<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>abujibriel.com &#187; Review</title>
	<atom:link href="http://www.abujibriel.com/category/review/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.abujibriel.com</link>
	<description>Al Qur&#039;an Sebagai Pedoman, Pedang Sebagai Pengawal</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 03:06:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Klarifikasi Majelis Mujahidin: Mewaspadai Kasak Kusuk Intel Di Tubuh Gerakan Islam</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/klarifikasi-majelis-mujahidin-mewaspadai-kasak-kusuk-intel-di-tubuh-gerakan-islam/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/klarifikasi-majelis-mujahidin-mewaspadai-kasak-kusuk-intel-di-tubuh-gerakan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 01:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis]]></category>
		<category><![CDATA[Mujahidin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abujibriel.com/ajib/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Dalam peta politik pergerakan Islam sejak zaman penjajah selalu ada pihak-pihak yang tidak senang, lalu mengadu domba dan memecah belah dari dalam maupun dari luar institusi. Intelijen selalu saja melakukan rekayasa politik, membentuk opini sekalipun dengan cara fitnah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Jogjakarta-</strong>-Dalam peta politik pergerakan Islam sejak zaman penjajah selalu ada pihak-pihak yang tidak senang, lalu mengadu domba dan memecah belah dari dalam maupun dari luar institusi. Intelijen selalu saja melakukan rekayasa politik, membentuk opini sekalipun dengan cara fitnah. Mereka berusaha memperlemah posisi lawan sebelum melakukan tindakan pamungkas melakukan sabotase dengan menghancurkan obyek sasarannya. Rekayasa politik biasanya dilakukan melalui infiltrasi, baik secara fisik maupun non fisik. Tujuannya, agar terjadi penetrasi sehingga mengganggu keseimbangan dan stabilitas institusi, bahkan merusak variable-variabel kekuatan (destruksi) institusi tersebut.</p>
<p>Belakangan ini berkembang isu palsu dan sampah, disebarkan melalui dunia maya (internet), sebagai upaya menghacurkan institusi penegak syari’at Islam Majelis Mujahidin. Mereka sengaja melakukan infiltrasi moral terhadap aktifis penegak Syariat Islam (black campaign), bahkan disemarakkan oleh para agen amatiran yang bergentayangan di belantara pergerakan melalui short message service (SMS); seakan-akan pimpinan puncak/Amir Majelis Mujahidin Drs. M. Thalib telah mengundurkan diri, dan berseberangan dengan pengurus lainnya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="vertical-align: middle;" src="http://www.arrahmah.com/images/stories/amir-baru.jpg" alt="" width="450" height="312" /><br />
<strong>Gambar:</strong> <em>Dari kiri ke kanan, Abu jibriel, Wakil Amir Majelis Mujahidin, Drs. M. Thalib, Amir MM, dan Irfan S. Awwas, Ketua Lajnah Tanfiziyah MMI</em></p>
<p style="text-align: left;">Anehnya, isu tersebut tidak menyebutkan sumbernya, terkesan omongan / pembicaraan dua orang yang sudah akrab, sehingga nyata bahwa isu itu ditebarkan oleh ‘orang dalam’ . Padahal Amir MM ustadz M. Thalib, tetap komitmen dengan amanah kongres ke 3 MM di Jogjakarta, Agustus 2008 lalu.</p>
<p>“Ustadz M. Thalib baru saja memimpin muzakarah Pleno Ahlul  Halli Wal Aqdi (AHWA), pada 31 Mei  2009 di Markaz Pusat Majelis Mujahidin di Jl. Karanglo No.94 Kota gede Jogjakarta ,&#8221; ujar shabarin Syakur selaku Sekjen Majelis Mujahidin Pusat, Sabtu (1/6).</p>
<p>Lalu, bagaimana isu pengunduran diri menyebar sebelumnya, dan dengan maksud apa isu tersebut disebarkan? Apalagi, fitnah terhadap MM, agaknya disambut girang oleh para provokator yang menghendaki terganggunya soliditas internal Majelis Mujahidin.</p>
<p>Namun, seperti kata seorang pengamat asing, “Majelis Mujahidin adalah organisasi tangguh. Berulangkali disusupi intel, bahkan hingga Amirnya Abu Bakar Ba’asyir mengundurkan diri, MM tetap eksis dan bergerak sesuai program yang telah direncanakan.”</p>
<p>Buktinya, usai memimpin muzakarah pleno AHWA, Ustadz Drs. Muhammad Tholib ditanya mengenai tersebarnya isu yang memfitnah MM. Terhadap hal itu, beliau mengeluarkan tazkirah bahwa opini dan isu yang dikembangkan tersebut mengindikasikan  antara lain:</p>
<p><strong>Pertama,</strong> menunjukkan kegagalan para petualang gerakan untuk melakukan intrik-intrik dan kasak-kusuk di tubuh Majelis Mujahidin. <strong>Kedua,</strong> para intel amatiran gampang tertipu, sehingga menjadi jelas pihak dan orang-orang yang menghendaki kehancuran lembaga penegak syariat Islam Majelis Mujahidin dan yang mereka yang tetap loyal dan membelanya selaras dengan komitmen institusi. <strong>Ketiga,</strong> Secara ideologis Majelis Mujahidin diperhitungkan sebagai penjaga gawang penegak syariat Islam sehingga para musuh yang membenci, melalui tangan agen-agen yang disusupkan berupaya mencari-cari sisi lemah Majelis Mujahidin. Tetapi mereka akan gagal.</p>
<p>Kenyataan ini, hendaknya jadi pelajaran bagi gerakan Islam agar tetap waspada, tidak mudah diadu domba dan tetap istiqamah. Dalam perjalanan jihad di jalan Allah, jangan pernah merasa sendiri; selalu ada makhluk Allah yang akan menemani. Dan, jangan menganggap resiko dan fitnah perjuangan sebagai penderitaan, melainkan proses pendewasan dan penyucian diri di hadapan Allah Swt. Syetan tidak akan berdaya menggoda, kecuali bagi mereka yang mau mengikutinya.</p>
<p><strong>Dikirim Oleh: </strong>Majelis Mujahidin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/klarifikasi-majelis-mujahidin-mewaspadai-kasak-kusuk-intel-di-tubuh-gerakan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jihad Pakistan, Mengguncang Dunia</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/jihad-pakistan-mengguncang-dunia/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/jihad-pakistan-mengguncang-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 00:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah dan Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Pakistan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abujibriel.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Lembah Swat, Rabu, 15 April 2009. Mujahidin Taliban Pakistan di hadapan ribuan pendukungnya mendeklarasikan penerapan syari’at Islam di sebuah wilayah yang berjarak sekitar 160 km dari Islamabad, ibu kota Pakistan. Penerapan syari’at Islam di Lembah Swat diprediksi menjadi momentum kemenangan mujahidin Taliban Pakistan melawan pemerintahan sekuler Pakistan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>International Jihad Analysis</strong> &#8211; Lembah Swat, Rabu, 15 April 2009. Mujahidin Taliban Pakistan di hadapan ribuan pendukungnya mendeklarasikan penerapan syari’at Islam di sebuah wilayah yang berjarak sekitar 160 km dari Islamabad, ibu kota Pakistan. Penerapan syari’at Islam di Lembah Swat diprediksi menjadi momentum kemenangan mujahidin Taliban Pakistan melawan pemerintahan sekuler Pakistan.</p>
