yang berhjrah belakangan, lagi-lagi yang tidak berhijrah.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Berkata Al Ustaz Sayyid Sabiq dalam Fiqieh Sunnahnya</strong>:</p>
<p>Imam Bukharie meriwayatkan bahwa Ibnu Umar pernah shalat dibelakang Al Hajjaj (seorang penguasa yang sangat jahat dan banyak membunuh sahabat-sahabat Nabi saw). Imam Muslim meriwayatkan bahwa Abu Sa’id Al Khudrie pernah melaksanakan shalat dibelakang khalifah Marwan pada waktu shalat Hari Raya. Ibnu Mas’ud RA, juga pernah shalat dibelakang Walid bin Uthbah bin Abu Mu’ith padahal dia adalah peminum arak.</p>
<p>Pada perinsipnya, sebagai kesimpulan para ulama ialah: Barangsiapa yang shalatnya sah untuk dirinya sendiri, maka sah pula untuk orang lain. Walaupun demikian para ulama memandang makruh bagi seseorang yang mengerjakan shalat dibelakang orang fasik atau ahli bid’ah berdasarkan sebuah dari Su’aib bin Khallad katanya: ”Ada seseorang yang mengimami segolongan kaum dan dia meludah kearah kiblat, padahal pada saat itu Rasulullah melihatnya. Beliaupun bersabda: <em>”Orang itu tidak boleh menjadi imam mu.” </em>Pada suatu ketika orang itu hendak menjadi imam lagi, tetapi orang-orang melarangnya dan menyampaikan kepadanya apa yang disampaikan oleh Nabi saw .Orang itupun segera menghadap Rasulullah saw untuk meminta penjelasan. Beliau bersabda: “<em>Ya, karena engkau berbuat tidak senonoh kepada Allah dan Rasul Nya.” </em><strong>(HR. Abu Daud dan Mundziri)</strong><em> </em></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><em>Wallahu&#8217;alam Bish Showab&#8230;</em></p>
<p><strong><em>Rujukan :</em></strong></p>
<ul>
<li>Kitab Bustanul Akhbar (Mukhtashar Nailul Authar Imam As Syaukani) oleh : Shyeikh Faishal bin Abdul ‘Azis</li>
<li>Kitab Fiqhus Sunnah oleh : Syeikh Sayyid Sabiq.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/bermakmum-di-belakang-imam-yang-fasik-atau-dzalim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buletin Dakwah &amp; Jihad Majelis Ilmu Ar Royyan</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/buletin-dakwah-jihad-majelis-ilmu-ar-royyan/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/buletin-dakwah-jihad-majelis-ilmu-ar-royyan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 07:17:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin Dakwah & Jihad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[Profiel Buletin Dakwah &#38; Jihad Majelis Ilmu Ar Royyan
Buletin Dakwah Majelis Ilmu Ar Royyan di bernama &#8220;Buletin Dakwah Dan Jihad&#8221;, terbit sejak bulan Juni 2008. Buletin ini di terbitkan pada awal bulan setiap bulannya, dan dibawah bimbingan Ust. Abu Muhammad Jibriel Abdul Rahman.

Untuk Download Klik :
http://www.mediafire.com/?sharekey=9abbbb48fbed4a70ab1eab3e9fa335ca11d42c13bb2426b9
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Profiel Buletin Dakwah &amp; Jihad Majelis Ilmu Ar Royyan</strong></p>
<p>Buletin Dakwah Majelis Ilmu Ar Royyan di bernama <strong>&#8220;Buletin Dakwah Dan Jihad&#8221;</strong>, terbit sejak bulan Juni 2008. Buletin ini di terbitkan pada awal bulan setiap bulannya, dan dibawah bimbingan <strong>Ust. Abu Muhammad Jibriel Abdul Rahman</strong>.</p>
<h2></h2>
<h2>Untuk Download Klik :</h2>
<p><a href="http://www.mediafire.com/?sharekey=9abbbb48fbed4a70ab1eab3e9fa335ca11d42c13bb2426b9" target="_blank">http://www.mediafire.com/?sharekey=9abbbb48fbed4a70ab1eab3e9fa335ca11d42c13bb2426b9</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/buletin-dakwah-jihad-majelis-ilmu-ar-royyan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haram Merayakan Natal &amp; Tahun Baru [Peringatan Bagi Kaum Muslimin]</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/haram-merayakan-natal-tahun-baru-peringatan-bagi-kaum-muslimin/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/haram-merayakan-natal-tahun-baru-peringatan-bagi-kaum-muslimin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 11:58:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=602</guid>
		<description><![CDATA[Allah swt. telah memuliaakan umat ini dengan Islam, dan memerintahkan-nya untuk mengimplementasikan-nya. Dia telah menurunkan Islam sebagai cara hidup yang unik. Sebuah pola yang berbeda dalam masalah konsepnya dan peraturan-peraturannya, sebagai sesuatu yang sempurna dan sistem menyeluruh yang mengatur semua urusan kehidupan. Allah swt. berfirman:
