Dari berbagai rangkaian musibah, ujian dan bala bencana yang menimpa manusia, khususnya negeri ini, adalah karena perbuatan maksiat dan dosa mereka kepada Allah Swt dan RasulNya dalam merespon dakwah para Nabi dan Rasul-rasul Allah Swt. Selain itu mereka juga mendustakan ayat-ayat Allah, mengkufuri nikmat-nikmatNya dan menukarkan kenikmatan itu dengan kekafiran, serta para penguasa dan pembesar-pembesarnya menukar hukum Allah dengan hukum jahiliyah dan kecenderungan masyarakat memilih serta mengikuti tradisi nenek moyang dengan ajaran sesatnya yang bertolak belakang dari hidayah dan Sunnah Rasulullah Saw.
Al Qur’an menjelaskan, membenarkan hal tersebut, Allah Swt berfirman:
“Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS. Al Qhashash, 28 : 59) (more…)
Saturday, September 19, 2009
Ketahuilah bahwa berdzikir kepada Allah merupakan kewajiban bagi tiap-tiap hamba Allah pada setiap waktu dan tempat dan segala situasi dan kondisi. Aisyah RA. menerangkan sifat Rasulullah Saw, bahwa beliau berzikir dalam setiap waktu dan keadaan.
Dzikir ialah: mengingat Allah dengan hati dan menyebut nama-Nya dengan lisan. Dengan itu hati dan jiwanya menjadi tenteram dan bahagia. Inilah tempat persinggahan orang-orang yang agung, mulia, dan terpuji, yang disanalah mereka membekali diri, berniaga dan ke sanalah mereka pulang kembali.
Dzikir merupakan santapan hati, yang jika tidak mendapatkan-nya, maka badan menjadi kuburan dan mati. Dzikir merupakan senjata yang di gunakan untuk menghadapi ‘perampok jalanan’, merupakan air yang bisa menghilangkan rasa dahaga di tengah perjalanan, merupakan obat yang menyembuhkan penyakit. Jika mereka tidak mendapatkanya, maka hati mereka akan mengkerut, karena dzikir merupakan perantara dan penghubung antar diri mereka dengan alam gaib. Dengan dzikir mereka menolak bencana dan menyingkirkan kesusahan, sehingga musibah yang menimpa mereka terasa remeh. Jika ada bencana yang datang, maka mereka berlindung kepada dzikir.
Demikianlah dzikir merupakan taman surga yang mereka diami dan modal kebahagiaan yang mereka pergunakan untuk berniaga. Dzikir mengajak hati yang dirundung kepiluan dan kesedihan untuk tersenyum gembira, melupakan diri dan segala musibah yang menimpanya lalu ingatannya tertuju hanya kepada Allah Swt. Allah Swt mengingatkan Nabi Saw, ketika dirundung kesedihan, karena cercaan dan intimidasi kaum musyrikan menghadapi dakwah beliau, beliau dituduh seorang penyair yang gila, maka beliau disuruh bersabar dan terus berzikir kepada Allah Swt.
Thursday, May 21, 2009
“Jihad Bukan Terorisme (kekerasan) dan Mujahidin adalah orang yang paling mulia bukan Teroris (pengganas)”
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam, kita memuji-Nya, Dzikir-Do’a hanya kepada-Nya, Subhanallah Walhamdulillah Allahuakbar. Sholawat serta salam senantiasa tertuju kepada Komandan dan Panglima Mujahid, pembawa risalah Ilahi, Muhammad Shollalahu ‘Alaihi Wasallam, serta para Sahabat, keluarga dan para Shalihin Mujahidin penerus risalah Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam. Waba’du.
Sebagian umat Islam memandang kalimat Jihad dan Qital seperti pandangan orangq-orang kafir. Mereka berkata bahwa jihad dan perang adalah kekerasan dan kekejaman. Sedangkan Islam adalah Rahmatan lil Aalamien. Pandangan ini wajib diluruskan, karena pandangan seperti ini merupakan virus yang akan membunuh ajaran Islam yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi Saw.
Ketahuilah:
1.) Bahwa Islam adalah Rahmatan Lil Aalamin, yang berarti Islam akan menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta jika seluruh ajarannya yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul diimani, difahami dan dilaksanakan syari’ahnya mengikuti petunjuk Nabi Saw. Dan jihad fie sabilillah adalah bagian terpenting dari ajaran Islam setelah iman.
Dari Abu Hurairah Ra. berkata, seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw: “Ya Rasulullah apakah amalan yang paling afdhal?” Beliau menjawab: “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Orang itu bertanya lagi: “Kemudian apa?” Beliau menjawab: “Berjihad dijalan Allah…” (HR. Bukhari dan Musim)
Oleh karena itu JIHAD bukanlah TERORISME/KEKERASAN dan MUJAHID bukan TERORIS/PENGGANAS. Akan tetapi Jihad adalah amalan mulia yang memasukkan pelakunya kedalam Jannah, sedang Mujahid adalah sebaik-baik golongan manusia. Jika manusia beriman dan memeluk Islam dan melaksanakan ajaran Islam dengan baik dan benar mengikuti petunjuk Rasul Saw., maka pasti akan mendapat rahmat Allah Swt. Sebaliknya jika mereka kafir dan menghalangi ajaran Islam bahkan mereka memerangi Islam dan ummat Islam dengan berbagai jenis persenjataan barulah Islam menyatakan perang kepada mereka sebagai balasan terhadap tindakan kafir dan kejahatan mereka. Islam mengajarkan kasih sayang dan kelemah-lembutan serta kedamaian kepada siapa saja yang tidak memusuhi Islam dan ummatnya. Tetapi jika mereka memusuhi, maka Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk memerangi dan membunuh mereka dimana saja mereka berada. Perhatikan Firman Allah (QS. Al Baqarah 2: 190-193 ; 216; QS. At Taubah 9:5,14-15; 28-29; 41,73,123).