<p>Penerapan syari’at Islam di Lembah Swat dilakukan setelah pemerintah sekuler Pakistan sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi dalam menahan laju perjuangan dan serangan mujahidin Taliban Pakistan. Sebenarnya, sejak bulan Februari lalu, pemerintahan sekuler Pakistan telah menyerahkan kendali kepada mujahidin Taliban Pakistan. Kini, pos polisi dan tentara sekuler Pakistan hanya tinggal bangunan-bangunan kosong.</p>
<p><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.arrahmah.com/images/stories/09/valleyofswat.jpg" alt="" width="572" height="359" /><br />
Salah Sebuah Pemandanagn Di Lembah Swat, Pakistan</p>
<p>Upaya penerapan syari’at Islam oleh Mujahidin Taliban Pakistan secara agresif terus dilakukan dan kini mulai bergerak dari daerah barat laut ke propinsi Punjab, Sindh, dan semakin mendekati ibu kota Pakistan, Islamabad. Kabar terakhir menginformasikan bahwa mujahidin Taliban Pakistan telah berada di dekat ibukota Pakistan, Islamabad. Sekitar 20 kendaraan yang membawa sejumlah mujahidin telah memasuki Distrik Buner, 100 km barat laut Islamabad pada hari Senin.</p>
<p>Mujahidin Taliban terus merangsek masuk lebih jauh ke pusat kekuasaan di Pakistan. Bahkan mereka telah bersumpah menjadikan beberapa kota besar di Pakistan menjadi medan pertempuran setelah mereka menegakkan kekuasaannya di sepanjang barat laut negara tersebut.</p>
<p>Sementara itu, pemerintah sekuler Pakistan tidak bisa berbuat banyak dan telah menyetujui secara resmi penerapan syari’at Islam di Lembah Swat tersebut. Presiden Asif Ali Zardari dan badan legislatifnya pada hari senin, 13 April 2009, terpaksa menyepakati sistem pengadilan yang diusulkan Taliban, yakni syari’at Islam.</p>
<p>Tentu saja, pemerintah sekuler Pakistan semakin khawatir atas perkembangan terakhir di negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim tersebut. Mereka sudah meningkatkan tingkat kewaspadaan di ibu kota Pakistan, Islamabad menjadi &#8220;sangat waspada&#8221;, mengingat munculnya berbagai serangan perlawanan dari mujahidin Taliban yang semakin meningkat dan menguat akhir-akhir ini.</p>
<p>Akankah dalam waktu dekat ini ibu kota Pakistan, Islamabad jatuh ke tangan Mujahidin ? Bagaimana upaya AS membendung kekuatan mujahidin Taliban Pakistan ?</p>
<p><strong>Lembah Swat dan Tragedi Masjid Merah</strong></p>
<p>Lembah Swat adalah sebuah kota kabupaten di barat laut Pakistan, yang berjarak sekitar 160 km dari Islamabad, ibu kota Pakistan. Lembah Swat adalah tempat yang sangat indah, bahkan mendapat julukan “Swiss” dari Pakistan.</p>
<p>Dengan gunung menjulang tinggi disaput salju putih di puncaknya, hijau pepohonan, gemericik jernihnya air sungai, dan beberapa danau yang sangat indah, membuat Lembah Swat dianggap sebagai sepotong “surga” di bumi.</p>
<p>Keindahan Lembah Swat sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu dan menjadi rebutan beberapa peradaban kuno. Kawasan ini dahulunya pernah diduduki oleh para penganut Buddha, Yunani, dan Kushans, sampai akhirnya dikuasai oleh mujahidin Taliban Pakistan.</p>
<p>Pemberlakuan syari’at Islam di Lembah Swat berlaku sejak bulan Februari lalu, saat pemerintah lokal di North West Frontier Province (NWFP), satu dari empat propinsi negara Pakistan, menyerah kepada mujahidin Taliban Pakistan. Sejak saat itu, syari’at Islam resmi diberlakukan di Malakand, sebuah distrik di NWFP dengan jumlah penduduk tiga juta orang dimana Lembah Swat termasuk dalam wilayah ini.</p>
<p>Jika mau dirunut, maka awalnya adalah Tragedi Masjid Laal (Merah). Serbuan militer pemerintahan sekuler Pakistan di bawah rezim Pervez Musharraf terhadap santri Masjid Merah di Islamabad, dua tahun silan, menjadi titik puncak dan pemicu perseteruan abadi antara sekulerisme dan syari’at Islam. Perjuangan untuk menerapkan syari’at Islam yang telah lama dirintis oleh Muslimin Pakistan melalui dakwah dan jihad mendapatkan momentum berupa tindakan represif pemerintahan sekuler Pakistan yang dilindungi dan diprovokasi AS.</p>
<p>Masjid Laal didirikan oleh seorang alim bernama Maulana Abdulllah di awal tahun 1970-an. Maulana Abdullah adalah seorang yang terpandang dari Universitas di Kota Banori, Karachi. Tanah Masjid Laal disetujui atas nama beliau oleh pemimpin militer Ayub Khan di bawah pemerintahan Zia ul Haq (1977-1988). Masjid Laal memainkan peran penting dalam memasukkan nilai-nilai Islam pada tentara Pakistan. Selain itu, selama masa jihad Afghanistan malawan Rusia, masjid Laal mendukung mujahidin secara intensif. Setelah pembunuhan Maulana Abdullah, kunci masjid Laal diserahkan kepada dua anak lelakinya, Syekh Maulana Abdul Aziz dan Syekh Maulana Abdur Rasyid Ghazi.</p>
<p><img style="vertical-align: middle;" src="http://pakistaniat.com/images/Lal-Masjid-Operation.jpg" alt="" width="460" height="298" /><br />
Perlawanan Dari santriwati Masjid merah, Bangkitlah wahai Mujahidah Indonesia!!</p>
<p>Dalam tragedi Masjid Merah, Syekh Abdur Rasyid Ghazi, syahid, dan saudara kandungnya, Syekh Maulana Abdul Aziz ditahan. Ratusan orang santri menemui ajalnya. Bisa dikatakan, syuhada Masjid Laal telah membuat pengorbanan penting dan mereka semua menjadi tonggak untuk penegakan tauhid kepada Allah dan demi tegaknya syari’at Muhammad SAW berkibar di tanah Pakistan.</p>
<p>Sejak peristiwa tersebut, kaum Muslimin Pakistan, terutama mujahidin yang terinspirasi keberhasilan mujahidin Taliban di Afghanistan bertekad melancarkan perjuangan suci, jihad fi sabilillah, hingga syari’at Islam bisa ditegakkan di seluruh Pakistan. Perjuangan jihad ini langsung direnspon oleh mujahidin Taliban yang sejak semula hanya bergerak di Afghanistan untuk kemudian memperluas aksi dan pengaruhnya hingga ke Pakistan.</p>
<p><img style="vertical-align: middle;" src="http://arrahmah.com/images/stories/09/abdul_rasyid_ghazi.jpg" alt="" width="400" height="271" /><br />
Senyum kemenagan As Syahid Abdul Rasyid Ghazi, Pimpinan Lal Masjid (Masjid Merah)</p>
<p>Presiden Pakistan saat itu, Pervez Musharraf yang juga antek setia Amerika, sudah mencium gelagat tidak enak dan khawatir akan dampak perbuatannya menyerang Masjid Merah. Dia khawatir mujahidin Taliban akan memberikan bantuan secara langsung untuk membantu saudara-saudara Muslimnya di Pakistan, terutama di wilayah perbatasan dengan Afghanistan yang dihuni oleh kepala suku-kepala suku.</p>
<p>Hari Ahad, 12 Agustus, 2007, dia memprakarsai sebuah pertemuan perdamaian antar kepala suku (Jirga) dari Afghanistan dan Pakistan di Kabul. Pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 600 kepala suku dan berakhir Ahad itu menyepakati untuk memberangus tempat-tempat perlindungan mujahidin di wilayah masing-masing.</p>
<p>Perhitungan Musharraf meleset dan harapannya tidak terkabulkan. Mujahidin Pakistan malah semakin intensif menjalin hubungan dengan mujahidin Taliban Afghanistan, dan mulai mengikuti aksi dan strategi mereka, khususnya di wilayah perbatasan, seperti di Waziristan Utara. Mereka semakin mantap untuk berjuang dan melawan pemerintahan sekuler Pakistan. Dalam salah satu selebaran yang dikeluarkan, mereka menolak semua dialog dengan pemerintah Pakistan, karena pemerintah tidak mengabulkan tuntutan mereka, yaitu membongkar 25 pos pemeriksaan yang baru didirikan.<br />