&#8220;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah swt. telah memuliaakan umat ini dengan Islam, dan memerintahkan-nya untuk mengimplementasikan-nya. Dia telah menurunkan Islam sebagai cara hidup yang unik. Sebuah pola yang berbeda dalam masalah konsepnya dan peraturan-peraturannya, sebagai sesuatu yang sempurna dan sistem menyeluruh yang mengatur semua urusan kehidupan. Allah swt. berfirman:</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah&#8230;&#8221;</em><strong> (QS Ali Imran 3 : 110)</strong></p></blockquote>
<p>Namun, sejak Islam diabaikan dari kehidupan sehari-hari sebagai sebuah sistem peraturan, umat telah melaksanakan hal-hal yang buruk dan semakin bertambah buruk; aturan orang-orang kafir telah diimplementasikan atas umat ini dan konsep-konsep kufur telah mendominasi mereka. Invasi barat dengan budaya busuk dan hina dina itu telah berhasil merusak dien Islam, moral umat dan menjadikannya tak bernilai. Slogan barat telah di adopsi oleh kaum Muslimin melalui perayaan-perayaan dan festival-festival barat. Budaya rusak barat ini telah dibantu oleh para penguasa yang mengabdikan dirinya untuk memisahkan Islam dari kehidupan dan melakukan perang pemikiran dan menanamkan konsep-konsep buruknya, kemudian memaksa umat untuk masuk pada apa yang barat selalu inginkan, yakni menjadi individu yang sekuler.</p>
<p>Salah satu dari banyak konsep budaya yang dipaksakan oleh barat atas kaum Muslimin adalah perayaan natal dan tahun baru. Kita memohon pada Allah swt. agar tidak membiarkan diri kita melihat suatu hari dimana kaum Muslimin merayakan hari jadi orang-orang Yahudi (hari raya Yahudi) dan juga melakukan perayaan Natal.</p>
<p>Ini sungguh menyedihkan dan ironis sekali untuk menyaksikan dengan mata sendiri kejadian dan mendengar berita tentang pembunuhan masal, pengusiran dan penghinaan terhadap kaum Muslimin di tangan barat pada hari Natal, musuh-musuh Islam di seluruh penjuru dunia, sambil sebagian kaum Muslimin di negeri ini diundang oleh orang-orang Amerika dan orang Kristen lain-nya masuk ke dalam rumah mereka untuk merayakan natal dan tahun baru. Tentu saja, ini seharusnya tidak terjadi sebagai sebuah goncangan kepada kita sejak umat ini kehilangan pelindungnya yang menjalankan urusannya dengan Islam, melindunginya dari serangan konsep-konsep kufur dan menjalankan peraturan-peraturang diennya, memeliharanya sebagai sebuah perintah Allah swt., sebuah umat yang khas.</p>
<p>Wahai kaum Muslimin! Itu (Perayaan atau mengucapkan natal &amp; tahun baru) adalah sesuatu yang dilarang oleh syariah untuk ambil bagian dalam perayaan orang-orang kafir, dan untuk mencontoh mereka dalam masalah dien (agama). Al-Bukhari meriwayatkan dalam shahih-nya melalui Abu Sa&#8217;id Al Khudri r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda :</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Kamu akan mengikuti cara-cara dari orang-orang yang sebelum kamu sehasta demi sehasta dan selangkah demi selangkah, walau pun mereka memasuki lubang biawak kamu akan mengikuti mereka&#8221;. </em>Kami berkata: &#8220;Wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksud (mengikuti) Yahudi dan Nasrani?&#8221; beliau menjawab: <em>&#8220;Siapa lagi?&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Dalam Hadits ini Rasulullah mengejek orang-orang yang meniru orang-orang kafir, dan itu adalah sebuah hujjah (dalil/alasan syar&#8217;i) bahwa itu (merayakan natal dan tahun baru) adalah haram (tertolak), baik untuk mengikuti mereka dalam perayaan natal dan seremonial-seremonial lainnya mereka. Itu juga jelas bahwa perayaan seremonial orang-orang kafir dan perayaan ulang tahun mereka berarti meniru mereka dan Islam telah menolaknya. Rasulullah saw. telah memberi peringatan kepada kita untuk menolaknya. At-Tirmidzi meriwayatkan melalui Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw. bersabda:</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Bukan seseorang dari kita (kaum muslimin) yang meniru suatu kaum, jangan meniru orang-orang Yahudi dan Nasrani.&#8221;</em></p></blockquote>