Itulah diantara ayat Al Qur’an yang memerintahkan membunuh dan memerangi kafir yang memerang Islam. Orang-orang beriman yang enggan memerangi orang kafir ditanya oleh Allah Swt, mengapa mereka enggan dan malas memerang kafir itu ? Perhatikan firman Allah (QS. An Nisa 4:74-76; QS. At Taubah 9:38-39).
Dan berikut ini adalah beberapa ayat Allah yang menerangkan kemuliaan jihad dan Mujahid:
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar, dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya), dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (QS. As Shaf, 61:10-13)
“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisa’, 4:95-96)
2.) Orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya telah dibeli oleh Allah dengan Syurga. Allah telah memuliakan mereka karena kesediaan mereka berkorban harta maupun jiwa untuk menegakkan agama Allah. Firman Allah:
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah, 9:111)
3.) Dzikrullah yang ikhlas dan khusyu’ akan membuahkan Jihad fie sabillaillah yang mendatangkan kejayaan dan kesuksesan. Firman Allah:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya (seperti: berzikir kepada Allah, shalat, tilawah Al Qur’an, taubat, istigfar, do’a, dll) dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Ma’idah, 5:35)
“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Ahzab, 33:41-43)
4.) Dzikir dan Jihad harta dan jiwa, disebutkan berdampingan dalam Al Qur’an. Al Qur’an tidak memisahk antara amalan zikrullah dengan jihad fiesabilillah sebagaimana banyak kaum Muslimin yang meletakkan zikir disatu tempat sedang jihad ditempat yang lain, lalu mengatakan amalan yang paling utama ialah berzikir kepada Allah. Dan yang berjihad berkata amalan jihadlah yang paling baik. Perhatikan ayat berikut.
“Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), Maka berteguh hatilah kamu dan berzikirlah kepada Allah (sebutlah nama Allah) sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Anfal, 8:45-46)
5.) Berinfaq untuk jihad djalan Allah adalah infak yang paling tinggi nilainya disisi Allah Swt. seperti firman-Nya QS Al Baqarah 2:261 dan 245. Tetapi sebagian besar kaum Muslimin dia enggan dan takut untuk jihad dan membantu para mujahidin yang berjihad. Mereka lebih senang berinfaq kepada fakir miskin, anak yatim membangun masjid, pon-pes dan lain-lain. Renungkanlah firman Allah berikut:
“(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang Kaya karena memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), Maka Sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.” (QS. Al Baqarah, 2:273)
6.) Bahwa sikap Rasulullah dan para sahabat beliau terhadap orang-orang kafir adalah tegas dan keras, kapada mereka yang menentang Islam (dalam hal aqidah dan syari’ah). Tapi sebagian besar kaum Muslimin tidak bersefakat dengan hal tersebut karena beralasan bahwa Islam bukan agama kekerasn Perhatikanlah ayat berikut:
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Fath, 48:29)
“Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.” (QS. Al Ma’idah, 5:54)
Sikap keras yang dimaksud dalam ayat-ayat diatas ialah sikap dalam Tauhid dan Syari’ah, bukan berarti bersikap keras kepada semua orang kafir, akan tetapi kepada mereka yang menentang dan memerangi Islam serta ummatnya. Islam mengharamkan bersifat keras kepada kafir yang tidak memerangi sebaliknya wajib bersifat baik dan adil. (QS. Al Mumtahanah, 60:8-9)
Semoga penjelasan ini memberi manfaat kepada kita sekalian.
Wallahu’alam, Wal Hamdulillah…
DOWNLOAD MAKALAH
Jihad Adalah kemuliaan Dan Kelembutan or Jihad Adalah kemuliaan Dan Kelembutan
Saturday, February 21, 2009
Bermula mendidik anak-anak dengan memperkenalkan akan hakekat keimanan dan mengajarkan mereka tentang Al-Qur’an barulah dididik akhlaqulkarimah agar kelak menginjak dewasa ia mampu berlaku jujur dan bersifat amanah, tidak menjadi pembohong dan pendusta.
Dr. Muhammad Iqbal, Intelktual dan Falsafah Muslim dari Pakistan, pernah berkata: “Betapa banyak wanita-wanita desa yang tidak mampu membaca dan menulis mampu melahirkan mujahid-mujahid agung yang mengukir sejarah di pentas dunia.”
Betapa indahnya dunia ini, jika kaum wanita mengerti hakekat dirinya, sebagai seorang hamba Allah yang sholehah yang dari tangannya dan belaian kasih sayangnya mampu melahirkan generasi-generasi robbani yang mereka tidak takut akan celaan orang yang mencela. Dan dari kasih sayangnya lahirlah manusia-manusia pijar yang siap mengemban amanat dakwah walau orang-orang bodoh selalu mencelanya, tetapi dengan segala ketawadlu’annya ia hadapi dan terima celaan itu dengan senyuman sambil mengucapkan nada dan kalimat keselamatan bagi mereka.
Untuk medapatkan makalah lengkapnya silakan download disini dalam bentuk PDF.
Sunday, December 28, 2008
Dengan metode yang sangat halus melalui tulisan atau lisan para orientalis atau melalui kader-kader kaum munafiqin, penyelewengan dan penyesatan itu telah diterima oleh sebagian ulama kaum Muslimin. Apakah disadari atau tidak, realitas memperlihatkan keadaan seperti itu. Sehingga sampai kepada satu peringkat, pengikut-pengikutnya memahami ajaran Jihad Islam itu sebagai sesat dan menyesatkan. …baca lanjutan
Friday, October 9, 2009
10 Comments