Mujahidin Pakistan melampiaskan kemarahan dan pembalasan atas Tragedi Masjid Merah di Islamabad yang telah menewaskan 160 orang santri, dengan melakukan aksi-aksi serangan yang semakin gencar, termasuk melakukan bom syahid.</p>
<p>Tiga serangan bom syahid telah mereka lancarkan dan menewaskan hampir 60 orang. Selain itu mereka juga menyerang pusat penerimaan anggota polisi di Provinsi Perbatasan Barat, dan menewaskan sedikit-dikitnya 18 orang. Beberapa jam sebelumnya, mereka juga menghantam iring-iringan tentara di Lembah Swat dan berhasil menewaskan 17 orang.</p>
<p>Sehari sebelumnya, mereka menabrakkan satu bom mobil ke iring-iringan paramiliter di kawasan persukuan di Waziristan Utara dan menewaskan 24 orang. Jumlah keseluruhan yang tewas mencapai 59 orang ditambah beberapa yang luka. Semua serangan ini semakin menguatkan posisi mujahidin Taliban Pakistan dan semakin membuat gentar pemerintahan sekuler Pakistan.</p>
<p>Semua ini membuktikan bahwa wilayah perbatasan Afghanistan –Pakistan adalah wilayah yang subur bagi benih-benih perjuangan jihad dan telah dijadikan pusat latihan oleh mujahidin Taliban, yang akhirnya memberikan kekuatan nyata bagi mujahidin Pakistan. Dalam sebuah video jihad ditampilkan acara wisuda mujahidin di kamp latihan yang berlokasi di wilayah perbatasan Afghanistan-Pakistan.</p>
<p>Asy Syahid Sayyid Quthb rahimahullah pernah mengatakan :</p>
<p><em>“Sesungguhnya kalimat kita akan tetap mati seperti boneka yang tak bergerak, sampai kita mati karenanya. Maka dia/kalimat itu akan bergoncang bangkit dan hidup di antara mereka yang hidup. Setiap kalimat yang hidup, maka ia akan bersemayam di hati manusia yang hidup, sehingga hiduplah ia bersama-sama mereka yang hidup. Orang-orang yang hidup tidak akan ingin berdampingan dengan orang-orang yang mati, mereka hanya mau berdampingan dengan orang-orang yang hidup. Adapun mayat itu akan tetap di kubur di bawah tanah, walaupun ia adalah mayat orang terhormat.&#8221;</em></p>
<p>Ucapan-ucapan haq dan perjuangan Syekh Abdur Rasyid Ghazi mengumandangkan penerapan syariat Islam di Pakistan yang harus ditebus dengan kesyahidan beliau kini menuai hasilnya. Perjuangan beliau memacu mujahidin untuk bersatu dan mengorbankan seluruh yang mereka miliki untuk melanjutkan perjuangan penegakan syariat Islam. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh saudara kandung beliau, Syekh Maulana Abdul Aziz, dalam khutbah Jum’at pertamanya pasca dua tahun penahanannya.</p>
<p>&#8220;Aku katakan kepada kalian untuk bersiap-siap melakukan pengorbanan untuk Islam.  Hari ini tidak akan jauh dimana Islam akan menguasai keseluruhan negeri. Apa yang kita lihat di Swat dan di wilayah pedalaman di Pakistan adalah hasil dari pengorbanan-pengorbanan Mesjid Merah, para santri, para penduduk yang syahid (Insya Allah) dalam peristiwa tersebut.&#8221;</p>
<p>Beliau, Syekh Maulana Abdul Aziz juga menyemangati kaum Muslimin Pakistan untuk berjihad dan menerapkan syari’at Islam secara kaafah di negeri tersebut. Para jama’ah bersemangat dan meneriakkan yel-yel jihad, &#8220;Sabiluna, Sabiluna : al-Jihad! al-Jihad!!&#8221;  Atmosfer terasa memanas dan kegembiraan terlihat di wajah-wajah para jamaah.  Mereka semua adalah saksi mata peristiwa dua tahun silam di Masjid Merah. Syekh Maulana melanjutkan :</p>
<p>&#8220;Insha Allah, hari ini tidak akan jauh ketika Islam akan diterapkan di seluruh Pakistan.  Perjuangan kita akan berjalan dengan tenang dan kita akan melanjutkan perjuangan ini untuk menerapkan Islam di negeri ini.&#8221;</p>
<p>Di Mingora, kota utama di Lembah Swat, seorang ulama pro Taliban, Sufi Muhammad, mengatakan bahwa undang-undang Pakistan telah memaksa rakyat untuk tunduk pada sistem kufur atau penjajah. Tidak ada sedikit pun ruang bagi demokrasi jika Taliban mengatur seluruh Pakistan, imbuhnya.</p>
<p>Beliau menyatakan bahwa sistem pengadilan Islam yang diusung oleh Taliban adalah sistem yang istimewa dan keputusannya tidak bisa dinaik-bandingkan ke Mahkamah Agung Islamabad. Beliau juga memerintahkan semua hakim pemerintah untuk meninggalkan wilayah tersebut pada 23 April mendatang. &#8220;Jika tidak mematuhinya, mereka akan bertanggung jawab untuk segala konsekuensinya,&#8221; ujar Sufi.</p>
<p><strong>Syariat Islam Diterapkan di Pakistan, Amerika Katakutan</strong></p>
<p>Kondisi terkini di Pakistan tentu saja membuat gusar kaum kafir, utamanya Amerika. David Kilcullen, mantan penasehat Departemen Kenegaraan dan Konsultan Anti Teroris pemerintahan Obama, mengatakan bahwa jika Pakistan jatuh ke tangan Mujahidin Taliban, maka itu adalah sebuah malapetaka bagi Amerika. Dia mengatakan :</p>
<p>“Jalur suplai (dari Karachi sampai basis AS) di Kandahar dan Kabul dari sebelah selatan dan timur akan dipotong, atau sedikitnya jalur-jalur tersebut menjadi lebih tidak aman, dan itu akan membahayakan misi AS di Afganistan.&#8221;</p>
<p>Salah seorang penasehat Pentagon bahkan mengatakan :</p>
<p>“Saya berpikir Pakistan bergerak pada situasi di mana ekstremis menguasai seluruh daerah pedalaman dan pemerintah hanya mengontrol pusat perkotaan,” tambahnya. “Jika anda melihat 10 tahun yang akan datang, saya kira pemerintahan Pakistan akan dijalankan oleh militan Islam.&#8221;</p>
<p>Kepala Senat Komite Hubungan Luar Negeri AS, Sen John Kerry, Selasa, 14, April 2009 akhirnya berkomentar terhadap situasi terakhir Pakistan dengan mengatakan :</p>
<p>“Pemerintah seharusnya menyadari urgensitas kondisi ini dan tetap berkomitmen. Ini adalah momen yang serius bagi Pakistan.”</p>
<p>Ketakutan dan kecemasan kini melanda Amerika setelah melihat kemenangan Mujahidin Taliban di Pakistan dan penerapan syariat Islam di sana. Mereka khawatir, Taliban Pakistan akan menyerang posisi Amerika di Afghanistan, dan dapat dipastikan hal itu pasti akan dilakukan oleh mujahidin Taliban Pakistan untuk membantu saudara-saudara seimannya di Afghanistan.</p>
<p>Salah satu langkah tergesa dari Amerika untuk menahan laju mujahidin Pakistan adalah dengan jalan memberikan suntikan dana segar ke pemerintahan sekuler Pakistan sebesar 5 milyar USD. Bantuan yang datang dari negara kafir Amerika dan sekutu mereka, seperti Jepang, Eropa dan penguasa munafik Arab Saudi diberikan dalam sebuah acara konferensi Tokyo, dengan sebuah janji dari presiden murtad Asif Ali Zardari untuk meningkatkan serangan kepada mujahidin.</p>
<p>Dari gedung putih, pemimpin pasukan perang salib baru, Barack Obama sudah menetapkan strategi terbarunya dengan meletakkan Pakistan sebagai pusat perjuangan melawan Taliban, dan Al Qaeda. Presiden yang asli yahudi ini juga mempropagandakan Al Qaeda sebagai kanker yang menggerogoti tubuh Pakistan dari dalam dan mengancam Pakistan untuk segera menyingkirkan mujahidin dari bumi Pakistan.</p>
<p>Strategi licik dan busuk yang dilancarkan kafir Amerika adalah menyuap kepala-kepala suku di pedalaman Pakistan, khususnya di wilayah perbatasan untuk membantu mereka. Amerika juga merangkul teman-teman baru mereka untuk bergabung dalam perang di Afghanistan, seperti Rusia. Nampaknya, Amerika semakin kewalahan dan sudah hampir mati langkah!</p>