<p>At-Tabrani meriwayatkan melalui Ibnu Umar dan Hudaifah bahwa Rasulullah saw. bersabda:</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Siapa yang mengikuti suatu kaum akan menjadi salah satu dari mereka.&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Itu juga merupakan bagian dari teks syariah bahwa itu adalah tertolak bagi seorang Muslim yang telah mempunyai hari raya nya sendiri yaitu I&#8217;edul Fitri dan I&#8217;dul Adha. Al-Baihaqi meriwayatkan dalam &#8216;Sunan&#8217;-nya dari Anas Bin Malik yang berkata :</p>
<p>&#8220;Rasulullah saw. datang ke Madinah pada saat orang-orang Madinah mempunyai dua hari pada masa jahiliah (sebelum Islam) yang mereka rayakan, maka beliau saw. berkata: &#8220;Aku datang kepadamu pada saat kamu mempunyai 2 hari dari masa jahiliah yang kamu rayakan, dan Allah swt. telah menggantikannya 2 hari ini dengan dua hari yang lebih baik: hari raya Kurban dan hari Fitri.&#8221;</p>
<p>Imam Ahmad meriwayatkan dari &#8216;Uqbah Ibnu Amir bahwa Rasulullah saw. bersabda:</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Dan kami mempunyai hari Fitri, hari Kurban dan hari Tasyriq adalah hari besar kami orang-orang Muslim.&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Teks-teks ini disajikan sebagi hujjah yang jelas bahwa itu tertolak bagi kaum Muslimin untuk mempunyai perayaan selain dari pada apa yang telah Allah swt. putuskan. Mereka (kaum muslimin) selanjutnya tertolak untuk ambil bagian dalam perayaan orang-orang kafir, dari perayaan seperti upacara mereka, adalah sesuatu yang tertolak seperti menghadiri perayaan mereka, walau pun mereka mengundang. Seperti cara upacara akan menghantar kepada kerusakan dan pemutusan mereka akan menjadi sebuah kesempatan bagi setiap orang-orang fasiq untuk melakukan perbuatan yang berdosa, seperti mengkonsumsi alkohol dan obat-obat terlarang. Media masa yang ada cenderung pada peristiwa ini untuk menayangkan program-program yang mempunyai selera yang buruk dan semua jenis ketidaksopanan dan kerusakan. Mereka mencemari pemikiran orang-orang dan mengikis segala jenis moral yang baik, martabat, dan kesucian mereka.</p>
<p>Wahai kaum Muslimin! Umat akan terus-menerus tertekan di bawah konsep orang-orang kafir dan akan terus terdominasi. Mental kaum Muslimin akan terus tebentuk sesuai dengan sudut pandang orang-orang barat, kecuali kita mulai membuang semua pemahaman barat yang ada pada diri kita dan berjuang untuk menegakkan Khilafah Rasyidah, yang akan mengimplementasikan kitab Allah swt. dan sunnah Rasul-Nya saw., dan akan menumbangkan ketidakadilan, penguasa tiran dan kerusakan yang tampak atas kaum Muslimin, yang kemudian sebagai hasilnya orang-orang kafir akan kehilangan kekuatan dan identitas mereka.</p>
<p>Selanjutnya, itu adalah untuk khilafah bahwa kita menyeru kepada mu (kaum muslimin) untuk memperjuangkannya, wahai kaum Muslimin! Rasulullah saw. bersabda:</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Imam (pemimpin) itu adalah pelindung dimana orang-orang berperang dan terlindung dengannya.&#8221; </em><strong>(Shahih Bukhari)</strong></p></blockquote>
<p>Source : Almuhajirun.net</p>
<p><a href="http://www.arrahmah.com/index.php/blog/read/6388/haram-merayakan-natal-tahun-baru" target="_blank">http://www.arrahmah.com/index.php/blog/read/6388/haram-merayakan-natal-tahun-baru</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/haram-merayakan-natal-tahun-baru-peringatan-bagi-kaum-muslimin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adab Wanita Sholehah Keluar Rumah</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/adab-wanita-sholehah-keluar-rumah/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/adab-wanita-sholehah-keluar-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 08:49:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[An Nisa']]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[keluar]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=594</guid>
		<description><![CDATA[Wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah Swt, Rasul Nya, kedua ayah bundanya dan kepada suaminya (jika dia telah bersuami). Adab sopan santunya jauh berbeda dengan wanita-wanita yang tidak shalihah (wanita thalihat, jahat). Apabila dia keluar rumah maka dia akan memastikan dirinya benar-benar mengikuti sunnah Rasulullah Saw. Dia tidak akan keluar rumah melainkan jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah Swt, Rasul Nya, kedua ayah bundanya dan kepada suaminya (jika dia telah bersuami). Adab sopan santunya jauh berbeda dengan wanita-wanita yang tidak shalihah (wanita <em>thalihat,</em> jahat). Apabila dia keluar rumah maka dia akan memastikan dirinya benar-benar mengikuti sunnah Rasulullah Saw. Dia tidak akan keluar rumah melainkan jika memakai pakaian yang menutup aurat, yaitu sebuah pakaian yang memenuhi ketentuan syari&#8217;at Islam, antara lain:</p>
<ol>
<li>Menutupi seluruh tubuh badan.</li>
<li>Tebal dan tidak  tipis (transparan).</li>
<li>Longgar dan tidak ketat.</li>
<li>Tidak diberi parfum atau minyak wangi yang kuat atau menyengat baunya.</li>
<li>Tidak menyerupai pakaian laki-laki.</li>
<li>Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita non Muslim (wanita kafir).</li>
<li>Pakaian yang dipakai adalah untuk tujuan ibadah kepada Allah Swt, bukan pakaian untuk menghias diri atau pamer kecantikan diri dan menarik perhatian orang lain atau untuk mencari popularitas.</li>
<li>Warna pakaian terbaik adalah warna gelap dan tidak norak (warna mencolok).</li>
</ol>
<p>Itulah delapan syarat atau kriteria pakaian Muslimah shalihah yang harus dijaga oleh para Mu’minat shalehah. Kriteria pakaian tersebut telah memenuhi persyaratan apa yang disebut sebagai pakaian TAQWA.</p>
<p><strong>Kewajiban Menutup Aurat.</strong></p>
<p>Allah Swt berfirman:</p>
<blockquote><p><em>“Hai anak Adam [umat Manusia], sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa [selalu bertaqwa kepada Allah, berpakaian untuk bertaqwa] Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya &#8216;auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” </em><strong>(QS. Al ‘araf, 7: 26-27)</strong><strong> </strong></p></blockquote>
<p><strong> </strong><strong>Batas aurat wanita</strong></p>
<p><strong>a. </strong><strong>Seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan sampe pergelangan.</strong></p>
<p>Allah Swt berfirman,</p>
<blockquote><p><em>“Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita, dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan, dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.’” </em><strong>(QS. An Nur, 24: 31)</strong></p></blockquote>
<p>Dari ‘Aisyah <em>Radhiallahuanha</em> berkata, Rasulullah Saw bersabda,</p>
<blockquote><p><em>“Wahai Asma’, sesungguhnya wanita apabila telah haidh tidak boleh dilihat darinya kecuali ini dan ini.” Dan beliau (Rasulullah) mengisyaratkan wajahnya dan kedua tangannya sampe pergelangan.</em><strong> (HR. Abu Daud)</strong></p></blockquote>
<p>Sesungguhnya wanita diciptakan dalam keadaan fitrahnya senang berhias dan tumbuh dalam keadaan berperhiasan. Perhiasan itu ada dua. <strong>Pertama:</strong> Yang berasal dari dirinya (tubuhnya) sendiri yang merupakan asal penciptaannya seperti rambut, wajah dan semisalnya. <strong>Kedua:</strong> Perhiasan yang diambilnya dari luar dirinya kemudian dikenakan untuk memperindah diri seperti anting-anting, cincin, gelang kaki, pewarna kuku (daun pacar) dan selainnya. Kedua jenis perhiasan ini tidak boleh diperlihatkan dihadapan lelaki yang bukan <em>mahram</em> (ajnabi), karena syariat menetapkan hanya pihak-pihak tertentu yang diperkenankan melihat perhiasan si wanita sebagaimana tersebut. Maka satu-satunya jalan untuk memperbaiki keadaan ini adalah dengan kembali kepada hukum yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya. [1]<strong> </strong></p>
<p><strong>b. </strong><strong>Seluruh tubuh kecuali sebiji mata:</strong></p>
<p>Allah Swt berfirman:</p>
<blockquote><p><em>“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: &#8220;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya [yaitu sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada] ke seluruh tubuh mereka&#8221;. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” </em><strong>(QS. Al Ahzab, 33: 59)</strong></p></blockquote>
<p>Dari Ibnu Abbas dan Abu Ubaidah<em> Radhiallahuanhuma </em>berkata: “Allah memerintahkan kepada kaum Muslimah untuk menutup kepala dan wajahnya dengan jilbab kecuali satu mata, agar mudah dikenali, bahwa mereka adalah wanita-wanita merdeka.”</p>