<p>Barack Obama terpaksa harus putar otak dan memikirkan strategi baru apa yang harus diterapkan untuk mengatasi gelombang jihad di Pakistan. Salah satu yang mencuat adalah penambahan 4.000 personil tentara kafir Amerika akan diterjunkan untuk meningkatkan kapasitas tentara dan polisi Afghanistan. Selain itu, ia juga akan menyediakan bantuan untuk mendukung pengembangan warga sipil.</p>
<p>Obama juga berjanji akan meningkatkan serangannya di Afghanistan. Keputusan ini tentu tidak aneh dan menunjukkan siapa sejatinya presiden Amerika terpilih yang ke-44 ini. Untuk mendukung semua rencana ini, Obama meminta kongres untuk mengesahkan undang-undang yang berisi penggelembungan pengeluaran Amerika di Pakistan menjadi 1.5 miliar dolar per tahun selama lima tahun mendatang, untuk menolong membangun sekolah, jalan dan rumah sakit di Pakistan.</p>
<p>Propaganda dan perang media juga gencar dilakukan oleh Amerika. Melalui menteri luar negerinya, Hillary Clinton, rakyat Pakistan dipengaruhi untuk menekan pemerintah Pakistan agar segera menghalau mujahidin Taliban Pakistan. Hillary juga mengatakan bahwa pergerakan mujahidin Taliban Pakistan merupakan ancaman besar untuk eksistensi Pakistan.</p>
<p>Langkah terakhir yang cukup mengejutkan dari Amerika adalah berupaya membujuk negera kafir India agar berdamai dengan Pakistan, untuk kemudian bersama-sama menggempur mujahidin Taliban Pakistan.</p>
<p>Sebagai langkah awalnya, Amerika telah meminta India untuk menarik mundur pasukannya di perbatasan dan membiarkan Pakistan berkonsentrasi menghadapi Taliban. Siapa pun tahu, antara India dan Pakistan terjadi konflik yang tidak berkesudahan, termasuk dalam memperebutkan wilayah Kashmir.</p>
<p>Di samping itu, Amerika juga merasa perlu untuk meningkatkan kerja sama militer secepatnya dengan Pakistan. Melalui sekretaris pertahanannya, Michele Flournoy, disampaikan maksud untuk memberikan pelatihan kepada angkatan perang Pakistan dan memberikan mereka nasehat atau strategi untuk mendukung operasi mereka melawan mujahidin Taliban Pakistan. Namun, satu pertanyaan penting harus diajukan kepada para petinggi di gedung putih, sanggupkah pasukan mereka bersama dengan seluruh sekutu mereka untuk mengalahkan semangat jihad mujahidin Taliban Pakistan ?</p>
<p><strong>Jihad Hingga Tidak Ada Lagi Fitnah</strong></p>
<p>“…Dan perangilah mereka itu sampai  tidak ada lagi fitnah dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran) maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS Al Anfal : 39)</p>
<p>Banyak pejabat AS dan para pakar lainnya memperkirakan bahwa para mujahidin Taliban tidak akan pernah menyerah dan bahkan semakin meningkatkan perlawanannya. Seorang penulis dan ahli terorisme, Ahmad Rashid mengatakan dalan sebuah konferensi di Washington, Rabu (15/4).</p>
<p>&#8220;Taliban saat ini menjadi pasukan yang terus meningkatkan dirinya. Mereka mempunyai agenda untuk Pakistan, dan agenda itu tidak lain adalah untuk menumbangkan pemerintah Pakistan dan men-Taliban-kan seluruh negara tersebut.&#8221;</p>
<p>Tidak salah, tujuan akhir mujahidin Taliban Pakistan memang bukan hanya penerapan syari’at di beberapa tempat saja, akan tetapi di seluruh Pakistan. Bahkan, secara lebih luas lagi adalah hingga tidak ada lagi fitnah (agama musyrik) di muka bumi ini.</p>
<p>Muslim Khan, juru bicara mujahidin Taliban Pakistan dari Lembah Swat mengatakan :</p>
<p>&#8220;Syariat Islam tidak pernah memerintahkan kami untuk berhenti berperang, Jika pemerintah Afghanistan atau Pakistan masih meneruskan perang dan mendukung kebijakan anti-Muslim, tidak mungkin Taliban merebahkan tangan mereka. Ketika kami telah berhasil mencapai tujuan di satu wilayah, maka kami akan berjuang di wilayah lainnya.”</p>
<p>Inilah janji mujahidin Taliban Pakistan, yang dengan tegas mengatakan bahwa mereka tidak akan meletakkan senjata mereka walau syariat Islam telah diterapkan di wilayah Lembah Swat dan Barat laut Pakistan. Mereka akan terus berjuang agar seluruh wilayah Pakistan menerapkan syariat Islam.</p>
<p>Bahkan mereka, mujahidin Taliban Pakistan juga siap untuk melancarkan serangan hingga ke Afghanistan. Para mujahidin Taliban Pakistan akan secepatnya memasuki Afghanistan untuk bersama-sama bertempur dengan mujahidin Afghanistan melawan tentara teroris AS dan sekutunya. Muslim Khan menambahkan :</p>
<p>&#8220;Perjuangan kami adalah untuk menerapkan aturan buatan Allah di bumi milik Allah.  Kami akan mengirimkan mujahidin kami ke Afghanistan jika mujahidin Afghanistan memerlukan kami secepatnya.&#8221;</p>
<p>Kini, konsentrasi mujahidin Taliban Pakistan memang mengarah ke Islamabad, ibu kota Pakistan. Berulang kali mereka mengisyaratkan bahwa pihaknya akan terus mengusahakan agar Islamabad, bisa ditaklukkan. Seorang panglima mujahidin Taliban mengatakan pada hari Rabu (8/4) akan keyakinan untuk segera menaklukkan Islamabad.</p>
<p>&#8220;Tidak akan lama lagi Islamabad akan ada dalam genggaman mujahidin.&#8221;</p>
<p>Kabar terakhir menginformasikan bahwa sekitar 20 kendaraan yang membawa sejumlah mujahidin telah memasuki Distrik Buner, 100 km Baratlaut Islamabad pada Senin (6/4). Beberapa pejabat lokal juga mengonfirmasikan pada Rabu (8/4) kebenaran bahwa para mujahidin telah memasuki wilayah kota dan bertempur dengan personil polisi Pakistan di beberapa bagian di distrik Buner.</p>
<p>Mujahidin Taliban Pakistan telah bersumpah menjadikan beberapa kota besar di Pakistan menjadi medan pertempuran setelah mereka menegakkan kekuasaannya sepanjang barat laut negara tersebut.</p>
<p>Syekh Baitullah Mehshud, Pemimpin Mujahidin Taliban Pakistan secara tegas juga menyatakan sikapnya untuk terus menggempur Pakistan selama masih bekerjasama dengan Amerika. Pada Selasa (31/3) lalu, beliau juga menyatakan pertanggung-jawaban atas serangan berdarah di akademi kepolisian Lahore (30/3). Beliau mengatakan :<br />
&#8220;Kami mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Ini adalah balasan terhadap serangan terus-menerus pesawat tak berawak milik AS di atas wilayah kami.&#8221;<br />
Beliau juga mengaku bertanggung jawab terhadap serangan istisyhad (bom syahid) pada 23 Maret silam di halaman kantor polisi di Islamabad. Keberhasilan mujahidin Taliban Pakistan juga tidak terlepas dari dukungan mujahidin global, terutama Taliban dan Al Qaeda.</p>
<p>Perjuangan mujahidin Taliban Pakistan mendapat simpati dari mujahidin di seluruh dunia. Al Qaeda, sebuah organisasi jihad global, melalui salah seorang tokohnya, Syekh Abu Yahya Al-Libbi, menyampaikan simpati yang besar kepada perjuangan kaum Muslimin Pakistan, dan mendoakan syahidnya Syekh Abdur Rashid Ghazi, dan menjuluki beliau sebagai “Master of Martyrs.”</p>
<p>Pimpinan tertinggi Al Qaeda, Syekh Usamah bin Ladin bahkan merilis sebuah video khusus yang diproduksi oleh sayap media mereka, As Sahab, untuk menyerukan jihad kepada seluruh rakyat Pakistan. Video berjudul Hayya alal jihad (Ayo Berjihad, Pesan Untuk Rakyat Pakistan) yang dirilis pada bulan September 2007/Ramadhan 1428 H sedikit banyak telah menyemangati ruh jihad kaum Muslimin di seantero Pakistan. Diawali dengan mengulas tragedi Masjid Merah, konspirasi batil pemerintah sekuler Pakistan dengan Amerika, Syekh Usamah Bin Ladin menggugah semangat dan keberanian rakyat Pakistan untuk berjihad menumbangkan rezim sekular pimpinan Pervez Musharraf ketika itu.</p>