<p>Dari Ali bin Abi Thalib <em>Radhiallahuanhuma</em> berkata: Abu Shalih mengatakan kepadaku, Muawiyah berkata kepadaku, dari  Ibnu Abbas <em>Radhiallahuanhuma</em> mengenai firman Allah <strong>(QS. Al Ahzab, 33: 59)</strong>: Bahwa Allah Swt memerintahkan kepada isteri-isteri para mukminin jika mereka keluar rumah untuk suatu keperluan, haruslah mereka menutup wajah mereka dari atas kepala mereka dengan jilbab. Dan hendaklah mereka menampakkan satu mata untuk melihat.</p>
<p>Dari Ummu Salamah <em>Radhiallahuanha</em> berkata: Ketika Allah menurunkan wahyu <strong>(QS Ahzab, 33: 59)</strong>, maka wanita-wanita kalangan Anshar keluar dari rumah-rumah mereka, seakan-akan diatas kepala mereka ada burung gagak dari kain hitam yang mereka pakai.</p>
<p>Selain dari ayat-ayat diatas, ada beberapa hadits yang menyempurnakan adab wanita Muslimah jika mereka keluar rumah. Yaitu tiap-tiap wanita atau isteri Muslimah yang shalihah jika hendak keluar rumah wajib meminta izin kepada suaminya atau penanggung jawabnya (orang tua nya) agar mereka senantiasa berada dalam keridhaan Allah Swt.</p>
<p><strong>Wanita Muslimah atau Isteri Wajib Minta Izin Orang Tua atau Suami.</strong></p>
<p>Dari Anas bin Malik <em>Radhiallahuanhu </em>ia berkata, Rasulullah Saw bersabda:</p>
<p><em>“Setiap isteri yang keluar rumah tanpa izin suaminya, tetap dalam murka Allah, sehingga kembali kerumahnya atau dimaafkan oleh suaminya.” (pada riwayat lain) setiap malaikat yang ada di langit mengutuknya, dan apa saja yang dilaluinya selain manusia dan jin, sehingga kembali.” </em>[2]</p>
<p><strong>Larangangan Wanita Muslimah Memakai Parfum.</strong></p>
<p>Dibolehkan bagi wanita untuk memakai wangi-wangian apa saja yang disukai, baik yang dipakai dipakaian atau dibadan. Akan tetapi ada ketentuan yang harus diperhatikan, yaitu Islam mengharamkan wanita memakai wangi-wangian ketika keluar rumah. Karena dapat membangkitkan syahwat dan mengalihkan perhatian bagi siapa saja yang mencium baunya terutama laki-laki.</p>
<p>Dari Abu Musa al Asy&#8217;ari <em>Radhiallahuanhu</em>, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda:</p>
<blockquote><p><em>“Tiap-tiap wanita yang menggunakan harum-haruman kemudian keluar melewati sekelompok kaum supaya dicium baunya oleh kaum itu, maka dia adalah seorang wanita penzina (pelacur)  dan setiap mata yang memandangnya juga  telah (ikut) melakukan zina (berzina).”</em> [3]</p></blockquote>
<p>Dari Abu Musa al-Asy’ari berkata, Rasulullah Saw bersabda: <em> </em></p>
<blockquote><p><em>“Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian keluar rumah dan berjalan melewati satu kaum sehingga mereka dapat mencium baunya, maka ia adalah wanita pezina.” </em><strong>(HR. An-Nasa’I. Hadist No. 5141, 5126, 5143)</strong></p></blockquote>
<p>Maksud dari hadis di atas adalah bahwa perbuatan seperti itu dapat dikategorikan dengan berzina. Hadits di atas memberikan peringatan, agar Muslimah dapat menghindarkan diri dari perbuatan tersebut yang hanya dilakukan oleh para pezina.</p>
<p>Hadis yang lain, diriwayatkan oleh Abu Hurairah <em>Radhiallahuanhu</em>, Rasulullah Saw bersabda:</p>
<blockquote><p><em>“Siapa saja wanita yang terkena asap wangi-wangian, maka jangan ikut bersama kami untuk melakukan shalat Isya’ pada akhir malam.” </em><strong>(HR. Muslim)</strong></p></blockquote>
<p>Dari Abu Hurairah <em>Radhiallahuanhu</em>, bahwa ia suatu saat bertemu dengan seorang wanita yang tercium olehnya bau wangi-wangian, dan di bagian belakang pakaiannya terdapat kain yang menyapu tanah. Abu Hurairah berkata, “Wahai <em>amah</em> (hamba) al-Jabbar, apakah engkau datang dari masjid?” Wanita itu menjawab, “Ya”. Abu Hurairah berkata lagi, “Apakah untuk-Nya engkau memakai wangi-wangian?” Wanita itu menjawab, “Ya”. Kemudian Abu Hurairah menjelaskan, “Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Saw bersabda:</p>
<blockquote><p><em>“Tidak akan diterima shalat seorang wanita yang memakai wangi-wangian dalam masjid ini, sehingga ia kembali dan mandi seperti ia mandi janabah (junub).”</em> <strong>(HR. Abu Dawud) </strong></p></blockquote>
<p>Oleh karena itu, menjadi perhatian bagi wanita, apabila untuk pergi ke masjid, Islam melarang wanita menggunakan wangi-wangian. Lalu bagaimana hukumnya jika dipakai ke tempat-tempat umum yang banyak berkumpul laki-laki, seperti pasar atau tempat-tempat pembelanjaan lainnya? Ke masjid saja tidak boleh apalagi yang lebih umum, jelas lebih diharamkan lagi.</p>
<p>Inilah diantara ketentuan syari&#8217;ah Islam menegenai adab wanita shalihah keluar rumah, dan adalah orang-orang yang shalih dan shalihah apabila diajak kembali kepada syari&#8217;ah Allah Rasul Nya, maka jawabannya hanyalah <strong><em>sami&#8217;na wa atha&#8217;na</em> </strong>&#8220;kami mendengar dan kami ta&#8217;at&#8221; (QS. an Nuur, 24: 51 dan QS. Al Ahzaab, 33: 36).</p>
<p><em><strong>Wallahu a&#8217;lam bisshawab…</strong></em></p>
<div><strong> </strong></div>
<p><strong> </strong></p>
<hr size="1" /><strong></strong></p>
<p>[1] Perhiasan Wanita Muslimah, oleh Abdullah bin Shalih al-Fauzan (edisi terjemahan).</p>
<p>[2] Diriwayatkan oleh al Khatib al Baghdadi dalam Tarikhnya 6/200 dan ath Thabrani dalam Mu&#8217;jam al Ausath 1/164, lihat at Targhiib wa at Tarhiib 3/39 &amp; Majma&#8217; az Zawaa-id 4/313.</p>
<p>[3] HR Ahmad – no: 18879, Tirmidzi – no: 2710, Nasa&#8217;ie – no: 5036, Abu Dawud – no: 3642 dan al-Hakim, lihat at Targhiib wa at Tarhiib 3/60.</p>
<p>[4]  Sahih Muslim, Juz: 2. Hal: 448</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/adab-wanita-sholehah-keluar-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keagungan &amp; Keutamaan Haji</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/keagungan-keutamaan-haji/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/keagungan-keutamaan-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 06:10:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/2009/11/584/</guid>
		<description><![CDATA[Haji adalah rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi orang yang mampu, baik mampu secara materi, maupun secara ruhani. Sayangnya, orang yang secara materi tergolong mampu, banyak yang belum mau menunaikan ibadah suci ini dengan berbagai alasan. Ada yang mengatakan, “Saya sibuk, sulit untuk meninggalkan pekerjaan,” atau “Sebenarnya saya ingin, tapi ibadah saya masih kacau balau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Haji adalah rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi orang yang mampu, baik mampu secara materi, maupun secara ruhani. Sayangnya, orang yang secara materi tergolong mampu, banyak yang belum mau menunaikan ibadah suci ini dengan berbagai alasan. Ada yang mengatakan, <em>“Saya sibuk, sulit untuk meninggalkan pekerjaan,”</em> atau <em>“Sebenarnya saya ingin, tapi ibadah saya masih kacau balau takutnya tidak sesuai,”</em> atau <em>“Sayangnya, capek-capek ngumpulin uang, hanya untuk pergi ke Mekah saja.”</em></p>
<p>Berbagai macam alasan sering dilontarkan sebagai pembela diri. Agar <em>Ikhwah Fillah</em> semakin mantap untuk melaksanakan ibadah haji, atau minimal <em>Ikhwah Fillah</em> punya keinginan kuat untuk menunaikan ibadah di tanah suci, perlu <em>Ikhwah Fillah</em> ketahui keutamaan haji dan umroh, antara lain:</p>
<ol>
<li>Ibadah haji adalah salah satu ibadah yang paling utama, berdasarkan hadits Rasulullah <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> :<strong></strong></li>
</ol>
<p>&#8220;Dari Abu Hurairah <em>Radhiallaahu anhu</em> ia berkata: Rasulullah <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> ditanya: ‘Amal ibadah apakah yang paling utama?’ Beliau bersabda: <em>‘Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya’</em>. Dikatakan (kepadanya): ‘Kemudian apa?’ Beliau bersabda: <em>‘Jihad dijalan Allah’</em>. Dikatakan (kepadanya): ‘Kemudian apa?’ Beliau bersabda: <em>‘Haji yang mabrur.’</em>&#8221; <strong>(HR. Al-Bukhari dan Muslim, lihat Shahih at-Targhiib wat Tarhiib oleh al-Albani 3/3 hadits No. 1093.)</strong></p>
<ol>
<li>Ibadah haji sebagai penghapus dosa, berdasarkan hadits Rasulullah <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> :</li>
</ol>
<p><em>&#8220;Barangsiapa yang mengerjakan ibadah haji dan dia tidak melakukan jima&#8217; dan tidak pula melakukan perbuatan dosa, dia akan kembali dari dosa-dosanya seperti pada hari ketika ia dilahirkan ibunya.&#8221;</em> <strong>(HR. Al-Bukhari, Muslim, an-Nasa-i, Ibnu Majah dan at-Tirmidzi)</strong></p>