<p>Akhirnya, kita harus menyebut satu nama lagi untuk masalah ini, yakni Mullah Muhammad Umar, Amirul Mu’minin Imarah Islam Afghanistan, sekaligus pelopor dan pemimpin umum gerakan Taliban. Dalam buku “The Giant Man, Biografi Mullah Umar”, karangan Husayn Bin Mahmud, orang terdekat dan kepercayaan beliau, diceritakan bagaimana lelaki perkasa dari Qandahar ini, Mullah Muhammad Umar, berhasil dari seorang diri, kemudian menggerakkan revolusi Islam di Afghanistan melalui Taliban. Para murid atau santri yang di Afghanistan disebut dengan Taliban (jamak dari Talabah yang berasal dari bahasa Pashtun) berhasil mengambil alih kekuasaan hampir seperlima Afghanistan tanpa peperangan, tetapi dengan keinginan penduduknya yang memang rindu tegaknya syari’at dan keamanan.</p>
<p>Kini, mujahidin Taliban Pakistan sedang mengikuti jejak keberhasilan revolusi Islam saudara-saudara mereka, Taliban Afghanistan. Masyarakat Pakistan juga sudah lama merindukan tegaknya syari’at Islam yang lebih memberikan rasa aman dan kesejahteraan yang hakiki. Kondisi ini memungkinkan penguatan Imarah Islam Afghanistan untuk kemudian menjadi jantung Khilafah Islam dengan diterapkannya syari’at Islam di seantero Pakistan.</p>
<p>Wallahu’alam bis showab!</p>
<p><strong>By: M. Fachry<br />
Arrahmah.Com International Jihad Analys</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/jihad-pakistan-mengguncang-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sesosok Lelaki Sholeh*</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/sesosok-lelaki-sholeh/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/sesosok-lelaki-sholeh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 17:27:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Karakteristik]]></category>
		<category><![CDATA[Lelaki]]></category>
		<category><![CDATA[Shalih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abujibriel.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Lelaki Sholeh dapat di definisikan sebagai seorang lelaki muslim yang beriman (mukmin), bersih dari segi zahir dan batinnya, mengambil makanan yang bersih dan halal (bukan dari sumber yang haram) serta sentiasa berusaha menjauhkan dirinya dari perkara perkara yang akan mendorong ke arah maksiat dan menariknya ke jurang NERAKA yang amat dalam.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lelaki Sholeh dapat di definisikan sebagai seorang lelaki muslim yang beriman (mukmin), bersih dari segi zahir dan batinnya, mengambil makanan yang bersih dan halal (bukan dari sumber yang haram) serta sentiasa berusaha menjauhkan dirinya dari perkara perkara yang akan mendorong ke arah maksiat dan menariknya ke jurang NERAKA yang amat dalam.</p>
<p>Lelaki Sholeh juga ialah seorang lelaki yang sentiasa taat kepada Allah swt. dan Rasul-Nya walau dimana sahaja mereka berada dan pada bila bila masa sahaja. Kesholehan dan keimanan seseorang tidak dapat dilihat dan diukur dari segi lahiriah semata mata kerana ianya adalah berkait rapat dengan masalah AKIDAH dan KEYAKINAN, kepada siapa dia menyerah keyakinan dan ketaatan dan sebaliknya. TAUHID merupakan dasar tertinggi dalam kehidupan yang harus sentiasa dipelihara kerana apabila tauhid tidak betul dan sempurna, maka seluruh amalan yang dilakukan adalah sia-sia sahaja.</p>
<p>Apabila telah jelas kepada siapa kita memberikan perwalian dan terhadap pihak mana kita menolak kepimpinan, barulah Tauhid akan menjadi kenyataan dan berdiri dengan tegaknya dalam jiwa seseorang. Oleh yang demikian, jelaslah bahawa kesholehan seseorang lelaki itu tidak dapat dinilai dari segi lahiriah semata-mata. Ianya adalah lebih jauh dan mendalam dari itu semua. Antara hal-hal yang harus dilihat dan dikaji pada setiap individu muslim ialah perkara-perkara yang bersangkutan dengan keyakinan, tujuan dan pandangan hidup serta cita-cita dan jalan hidup seseorang itu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-350" title="lelaki-sholeh-book" src="http://abujibriel.com/wp-content/uploads/2009/05/lelaki-sholeh-book-206x300.jpg" alt="lelaki-sholeh-book" width="293" height="426" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">Buku Karakteristik Lelaki Shalih (Hal: 608 -Hard Cover-)</p>
<p style="text-align: center;"><strong>(Price: Rp. 80.000.-)</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>CP: Syauqi -0852 936 600 97-<br />
</strong></p></blockquote>
<p>KRITERIA-KRITERIA LELAKI SHOLEH SEPERTI YANG DIMAKSUDKAN OLEH AL QURAN DAN AL HADIS:</p>
<p>1. Sentiasa taat kepada Allah swt dan Rasullulah saw.<br />
2. Jihad Fisabilillah adalah matlamat dan program hidupnya.<br />
3. Mati syahid adalah cita cita hidup yang tertinggi.<br />
4. Sabar dalam menghadapi ujian dan cabaran dari Allah swt.<br />
5. Ikhlas dalam beramal.<br />
6. Kampung akhirat menjadi tujuan utama hidupnya.<br />
7. Sangat takut kepada ujian Allah swt. dan ancamannya.<br />
8. Selalu memohon ampun atas segala dosa-dosanya.<br />
9. Zuhud dengan dunia tetapi tidak meninggalkannya.<br />
10. Solat malam menjadi kebiasaannya.<br />
11. Tawakal penuh kepada Allah taala dan tidak mengeluh kecuali kepada Allah swt<br />
12. Selalu berinfaq samada dalam keadaan lapang mahupun sempit.<br />
13. Menerapkan nilai kasih sayang sesama mukmin dan ukhwah diantara mereka.<br />
14. Sangat kuat amar maaruf dan nahi mungkarnya.<br />
15. Sangat kuat memegang amanah, janji dan kerahsiaan.<br />
16. Pemaaf dan lapang dada dalam menghadapi kebodohan manusia, sentiasa saling membetulkan sesama ikhwan dan tawadhuk penuh kepada Allah swt.<br />
17. Berkasih sayang dan penuh pengertian kepada keluarga.</p>
<p>Selain daripada ciri-ciri diatas, orang orang yang sholeh juga merupakan insan insan yang senantiasa mendapat ujian dan cubaan daripada Allah swt. setelah para nabi nabi dan orang orang yang mulia. Mereka menghadapi segala ujian tersebut dengan hati yang tabah dan tetap teguh dalam keimanan serta pendirian. Mereka tidak mudah menyerah kalah dari keganasan dan tekanan musuh.</p>
<p>Tugas tugas dan kewajipan Lelaki Sholeh:</p>
<p>1. Mencari nafkah (belanja hidup)<br />
2. Berjihad Fisabilillah.<br />
3. Melindungi dan membela kaum yang lemah dan tertindas.<br />
4. Memimpin, mendidik dan berlaku adil terhadap isteri.</p>
<p>1. MENCARI NAFKAH</p>
<p>Tugas mencari nafkah diberatkan kepada kaum Lelaki kerana kelebihan dalam penciptaannya yang berupa kekuatan fizikal dan akal fikirannya. Oleh itu Lelaki mampu untuk bekerja keras untuk mencari nafkah, memberi perlindungan dan pertahanan maruah kehidupannya terutama kepada keluarga, agama, bangsa dan agamanya. Inilah sebabnya lelaki diangkat menjadi pemimpin bagi kaum wanita. Oleh itu, seorang lelaki muslim, lelaki dan suami yang sholeh, tidak akan melalaikan tugas ini. Ia wajib bekerja menurut apa sahaja kemampuannya. Dalam melaksanakan tugas ini, dia haruslah MEMBETULKAN NIATnya iaitu ikhlas untuk mencari keredhaan Allah swt. Dia tidak akan merasa MALU untuk melakukannya sebaliknya gembira dan berbangga terhadap pekerjaannya lebih lebih lagi perkara yang halal.</p>