<p>Dari Ibnu Mas&#8217;ud <em>Radhiallaahu anhu</em> bahwa Rasulullah <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> bersabda, <em>&#8220;Ikutilah pekerjaan haji dengan melaksanakan umrah; karena sesungguhnya keduanya dapat menghapus dosa dan kekafiran, sebagaimana ubupan tukang besi dapat menghilangkan kotoran besi, emas dan perak; dan tiada balasan bagi haji mabrur kecuali surga semata.&#8221;</em> <strong>(Shahih: Shahihul Jami&#8217;us Shaghir no: 2901, Tirmidzi II: 153 no:807 dan Nasa&#8217;I V:115)</strong></p>
<ol>
<li>Balasan bagi haji mabrur adalah Surga, berdasarkan sabda Nabi <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> :</li>
</ol>
<p><em>&#8220;Umrah (yang pertama) kepada umrah yang berikutnya sebagai kaffarat (peng-hapus) bagi (dosa) yang dilakukan di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya, melainkan Surga.&#8221;</em> <strong>(HR. Malik, al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa-i dan Ibnu Majah). Lihat Shahih at-Targhiib No. 1096. )</strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>Radhiallaahu anhu</em> bahwa Rasulullah <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> bersabda, <em>&#8220;Umrah ke umrah selanjutnya adalah sebagai penebus dosa antara keduanya; dan haji mabrur tidak mempunyai balasannya kecuali ke surga.&#8221;</em> <strong>(Muttafaqun&#8217;alaih: Fathul Bari III: 697 no: 1773, Muslim II: 983 no: 1349, Tirmidzi II: 206 no:937, Ibnu Majah II: 964 No: 2888 dan Nasa&#8217;I V: 115)</strong></p>
<p>Dan dari Jabir bin &#8216;Abdillah dari Nabi <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> , beliau bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali Surga.</em>” Dikatakan (kepada beliau): &#8216;Apakah bentuk bakti dalam haji itu?&#8217; Beliau berkata: <em>&#8216;Memberi makanan dan berbicara yang baik.’</em>” <strong>(HR. Ahmad, ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah, al-Baihaqi dan al-Hakim. Al-Albani berkata: &#8220;Shahih lighairihi, lihat Shahih at-Targhiib&#8221; No. 1104)</strong></p>
<ol>
<li>Haji adalah jihad bagi para wanita dan setiap orang yang lemah, berdasarkan hadits Nabi <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> :</li>
</ol>
<p>&#8220;Dari &#8216;Aisyah <em>Radhiallaahu anha</em>, ia berkata, aku bertutur: &#8216;Ya Rasulullah kami melihat bahwasanya berjihad adalah amal ibadah yang paling utama, apakah kami (para wanita, -pent) tidak berjihad? Maka beliau bersabda: <em>&#8216;Bagi kalian (kaum wanita,-Pent), jihad yang paling utama adalah haji mabrur&#8217;</em>&#8221; .</p>
<p>Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah, &#8216;Aisyah <em>Radhiallaahu anha</em> berkata:</p>
<p>&#8220;Aku bertutur: &#8216;Ya Rasulullah, apakah ada kewajiban berjihad bagi kaum wanita?&#8217; Beliau berkata: <em>&#8216;Bagi wanita adalah jihad yang tidak ada peperangan padanya (yaitu) haji dan umrah.&#8217;</em>&#8221; <strong>(Dishahihkan oleh al-Albani, lihat Shahih at-Targhiib No. 1099).</strong></p>
<p>Dan dari Abu Hurairah <em>Radhiallaahu anhu </em>, dari Rasulullah <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> , beliau bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Jihad orang yang tua, orang yang lemah dan wanita adalah haji dan umrah.&#8221;</em></p>
<ol>
<li>Orang yang melaksanakan haji dan umrah adalah tamu Allah, dan permohonan mereka dikabulkan, berdasarkan hadits &#8216;Abdullah Ibnu &#8216;Umar <em>Radhiallaahu anhu</em> , Nabi <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> bersabda:</li>
</ol>
<p><em>&#8220;Orang yang berperang dijalan Allah, orang yang haji dan orang yang umrah, adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka, maka mereka pun menjawab (panggilan)-Nya dan mereka memohon kepada-Nya. Dia-pun memberikan permohonan mereka.&#8221;</em></p>
<p><strong>Keutamaan perjalanan haji, keutamaan orang yang mati dalam perjalanan untuk melaksanakan ibadah haji, dan keutamaan orang yang mati dalam keadaan berihram (ditengah pelaksanaan ibadah haji dan/atau umrah.)</strong> Semuanya termaktub dalam hadits-hadits dibawah ini:</p>