<p>Lelaki sholeh tidak akan lupa untuk mengingati hari akhirat tetapi menjadikannya sebagai tujuan yang utama. dia bekerja didunia untuk mencari keuntungan di akhirat, bukannya mengejar keduniaan semata-mata. Dengan cara ini, usahanya akan sentiasa berhasil dan berjaya didunia dan akhirat. Seperti kata ulama Salaf yang bermaksud; “Wahai anak Adam! Juallah duniamu dengan akhirat, maka engkau akan UNTUNG semuanya, tetapi jangan engkau jual akhirat dengan dunia, maka engkau akan RUGI semuanya.”</p>
<p>“Bagi orang orang yang telah mengerjakan kewajipan agamanya dengan baik, kemudian terasa penat dan letih pada malamnya, sehingga tidak dapat mengerjakan amalan amalan sunnah, maka Allah dan RasulNya memberikan jaminan dengan ampunan sepanjang malam yang dilaluinya dengan tidur yang nyenyak”.</p>
<p>Inilah antara ganjaran yang akan dikurniakan kepada lelaki sholeh yang mencari nafkah dengan bersungguh sungguh. Terdapat dua cara orang berusaha mencari nafkah seperti yang dianjurkan oleh ISLAM.</p>
<p>Pertama: Hendaklah ia tidak melalaikan tugasnya terhadap Allah swt.dan janganlah ia meninggalkan nilai nilai yang LUHUR.</p>
<p>Kedua : Hendaklah dilakukan dengan cara yang halal, bersih dan tidak membawa apa apa kemudaratan kepada orang lain dan tidak pula bertentangan dengan peraturan-peraturan umum.</p>
<p>Antara cara cara pencarian harta yang diharamkan oleh Islam ialah:</p>
<p>1. Riba,<br />
2. Penimbunan barang barang yang menjadi hajat orang ramai,<br />
3. Perjudian dan perdagangan minuman keras,<br />
4. Berlaku penipuan dalam penimbangan dan penukaran barang,<br />
5. Mencuri<br />
6. Memakan harta orang lain dengan cara yang bathil seperti yang diterangkan dalam surah An Nisa 4, ayat 29.</p>
<p>2. BERJIHAD FISABILILLAH</p>
<p>Jihad merupakan amal yang paling utama dan puncak ketinggian Islam. Tidak ada satu pun amalan sholeh yang dapat menandingi Jihad. Orang sholeh tidak sedikit pun merasa gentar dan takut apabila berjuang menegakkan agama Allah sebaliknya sentiasa tersenyum bangga menjadi seorang Pegawai Allah dengan gelaran paling indah iaitu MUJAHIDIN.</p>
<p>3. MELINDUNGI DAN MEMBELA KAUM YANG LEMAH DAN TERTINDAS</p>
<p>Sememangnya sejak akhir-akhir ini golongan kafir senantiasa mencari peluang untuk menindas dan menakluki negara-negara serta umat- umat Islam. Orang orang yang sholeh haruslah peka dan bersedia untuk bertindak balas supaya umat-umat Islam tidak akan ditindas dengan sewenang-wenangnya oleh golongan tersebut.</p>
<p>” Wahai lelaki sholeh…! tugas dan tanggungjawabmu bukanlah ringan, bayangkan langit dan gunung tidak mampu membawanya. Kamu sajalah yang akan tampil dan mampu menyelesaikan persoalan besar ini. Orang orang yang lemah dan sedang tertindas sentiasa menanti kehadiranmu. Mereka berdoa agar kamu segera tiba untuk menjadi pembela dan penolong bagi mereka.”</p>
<p>Inilah laungan yang senantiasa terdengar daripada golongan golongan yang tertindas dan mengharapkan bantuan. Oleh itu lelaki yang sholeh haruslah memainkan peranannya sebagai pembela agama sama ada secara langsung ataupun tidak langsung demi untuk mengekalkan kedaulatan agama Islam</p>
<p>4. MEMIMPIN DAN MENDIDIK ISTERI</p>
<p>1. Mengajar dan membimbing dengan cara yang baik sehingga isteri isteri yang tidak sholehah menyedari akan kesilapannya dan menukar cara hidupnya menjadi isteri sholehah.<br />
2. Menangani isteri dengan bijaksana sehingga dia menyedari hakikat yang sebenarnya dan bersedia mengubahnya.</p>
<p>Demikianlah cara cara yang telah digariskan oleh Islam untuk mengatasi masaalah ketidaksesuaian suami isteri dalam kehidupan rumah tangga. Apabila menghadapi sebarang kesulitan, lelaki sholeh tidak akan cepat melatah dan bertindak menurut nafsu dan perasaan semata-mata tanpa mengambil kira perasaan orang lain. Lelaki sholeh akan bertindak dengan cara yang lebih efisien dan bijaksana dan senantiasa memohon petunjuk dari Allah swt. Dengan ini kebahagiaan rumahtangga akan dapat dikekalkan buat selama lamanya. Berlaku baik terhadap isteri, suami yang sholeh akan sentiasa menjaga kebajikan keluarganya terutama isterinya. Ia senantiasa menjaga hati dan perasaan pasangannya dan sentiasa menggembirakan isterinya. Mereka juga akan bertanggungjawab dalam menguruskan urusan rumahtangga, dan bekerjasama dengan isterinya.</p>
<p>Sabda Rasulullah: “Orang yang terbaik diantara kamu adalah orang yang terbaik terhadap isterinya, dan aku adalah orang yang terbaik diantara kamu terhadap isteriku.” ( HR Ibnu Majah )</p>
<p>Tauladan Rasulullah dalam kehidupan berkeluarga:</p>
<p>- Keadaan beliau sebagai suami dan ayah<br />
- Kebiasaan beliau di tengah kehidupan bekeluarga<br />
- Cinta kasih beliau terhadap isteri dan anak</p>
<p><em>Wallahu&#8217;alam&#8230;</em></p>
<p><em>* Di kutip dari Buku Karakteristik Lelaki Shalih<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/sesosok-lelaki-sholeh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wawancara Dengan Ustadz Abu Jibriel Abdul Rahman Tentang Gelar Asy-Syahid Kepada Imam Samudra CS</title>
		<link>http://www.abujibriel.com/wawancara-dengan-ustadz-abu-jibriel-abdul-rahman-tentang-gelar-asy-syahid-kepada-imam-samudra-cs/</link>
		<comments>http://www.abujibriel.com/wawancara-dengan-ustadz-abu-jibriel-abdul-rahman-tentang-gelar-asy-syahid-kepada-imam-samudra-cs/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 02:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ust. Abu Jibriel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abujibriel.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Pemberian gelar Asy Syahid kepada Imam Samudra, Amrozy, dan Mukhlas pasca eksekusi mereka pada Ahad, 9 November 2008 menuai pro dan kontra. Sebagian kaum Muslimin bisa memahami dan setuju gelar mulia tersebut disematkan kepada mereka. Namun sebagian yang lain tidak setuju, bahkan tidak memahami apa makna dan mengapa gelar tersebut diberikan kepada mereka. Untuk memperjelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Ajib" src="http://www.nahnumuslim.com/images/thumbnails/ajib_pemakaman_imam_r190x.jpg" alt="" width="190" height="142" />Pemberian gelar Asy Syahid kepada Imam Samudra, Amrozy, dan Mukhlas pasca eksekusi mereka pada Ahad, 9 November 2008 menuai pro dan kontra. Sebagian kaum Muslimin bisa memahami dan setuju gelar mulia tersebut disematkan kepada mereka. Namun sebagian yang lain tidak setuju, bahkan tidak memahami apa makna dan mengapa gelar tersebut diberikan kepada mereka. Untuk memperjelas masalah ini Arrahmah.com mewawancarai Ustdaz Abu Jibriel yang ikut menjadi saksi pemakaman Imam Samudra di Serang, Banten. Berikut hasil wawancara tersebut:</p>
<p><strong>Arrahmah.com:</strong> Assalamu&#8217;alaikum.Wr.Wb! Ustadz, apa kabar ? Langsung saja Ustadz, apa batasan seseorang bisa menyandang gelar Asy Syahid ? Dan apakah pemberian gelar tersebut diperbolehkan dalam Islam ?<span id="more-42"></span></p>
<p><strong>Ust. Abu Jibriel:</strong> Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. Alhamdulillah baik. Memang sebagian manusia meragukan kesyahidan KAFILAH SYUHADA&#8217; trio mujahid dan mereka mengatakan bukan mujahidin bahkan mereka menuduh teroris. Maka harus dijelaskan kepada mereka tanpa keraguan, BAHWA MEREKA ADALAH PARA MUJAHID DAN KEMATIAN MEREKA ADALAH SYUHADA&#8217;, Insya Allah.</p>