<ol>
<li> Dari &#8216;Abdullah bin &#8216;Umar <em>Radhiallaahu anhu</em> ia berkata, aku mendengar Rasulullah <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> bersabda:</li>
</ol>
<p><em>&#8220;Tidaklah unta (yang dikendarai) seseorang yang melaksanakan haji mengangkat kaki(nya) dan tidak pula meletakkan tangan(nya) melainkan Allah mencatat bagi orang itu satu kebaikan atau menghapus darinya satu kejelekan atau meng-angkatnya datu derajat.&#8221;</em></p>
<ol>
<li>Dari Abu Hurairah <em>Radhiallaahu anhu</em>, ia berkata, Rasulullah <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> bersabda:</li>
</ol>
<p><em>&#8220;Barangsiapa keluar dalam melaksana-kan haji lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang haji hingga hari Kiamat. Barangsiapa keluar dalam melaksanakan umrah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang melaksanakan umrah sampai hari Kiamat, dan barangsiapa keluar dalam berperang dijalan Allah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang berperang dijalan Allah sampai hari Kiamat.&#8221;</em></p>
<ol>
<li>Dari &#8216;Abdullah Ibnu &#8216;Abbas <em>Radhiallaahu anhu</em>, ia berkata:</li>
</ol>
<p>&#8220;Tatkala seseorang sedang wukuf bersama Rasulullah <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> dipadang &#8216;Arafah, tiba-tiba ia dijatuhkan oleh binatang (unta) yang dikendarainya dan mematahkan lehernya, maka Rasulullah <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> bersabda: <em>&#8216;Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara, kafanilah dia dengan dua helai (kain) ihramnya dan jangan kalian menutup kepalanya serta jangan pula kalian beri wangi-wangian padanya, karena sesungguhnya dia akan dibangkitkan dihari Kiamat dalam keadaan mengucapkan talbiyah.&#8217;</em>&#8220;</p>
<p>- Dan lain-lain.</p>
<p>Itulah sejumlah keutamaan ibadah haji dan umrah yang kami rangkum dari beberapa hadits yang shahih dan hasan. Jika kita telah mengetahuinya, maka sepatutnya bagi orang yang mampu untuk giat dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah haji, serta menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya, manakala ia memilikinya.</p>
<p>Syaikh &#8216;Abdullah bin Ibrahim al-Qar&#8217;awi berkata: &#8220;Disunnahkan melaksanakan haji setiap tahun bagi orang yang mampu selama tidak membahayakan dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya&#8221; , berdasarkan hadits &#8216;Abdullah bin Mas&#8217;ud <em>Radhiallaahu anhu</em> , Rasulullah <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Ikutilah antara ibadah haji dan umrah, karena keduanya akan menghilangkan kefakiran dan berbagai dosa sebagaimana alat pandai besi menghilangkan kotoran yang ada pada besi, emas dan perak. Dan tiada balasan pahala bagi haji yang mabrur kecuali Surga, tidaklah seorang mukmin dalam kesehariannya berada dalam keada-an ihram, melainkan matahari terbenam dengan membawa dosa-dosanya.&#8221;</em></p>
<p>Sunnah tersebut semakin ditekankan lagi jika telah melewati empat atau lima tahun dari haji yang dilakukan sebelumnya, berdasarkan sabda Nabi <em>Shalallaahu alaihi wasalam</em> :</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Allah berfirman: &#8216;Sesungguhnya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan jasadnya dan Ku-lapangkan penghidupannya, telah berlalu lima tahun atasnya, dia tidak datang kepada-Ku, benar-benar dia seorang yang diharamkan (dihalangi dari kebaikan-Pent).</em> <strong>(HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya, Abu Ya&#8217;la dan al-Bai-haqi).</strong></p>
<p>Sedangkan Imam ath-Thabrani meriwayatkan dalam al-Ausath dengan redaksi:</p>
<p>&#8220;Bahwasanya Allah berfirman: <em>&#8216;Sesungguhnya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan tubuhnya, Ku-lapangkan rizkinya, (namun) dia tidak datang kepada-Ku pada setiap empat tahun, benar-benar dia seorang yang diharamkan (dihalangi dari kebaikan,-Pent)</em> <strong>(Al-Haitsami berkata dalam Majma&#8217;uz Zawaa-id perawi hadits ini semuanya perawi kitab ash-Shahih.)</strong></p>
<p><em>Wallahu’alam bisshowab…</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/keagungan-keutamaan-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