<p>Mengapa? Karena memberikan gelar syuhada kepada para mukmin mujahid yang syahid di medan perang, adalah sunnah Rasulullah. Rasulullah saw telah memberikan titel Sayyidus syuhada (ketua para syuhada) kepada Hamzah bin Abdul Muthallib. Adapun kepada mereka bertiga, pantas mereka mendapat titel tersebut karena beberapa alasan:</p>
<p><strong>Pertama:</strong> Manhaj hidupnya jelas, mengikuti Salafus shalih. Lalu mereka berdakwah dan berjihad di jalan Allah untuk tegaknya syari&#8217;ah Allah. Sejak berumur belasan tahun sehingga kesyahidan menemui mereka, tak kenal penat dan lelah apalagi berhenti, dan itu berarti mereka telah memenuhi firman Allah,</p>
<p><em>&#8220;Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).&#8221;</em> (QS. Al-Hajj 15:99)</p>
<p><strong>Kedua:</strong> Prinsip hidup mereka juga terang, hanya ibadah kepada Allah dan menjauhi thoghut, sebagaimana firman Allah,</p>
<p><em>&#8220;Sembahlah Allah dan jauhilah thoghut.&#8221;</em> (QS. An-Nahl 16:36).</p>
<p>Itulah prinsip hidup mereka sehingga syahid, tidak pernah berkompromi dengan pemerintah thoghut dalam dakwah dan jihad demi tegaknya syari&#8217;ah Allah.</p>
<p><strong>Ketiga:</strong> Jalan hidup mereka, adalah: Iman-Hijrah-Jihad, ini menunjukkan mereka mengamalkan firman Allah,</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221;</em> (QS. Al-Baqoroh 2:218)</p>
<p>Kemudian mereka menempuh perjalanan I&#8217;dad memenuhi firman Allah,</p>
<p><em>&#8220;Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).&#8221;</em> (QS. Al-Anfal 8:60)</p>
<p><strong>Keempat:</strong> Peperangan mereka dan target musuhnya juga jelas, yaitu kuffar harbi, baik yahudi, nasrani, musyrikin, dan siapa saja yang tidak beragama dengan agama yang benar (yaitu Dienul Islam). Itu berarti mereka mengamalkan firman Allah,</p>
<p><em>&#8220;Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam Keadaan tunduk.&#8221;</em> (QS. At-Taubah 9:29)</p>
<p><strong>Kelima:</strong> Cita-cita hidup tertinggi mereka ialah meraih Syahid, dan ini insya Allah sudah pun tercapai, itu bermakna mereka mengamalkan firman Allah,</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.&#8221;</em> (QS. At-Taubah 9:111)</p>
<p>Dan tatkala kami bersama-sama di medan jihad, kami senantiasa mentelaah dan mendalami janji-janji dan pahala jihad dan mati syahid sebagai mana hadits berikut:</p>
<p>Miqdam Ibnu Ma&#8217;dikariba berkata, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Bagi orang yang syahid terdapat 6 hal yang akan diterimanya, yaitu: Pertama, Allah memberi ampunan ketika pertama kali bergerak dan akan melihat tempatnya di Jannah. Kedua, selamat dari siksa kubur. Ketiga, selamat dari goncangan hari kiamat. Keempat, akan diberikan kepadanya mahkota kebesaran yang terbuat dari permata Yaqut sebagai tanda kehormatan yang jauh lebih mahal daripada dunia seisinya. Kelima, akan dikawinkan dengan 72 bidadari bermata jeli. Dan keenam, dapat memberi syafa&#8217;at kepada 70 keluarganya.&#8221;</em> (HR. Ahmad: 16553)</p>
<p><strong>Keenam:</strong> Ketika mereka melakukan operasi jihad di Bali yang berakibat mereka ditangkap, diintrogasi kemudian diadili dan diputuskan hukuman mati, mereka menghadapinya dengan ikhlas, tenang, tabah, tidak emosi, gagah berani, tanpa menyerah dan lemah semagat kepada thoghut laknatullah, itu berarti mereka telah mengamalkan dan mengambil pelajaran dari firman Allah,</p>
<p><em>&#8220;Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.&#8221;</em> (QS. Ali-Imran 3:146)</p>
<p><strong>Ketujuh:</strong> Bagi orang-orang yang mati syahid mempunyai tanda-tanda yang dapat disaksikan oleh orang yang hidup. Kebiasaan yang terjadi di medan jihad Afghanistan misalnya, ialah:</p>
<p>a.	Ada aroma wangi jenazah para syuhada&#8217;.</p>
<p>b.	Jenazahnya hangat dan tidak kaku, meskipun sudah beberapa jam telah wafat.</p>
<p>c.	Darah kadang-kadang masih menetes dari lukanya, dan masih segar.</p>
<p>d.	Senyuman manis dan wajah ceria seakan-akan sedang tidur biasa.</p>
<p>e.	Burung-burung berwarna hijau kelam pekat menari-nari dan berputar-putar di atas jenazah.</p>
<p>Semua tanda-tanda itu terdapat paska syahidnya mereka bertiga, dan di samping hal tersebut terlihat kesabaran, keberanian, ketaqwaan dan tawakkal mereka, kerinduan mereka kepada syahid dapat disaksikan melalui ungkapan-ungkapan dan jawaban-jawaban di pengadilan dan selama berada di penjara thoghut.</p>
<p>Hidup mereka sibuk dengan dakwah meskipun di dalam penjara. Para nara pidana, para sipir mendapat keberkahan dengan dakwah mereka. Keteguhan iman dan kesabaran mereka bagaikan karang ditepi lautan, tidak bergerak meskipun diterpa oleh ombak dan badai.</p>
<p>Mereka telah dizalimi selama 6 tahun di penjara, waktu sebanyak itu mereka gunakan untuk beribadah, berzikir, bertaubat kepada Allah swt, dan sedikitpun dari waktu mereka tidak tersisa untuk taqarrub kepada Allah terutama menjelang eksekusi. Dengan demikian tidak ada keraguan bahwa mereka adalah kafilah syuhada, insya Allah.</p>
<p><strong>Arrahmah.com :</strong> Jadi, harus ada proses atau amal jihad terlebih dahulu ? Makna jihad yang syar&#8217;i yang bagaimana Ustadz ? Apakah Imam Samudra, Amrozy, dan Mukhlas sudah menjalani jihad ?</p>
<p><strong>Ust. Abu Jibriel:</strong> Memang demikian, karena syahid yang paling tinggi adalah mati di dalam jihad fie sabilillah di medan perang. Para ulama membagi mati syahid kepada tiga bagian.</p>
<p><strong>Pertama:</strong> Syahid dunia akhirat, yaitu orang yang mati karena jihad untuk meninggikan kalimah Allah dengan ikhlas semata-mata mencari ridha Allah dan tidak dicampuri dengan niat-niat selainnya.</p>
<p><strong>Kedua:</strong> Syahid dunia saja, yaitu orang yang berperang (dan terbunuh) karena mencari ghanimah, atau karena riya&#8217;, atau karena kenifakan, yang seperti ini tidak mendapatkan pahala, namun tetap diperlakukan atasnya hukum-hukum yang lahir. Kedua golongan syuhada&#8217; ini diberlakukan atas mereka hukum-hukum orang yang syahid.</p>
<p>Menurut pendapat empat madzhab mereka tidak dimandikan dan tidak dikafani, juga tidak disholatkan jenazahnya, kecuali pendapat Mazhab Hanafi jenazahnya disholatkan.</p>
<p><strong>Ketiga:</strong> Syahid akhirat saja, yaitu orang yang mati karena keruntuhan sesuatu, atau karena tenggelam, atau semisalnya. Sebagaimana yang pernah dijelaskan Rasulullah. Syahid yang seperti ini dimandikan, dikafani, dan disholati jenazahnya. [Lihat: Kitabul Fiqih ‘Ala Al-Madzhaabih Al-Arba'ah, oleh Al-Jaza'iri juz: 1]</p>
<p><strong>Arrahmah.com :</strong> Saat ini, banyak kaum Muslimin yang lebih mengacu kepada peryataan (dianggap hadits) &#8220;Jihad yang lebih besar atau melawan hawa nafsu&#8221; dalam memahami makna jihad. Bagaimana menurut Ustadz tentang hal ini ?</p>
<p><strong>Ust Abu Jibriel :</strong> Ya, memang ada slogan yang sangat masyhur di kalangan sebagian besar ulama dan kaum Muslimin yang menganggap itu sebuah hadits. Ungkapan itu muncul kononnya ketika Rasulullah saw pulang dari satu medan peperangan (perang tabuk) lalu beliau bersabda:</p>
<p>&#8220;Kita semua baru kembali dari jihad asghar menuju jihad akbar.&#8221; Para sahabat bertanya: &#8220;Apakah jihad akbar itu wahai Rasulullah?&#8221; Baginda menjawab: &#8220;Jihad hati atau jihad melawan hawa nafsu.&#8221;</p>
<p>Menurut penelitian para ulama pakar hadits ternyata slogan di atas bukanlah sebuah hadits, dan andainya dipaksakan menyebutnya sebagai hadits, maka kedudukannya ialah hadits maudhu&#8217; (hadits palsu), juga slogan ini tidak tertulis di dalam seluruh kitab-kitab hadits shahih, namun di sana terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan al-Khatib al-Baghdadi rahimahullah dengan lafaz yang lain, dengan sanad dari Jabir ra, katanya: &#8220;Nabi saw ketika kembali dari suatu peperangan berkata:</p>
<p>&#8220;Kamu sekalian telah kembali kepada sebaik baik tempat kembali, dan kamu telah kembali dari jihad asghar (jihad yang lebih kecil) menuju kepada jihad akbar (jihad yang lebih besar). Para sahabat bertanya: &#8220;Apa jihad akbar itu wahai Rasulullah?&#8221; Baginda menjawab: &#8220;Jihadnya seseorang melawan nafsunya.&#8221; (Tarikh al-Baghdadi, 13/493)</p>
<p>Hadits ini dha&#8217;if karena di dalam sanadnya ada perawi yang bernama Khalaf bin Muhammad bin Ismail al Khiyam yang menurut al-Hakim: &#8220;Haditsnya gugur&#8221;. Dan kata Abu Ya&#8217;la al-Khalili: Ia banyak mencampuradukkan dan ia sangat lemah, meriwayatkan hadits yang tidak dikenal.&#8221; (Lihat Masyaari&#8217;ul Asywaaq ila Mashori&#8217;il ‘Usy-syaaq li Ibni an Nuhaas, 1/31)</p>
<p>Al ‘Iraqiy dalam Takhriju Ahaaditsi Al ihya&#8217; mengatakan: Hadits tersebut diriwayatkan oleh Baihaqiy dengan sanad dha&#8217;if dari Jabir. (Risalah Jihad: Hasan Al Banna)</p>
<p>Al-Hakim dan Ibnu Abi Zur&#8217;ah mengatakan: &#8220;Kami banyak menulis keterangan dari Khalaf bin Muhammad bin Ismail hanyalah untuk i&#8217;tibar, dan kami berlepas diri dari mempertanggung jawabkannya.&#8221; (Lihat Miizaanul I&#8217;tidaal, 1/662)</p>
<p>Al Imam Ibnu Taimiyah mengatakan:</p>
<p>&#8220;Adapun hadits yang diriwayatkan oleh sebagian orang bahwa Nabi saw bersabda setelah perang Tabuk: &#8220;Kita kembali dari jihad asghar menuju kepada jihad akbar, adalah hadits yang tidak ada asalnya, tidak ada seorang pun dari kalangan pakar ilmu hadits yang meriwayatkannya. Dan jihad menghadapi kaum kuffar adalah amal yang paling agung, bahkan ia adalah perbuatan paling utama yang dilakukan manusia.&#8221; (Al Furqon baina Auliyaa-ir Rahman wa Auliyaa-isy Syaitan, hal 44 45)</p>
<p>Al Imam Hasan Al Banna berkata:</p>
<p>&#8220;Banyak disinyalir bahwa jihad memerangi musuh agama termasuk jihad ashgar, sedang yang dikatakan jihad akbar ialah memerangi hawa nafsu. Pendapat tersebut didasarkan pada sebuah riwayat:</p>
<p>&#8220;Kita telah melaksanakan jihad kecil dan akan menuju jihad besar. Para sahabat bertanya: apakah jihad akbar itu. Beliau menjawab: jihad hati atau jihad melawan nafsu.&#8221;</p>
<p>Sebagian umat Islam berupaya mengalihkan pandangan terhadap pentingnya jihad, mempersiapkan diri, berniat melaksanakan dan mengamalkannya, tetapi pada kenyataannya dalil yang digunakan bukanlah sebuah hadits, demikian kata Ibnu Hajar Al Asqalani di dalam Tasdidul Qaus. Namun yang masyhur ialah perkataan Ibrahim bin Abalah, dan ucapan itu memang sangat popular sehingga tampak sebagai sebuah hadits.</p>
<p>Andaikan hadits ini shahih makna yang dikandung bukan berarti mengenyampingkan makna jihad (dalam arti qital = perang) dan mempersiapkan segala kekuatan untuknya, sebab jihad itu dilakukan dalam rangka menyelamatkan biladil Muslimin dan menolak serangan orang-orang kafir yang menyerangnya. Dan yang terkandung di dalam hadits tersebut ialah wajib melawan hawa nafsu sehingga hati benar-benar ikhlas karena Allah. (Hasan Al Banna: kitab Risalah Jihad)</p>
<p>Dan yang lebih meragukan lagi ialah di dalam sanad hadits ini terdapat perawi yang bernama Yahya bin al Ula al Bajili yang menurut Imam Ahmad ia adalah kazzab (pendusta), pemalsu hadits. Dan kata Amru bin Ali, an Nasa&#8217;ie dan ad-Daruqutni: &#8220;Haditsnya matruk (ditinggalkan/tidak dipakai).&#8221; Dan kata Ibn ‘Adi: &#8220;Hadits-haditsnya maudhu&#8217; (palsu).&#8221; (Lihat Tahdziibut Tahdziib, 11/261 262).</p>
<p>Demikianlah pendapat para ulama pakar hadits, dan secara logika yang sehat juga tidak dapat diterima, karena kalimatnya kita sudah kembali, sedang realitasnya belum pernah ada persiapan dan berangkat pergi berperang kok sudah kembali. Benar kalau itu Rasulullah saw yang mengatakannya karena beliau baru kembali dari perang Uhud, sedang kaum muslimin belum pernah berangkat..?</p>
<p>Dan andainya benar kenapa kaum Muslimin lebih memilih jihad besar (jihad hawa nafsu), sedangkan jihad kecil mereka takuti. Dan andaikata hadits ini benar, dia akan menhapuskan ayat-ayat Allah yang sangat banyak sekali dan hadits Rasulullah saw. Oleh karena itu, ungkapan tersebut tidak boleh dijadikan hujjah dan jika dipaksakan juga untuk menggunakandigunakan juga maka mereka adalah pendusta (Dajjal).</p>
<p><strong>Arrahmah.com :</strong> Jadi pemberian gelar Asy Syahid kepada mereka (Imam Samudra, Amrozy, dan Mukhlas) dibenarkan secara syar&#8217;i ? Meski pun kita belum bisa atau tidak bisa memastikannya ?</p>
<p><strong>Ust. Abu Jibriel:</strong> Hakekat syahid itu hanya Allah yang mengetahuinya. Kita hanya tahu tanda-tanda lahiriyahnya. Maka bahasa yang tepat ialah kita mengatakan &#8220;Insya Allah Syahid&#8221;</p>
<p><strong>Arrahmah.com :</strong> Kalau menurut Ustadz, mereka bertiga layak digelari Asy Syahid ? Adakah ciri-ciri khusus yang menyertai syahidnya mereka ?</p>
<p><strong>Ust. Abu Jibriel:</strong> Mereka insya Allah layak diberi gelar syahid, untuk ciri-ciri yang khusus seperti apa yang disebutkan di atas.</p>
<p><strong>Arrahmah.com :</strong> Menurut Ustadz apakah ada pihak-pihak yang memang tidak senang dan secara terus menerus menanamkan keragu-raguan kepada Umat Islam akan kemuliaan jihad dan mati syahid ? Siapakah mereka ? Mengapa mereka melakukan hal tersebut ?</p>
<p><strong>Ust. Abu Jibriel:</strong> Jelas ada, mereka adalah para thoghut dan antek-anteknya, para ulama su&#8217;, dan intelektual muslim yang terjangkit penyakit SIPILIS.</p>
<p><strong>Arrahmah.com :</strong> Terakhir Ustadz, apa yang harus dilakukan umat Muslim di negeri ini pada umumnya ? dan untuk media-media Islam secara khusus ?</p>
<p><strong>Ust. Abu Jibriel:</strong> Kaum muslimin harus bersatu padu menghadapi teroris yang sebenarnya, yang dipimpin oleh George Bush laknatullah, kemudian para ulama&#8217; harus jujur menjelaskan makna Jihad yang sebenarnya dan aplikasinya agar umat tidak terkena fitnah syubhat atau kerancuan pengertian dan pemahaman akan Jihad.</p>
<p>Dan media-media Islam tidak boleh saling bermusuhan dan menghalangi penyiaran data islam yang benar, dan sebaiknya mereka harus saling bahu membahu untuk mendakwahkan Islam demi kejayaan Islam dan umat Islam.</p>
<p><strong>Arrahmah.com :</strong> Jazakallah khairul Jaza&#8217; Ustadz atas waktu dan ilmunya. Wassalamu&#8217;alaikum. wr. wb!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abujibriel.com/wawancara-dengan-ustadz-abu-jibriel-abdul-rahman-tentang-gelar-asy-syahid-kepada-imam-samudra-cs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
